Apa itu Hukum Positif beserta Sumber Hukumnya

Apa itu hukum positif, Hukum positif merupakan sederet asas dan kaidah hukum yang berlaku saat ini, berbentuk kedalam lisan maupun tulisan yang keberlakuan hukum tersebut mengikat secara khusus dan umum yang diegakkan oleh lembaga peradilan atau pemerintahan yang hidup dalam suatu negara. Meskipun hukum positif yang dijelaskan merupakan hukum yang berlaku pada saat ini akan tetapi tidak meninggalkan hukum yang berlaku pada masa lalu.

Hukum positif disebut juga ius constitutum yang berarti kumpulan asas dan kaidah hukum tertulis yang pada saat ini sedang berlaku dan mengikat. Memasukkan hukum yang pernah berlaku sebagai hukum positif dapat pula dikaitkan dengan pengertian keilmuan yang membedakan antara ius constitutum dan ius constituendum. Ius constituendum lazim didefinisikan sebagai hukum yang diinginkan atau yang dicita-citakan, yaitu hukum yang telah didapati dalam rumusan-rumusan hukum tetapi belum berlaku: Berbagai rancangan peraturan perundang-undangan (RUU, RPP, R.Perda, dan lain-lain rancangan peraturan) adalah contoh-contoh dari ius constituendum.

Termasuk juga ius constituendum adalah peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan tetapi belum berlaku, misalnya, Undang-Undang No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara telah menjadi Undang-Undang pada tahun 1986, tetapi baru dijalankan lima tahun kemudian (1991). Hukum yang pernah berlaku adalah ius constitution walaupun tidak berlaku lagi, karena tidak mungkin dimasukkan sebagai ius constituendum. Dalam kajian ini, hukum positif diartikan sebagai aturan hukum yang sedang berlaku atau sedang berjalan, tidak termasuk aturan hukum di masa lalu .

secara terperinci dijelaskan oleh situs resmi Mahkamah agung Republik Indonesia. Hukum positif adalah kumpulan asas dan kaidah hukum tertulis yang ada pada saat ini sedang berlaku dan mengikat secara umum atau khusus dan ditegakkan oleh atau melalui pemerintah atau pengadilan dalam Negara Indonesia. Hukum positif dapat diklasifikasi kedalam berbagai macam pengelompokan, yaitu antara lain dilihat dari sumbernya, bentuknya, isi materinya dan lain sebagainya.

Sumber Hukum Positif

Sumber hukum dapat diartikan sebagai-bahan yang digunakan sebagai dasar oleh pengadilan dalam memutus perkara. Menurut Sudikno,kata sumber hukum sering digunakan dalam beberapa arti, yaitu:

  • Sebagai asas hukum, sebagai sesuatu yang merupakan permulaan hukum,
    misalnya kehendak Tuhan, akal manusia jiwa bangsa dan sebagainya.
  • Menunjukkan hukum terdahulu yang memberi bahan kepada hukum
    sekarang yang berlaku, seperti hukum Perancis, hukum Romawi.
  • Sebagai sumber berlakunya, yang memberi kekuatan berlaku secara
    formal kepada peraturan hukum (penguasa, masyarakat).
  • Sebagai sumber darimana kita dapat mengenal hukum, misalnya
    dokumen, undan-undang, lontar, batu bertulis, dan sebagainya.
  • Sebagai sumber hukum. Sumber yang menimbulkan aturan hukum.

Sumber hukum sendiri diklasifikasikan kedalam dua dua bentuk yaitu sumber hukum formil dan sumber hukum materiil. Sumber hukum formil menjadi determain formil membentuk hukum (formele determinanten van de rechtsvorming), menentukan berlakunya hukum. Sedangkan sumber- sumber hukum materiil membentuk hukum (materiele determinanten van de rechtsvorming), menentukan isi dari hukum. Sumber hukum yang formil adalah:

[AdSense-B]

1. Undang-undang

Undang-undang adalah suatu peraturan yang mempunyaikl kekuatan hukum mengikat yang dipelihara oleh penguasa negara. Contohnya Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan perundang-undangan dan sebagainya. Undang-undang sering digunakan dalam 2 pengertian, yaitu Undang-undang dalam arti formal dan Undang-undang dalam arti material. Undang-undang dalam arti formal adalah keputusan atau ketetapan yang dilihat dari bentuk dan cara pembuatannya disebut undang-undang. Dilihat dari bentuknya, Undang-undang berisi
konsideran dan dictum (amar putusan).

2. Adat dan Kebiasaan

Peranan kebiasaan dalam kehidupan hukum pada masa sekarangini  memang sudah banyak merosot. Sebagaimana telah diketahui,kebiasaan merupakan tidak lagi sumber yang penting sejak ia didesak
oleh perundang-undangan dan sejak sistem hukum semakin didasarkan pada hukum perundang-undangan atau jus scriptum. Dalam buku Mengenal Hukum yang menguraikan mengenai perbedaan kebiasaan dan adat sebagaimana yang dikutip oleh Sudikno:

kebiasaan merupakan pola tingkah laku yang ajeg, tetap, normal atau adat dalam masyarakat atau pergaulan tertentu. Pergaulan hidup ini merupakan lingkungan yang sempit seperti desa, tetapi dapat luas juga yakni meliputi masyarakat Negara yang berdaulat. Perilaku yang tetap atau ajeg berarti merupakan perilaku manusia yang diulang. Perilaku yang diulang itu mempunyai kekuatan normative, mempunyai kekuatan mengikat. Karena diulang oleh banyak orang maka mengikat orang lain untuk melakukan hal yang sama, karenanya menimbulkan keyakinan atau kesadaran, bahwa hal itu memang patut dilaksanakan, bahwa itulah adat.

3. Traktat

Merupakan perjanjian yang diadakan dua negara atau lebih. Biasanya memuat peraturan-peraturan hukum. Jenis-jenis traktat diantaranya yaitu:

  • Traktat Bilateral, yaitu traktat yang terjadi antara dua negara saja.
  • Traktat Multirateral yaitu traktat yang dibuat oleh lebih dari dua
    negara.
  • Traktat Kolektif, yaitu traktat multirateral yang membuka
    kesempatan bagi mereka yang tidak ikut dalam perjanjian itu untuk
    menjadi anggotanya.

Itulah tadi penjelasan mengenai apa itu hukum positif dan sumber hukumnya. semoga dapat bermanfaat.