Sponsors Link

3 Akibat Konflik Palestina dan Israel yang Meresahkan Dunia

Sponsors Link

Konflik dan peperangan yang terjadi antara Israel dan Palestina sudah berlangsung bertahun-tahun hingga lebih dari setengah abad. Hingga kini kedua pihak belum juga benar-benar berdamai, meski telah berulang kali dilakukan perjanjian dan gencatan senjata. Penyebab perang Israel dan Palestina bukan merupakan penyebab konflik antar agama, melainkan banyak unsur seperti politik dan ekonomi yang turut mempengaruhi berlangsung perang di antara mereka. Perebutan kekuasaan atas tanah yang masing-masing pihak menganggap itu milik mereka terus terjadi, dimana Israel menganggap Yerussalem sebagai tanah suci dan tempat asal mereka, sedangkan Palestina menganggap mereka sudah mendiami wilayah tersebut sejak lama dan tidak ingin tinggal di negara yang pemimpinnya bukan seorang muslim.

ads

Negara-negara barat lebih memihak pada Israel dan negara-negara di Timur Tengah lebih memihak pada Palestina, meskipun mereka tidak menyatakannya secara terbuka. Namun Amerika Serikat dengan terang-terangan telah menyatakan sangat mendukung Israel bahkan setiap tahunnya mereka mengalirkan dana untuk memperkuat perekonomian dan pertahanan Israel hingga seperti sekarang ini. Karena itu penyebab Israel dan Palestina perang sangat kompleks dan membutuhkan penengah yang bersifat netral agar kedua pihak suatu saat bisa menyelesaikan sengketa tersebut. Selain itu penyebab konflik tersebut hampir sama dengan penyebab konflik Suriah dan penyebab konflik Libya.

Akibat Konflik Palestina dan Israel

Apapun konfliknya, apa penyebabnya dan dimana peristiwa tersebut terjadi tentu akan ada kerugian yang ditimbulkan. Kerugian tidak hanya dirasakan oleh pihak Israel dan Palestina saja, namun peperangan dan konflik yang selalu terjadi antara Palestina dan Israel ini juga memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap berbagai negara lain. Adapun akibat atau dampak yang ditimbulkan dari konflik Palestina dan Israel yang berkepanjangan adalah sebagai berikut.

1. Mendapat Kecaman Internasional

Serangan Israel ke Palestina bukan hanya semata-mata untuk memperebutkan Yerussalem semata, namun juga ingin menguasai beberapa wilayah yang potensial seperti jalur Gaza. Tak heran bila warga palestina yang tinggal di sepanjang jalur tersebut selalu diserang baik secara terang-terangan maupun tidak. Penyerangan dan pembantaian yang mereka lakukan sangat tidak manusiawi bahkan tak jarang mengabaikan hukum internasional dan melanggar perjanjian. Karena itu hampir seluruh dunia mengecam tindakan Israel dan mendesak agar mau segera melakukan gencatan senjata. Seperti misalnya Venezuela yang mengusir duta besar Israel yaitu Shlomo Cohen berikut dengan para stafnya.

Beberapa negara Amerika Latin juga ikut bersuara dan mengecam Israel yang tindakannya sudah melampaui batas. Mereka menganggap agresi militer pihak Israel yang memiliki personel militer terbaik di dunia tidak memandang bulu karena membantai anak-anak dan wanita, sementara dalam perang seharusnya warga sipil terutama anak-anak dan wanita tidak boleh dibunuh. Di Indonesia sendiri, masyarakat madani Indonesia berkumpul dari berbagai agama dan kepercayaan untuk mendatangi kantor PBB di Jakarta untuk mendesak agar Israel segera menghentikan serangannya. Ciri-ciri agresi militer yang dilancarkan Israel telah menyebabkan konflik berkepanjangan hingga mempengaruhi perdamaian di berbagai belahan dunia.

2. Nasib Anak-anak Palestina

Lebih dari setengah penduduk di jalur Gaza merupakan anak-anak, karena itu banyak sekali anak-anak yang menjadi korban atas serangan Israel yang tersebut. Mereka yang menjadi korban usianya rata-rata di bawah 17 tahun dan setidaknya hingga sekarang sudah ribuan anak-anak yang meninggal akibat konflik Israel dan Palestina. Palestina termasuk salah satu negara-negara dengan militer terlemah tentu kalah saing dengan persenjataan militer Israel yang sangat canggih. Karena itu banyak rumah dan bangunan tinggi yang rubuh seketika akibat serangan Israel di jalur Gaza, bahkan mesjid yang seharusnya tidak boleh diserang pun mereka serang dan hancurkan.

Anak-anak yang bertahan hidup dihantui perasaan trauma, mereka menangis melihat rumah mereka rata dengan tanah, keluarga dibantai, kehilangan hak bermain dan tidak bisa mengenyam pendidikan seperti anak pada umumnya. Mereka yang merupakan generasi penerus bangsa dan tulang punggung negara selalu dikejar rasa takut dan tidak aman karena serangan Israel bisa datang kapan saja. Dunia pun mendesak PBB untuk segera bertindak dan menjadi penengah agar kedua belah pihak mau melakukan gencatan senjata dan menyudahi peperangan yang menimbulkan banyak kerugian ini.

3. Dampak terhadap Perekonomian

Konflik antara Palestina dan Israel tidak hanya menelan korban jiwa yang begitu banyak, namun juga menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Selama konflik berlangsung miliaran dolar US telah habis sebagai kerugian finansial baik bagi Palestina maupun Israel. Terlebih jika dilakukan rekonstruksi di jalur Gaza, setidaknya biaya sebesar 5 miliar dolar US akan habis untuk memulihkan stabilitas di wilayah tersebut. Tak hany sampai di situ, dampak dari peperangan tersebut telah mempengaruhi perekonomian dunia, dimana harga minyak naik di saat perekonomian global sedang tidak stabil. Sektor wisata menurun drastis karena para wisatawan yang ingin melakukan wisata religius merasa tidak aman jika harus mengunjungi zona perang tersebut.

Akibat konflik Palestina dan Israel ini akan terus memburuk bila mereka tidak segera menghentikan konflik yang berkepanjangan tersebut. Dampak yang timbul tidak hanya dirasakan oleh pihak yang terlibat konflik saja namun seluruh dunia juga akan ikut terkena imbasnya.

, , , ,
Post Date: Monday 18th, December 2017 / 21:36 Oleh :
Kategori : SARA