Sponsors Link

Strategi Perang Dingin yang Mematikan

Sponsors Link

Perang dingin. Itulah nama dari peperangan sengit antara Amerika Serikat dan Uni Soviet yang terjadi berpuluh tahun lamanya, terhitung dimulai pada tahun 1947 hingga berlangsung amat lama sampai dengan 1991. Adapun tujuan terjadinya perang dingin, yang mana juga menjurus pada kerugian yang harus dialami oleh seluruh pihak di dunia.

ads

Kesusahan-kesusahan tersebut hanya sebagian kecil saja dari seluruh penderitaan dunia yang diakibatkan oleh peperangan yang menyeramkan ini. Dengan kedua negara tersebut yang termasuk dalam negara dengan militer terkuat, muncullah beragam strategi yang digunakan selama peperangan ini berlangsung.

Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk bisa memenangkan peperangan adalah dengan menerapkan strategi yang sesuai untuk membalikkan keadaan. Itulah yang akan kita bahas kali ini yaitu beragam strategi yang digunakan saat Perang Dingin berlangsung, yang terangkum dalam informasi berikut:

1. Penyebarluasan Propaganda

Pada awalnya, ciri-ciri agresi militer tampak di permukaan Jerman, kemudian menyebar menjadi persaingan persebaran propaganda. Dari langkah itu saja, sudah muncul penyebab konflik horizontal, yang mana sangat menganggu pemerintahan kala itu. Hal yang dilakukan jauh-jauh hari sebelum peperangan benar-benar muncul adalah dengan peluncuran berbagai propaganda untuk memperlemah keyakinan terhadap kubu musuh. Propaganda tersebut rata-rata berisi ujaran kebencian terhadap musuh yang memegang wilayah lainnya. Amerika yang kala itu memiliki angkatan laut terkuat di dunia tak bisa menggunakan perangkat militer tersebut semaksimal mungkin, karena medannya yang tidak sesuai dengan penggunaan angkatan perang laut.

Propaganda ini akhirnya memicu sebagian masyarakat untuk membenci kubu lainnya, namun sebaliknya, adapula masyarakat yang menolak propaganda tersebut mentah-mentah dan malah ingin berbalik ke blok yang dirasa lebih aman dan berperi kemanusiaan, sebagai contoh, para masyarakat Jerman Timur yang berusaha sekuat tenaga untuk bisa melarikan diri ke blok lainnya. Pada masyarakat Jerman Timur, terjadi penyebab pelanggaran HAM vertikal yang harus mereka alami tiap harinya. Namun naas, sedikit dari mereka yang berhasil lolos dan selamat dari “hukuman” Uni Soviet. Terlepas dari berbagai segi kemiliteran yang cukup andal, seperti personel militer terbaik di dunia serta didukung pula dengan angkatan bersenjata terbaik di dunia kala itu membuat dua kubu saling bersaing untuk menunjukkan eksistensinya.

2. Diplomasi yang Bersifat Koersif

Hal ini dilakukan pertama kali oleh pihak Amerika, yang kala itu ingin “memamerkan” assetnya berupa persenjataan nuklir. Tentunya Uni Soviet telah mengetahui ini, karena intel yang cukup cekatan, mengingat negara tersebut memiliki pasukan intel terhebat di dunia. Dengan persenjataan yang sangat mumpuni, rasanya sangat tepat bila menggunakan senjata sebagai langkah untuk melakukan diplomasi, begitu pendapat Amerika kala itu. Strategi ini bisa dibilang sangat kejam, karena berusahan mengancam negara lain dengan senjata nuklir, agar bisa bertekuk lutut.

Sponsors Link

Pada saat itu, John Doste Dulles selaku Menteri Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan hasrat dan keinginan Amerika Serikat untuk bisa mencapai tujuan yang ada bisa dicapai dengan menggunakan persenjataan nuklir selagi Amerik Serikat memiliki superioritas atas hal tersebut, teknik ini bisa disebut dengan teknik Brinkmanship. Uni Soviet yang mana memiliki salah satu diktator paling kejam di dunia sangat khawatir akan hal itu.

3. Detterence Strategy

ads
Seperti yang kita tahu, Amerika dan Uni Soviet bukanlah salah satu dari negara-negara dengan militer terlemah. Bahkan, keduanya diklaim memiliki angkatan udara terkuat di dunia. Namun, dengan kekuatan yang ekstram dibutuhkan juga strategy untuk bisa mempertahankan diri dari serangan lawan. Hal ini kembali dilakukan oleh Amerika, yaitu mengubah langkah yang tadinya menggunakan nuklir sebagai alat untuk mengancam (offense/compellence), menjadi alat untuk mencegah apa yang akan lawan lakukan terhadap Amerika (detterence).

Selain langkah tersebut, strategi defensif lainnya adalah dengan menggunakan teknologi yang mutakhir untuk menghentikan laju rudal di angkasa. Hal ini diprakarsai oleh presiden Amerika kala itu, Ronal Reagan yang menggagas ide ini sebagai langkah untuk melindungi diri dari serangan musuh. Ide tersebut pertama kali muncul pada sekitar tahun 1963.

4. Strategi Mutual Assured Destruction (MAD)

Pada awalnya, terdapat ciri-ciri perang dingin yang terus berlangsung hingga akhirnya peperangan pun muncul dengan sendirinya. Dalam poin ke 4 ini sebenarnya bukan merupakan suatu strategi, mungkin lebih tepat bila digambarkan sebagai suatu kondisi. Banyaks sekali pihak yang beripikir bahwa penggunaan nuklir akan otomatis menghancurkan kedua belah pihak. Oleh karena itu, penggunaan nuklir bisa menyebabkan suatu hal yang dinamakan Mutual Assured Destruction atau kehancuran masal, dan ini merupakan tindakan yang gila (MAD).

Untuk itulah, masing-masing pihak perlu berpikir panjang mengenai keputusan untuk meluncurkan nuklir ini, karena bila salah satu pihak saja memutuskan untuk mengeluarkan nuklir, pada akhirnya, pihak lain juga tentu akan membalasnya. Dengan begitu, tidak ada yang bisa hidup dengan selamat. Oleh karena itu, akhirnya diputuskan bahwa penggunaan nuklir akan digunakan sebagai tindakan pencegahan saja, bukan untuk penyerangan. Meskipun begitu, penggunaan nuklir itu sendiri masih menjadi perbincangan banyak orang kala itu.

 

5. Nuclear Utilization Theory (NUT)

Sama gilanya dengan penggunaan “strategi” di atas, teori nuklir yang bisa disingkat dengan NUT (bisa diartikan sama dengan MAD). Pendapat ini merupakan usulan yang cukup absurd, karena dampak dari usulan ini adalah kehancuran yang pasti. Lain halnya dengan pihak-pihak yang sepaham  dengan MAD, para penganut teori ini beranggapan bahwa nuklir adalah persenjataan luar biasa yang digunakan untuk menghancurkan lawan dengan efisien, dan penggunaan nuklir seharusnya sebagai langkah penyerangan saja, tidak hanya pencegahan.

Gagasan ini muncul pada pihak Amerika, yang khawatir akan serangan Uni Soviet yang bisa datang sewaktu-waktu. Menurut penganut NUT, tidak ada pilihan lain selain menggunakan persenjataan nuklir sebagai alat untuk memenangkan peperangan, terlebih lagi Uni Soviet sudah memiliki senjata nuklir yang sangat canggih, yang memungkinkan mereka untuk menang.

Sponsors Link

Itulah tadi 5 strategi yang muncul pada era Perang Dingin di wilayah Jerman kala itu. Seperti yang kita tahu, kedua negara tadi memiliki strategi yang sangat baik untuk mempertimbangkan langkah apa yang seharusnya mereka lakukan. Amerika yang saat itu kalah oleh Vitenam karena beragam penyebab perang Vietnam dan Amerika memiliki kekuatan yang mengimbangi Uni Soviet, yang mana negara yang merupakan hal utama sebagai sejarah terbentuknya PKI. Mereka berpikir cukup matang soal sebab-akibat, dan itu merupakan langkah yang brilian dalam sebuah peperangan. Untungnya, keputusan mereka yang sangat matang untuk tidak meluncurkan perang nuklir bisa terjadi.

, ,
Post Date: Wednesday 20th, December 2017 / 03:54 Oleh :
Kategori : Militer