Sponsors Link

3 Ciri Ciri Etika Politik Dalam Berdemokrasi

Sponsors Link

Ciri ciri etuka politk, Etika sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika memberi manusia orientasi bagaimana menjalani kehidupannya melalui rangkaian
tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam hidupnya. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan yang tepat dan benar tentang tindakan apa yang perlu untuk dilakukan.

ads

Etika dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan manusia khususnya juga dalam bidang politik. Etika dasar mengajarkan tentang moralitas dimana moralitas adalah menyangkut soal baik-buruk. Namun etika bukan sekedar persoalan baik-buruk, benar salah, tetapi, lebih bersifat membangun kesadaran dalam diri manusia. Kesadaran dalam memilih suatu keputusan atas tindakan lebih penting. Etika mengantarkan manusia untuk memilih dengan rasional dan penuh kesadaran, sehingga ia mampu mempertanggungjawabkan bersama dengan segala konsekuensi dari keputusan tindakannya.

Tujuan etika politik, menurut Paul Ricoeur, adalah mengarahkan pada hidup yang baik, bersama dan untuk orang lain, dalam rangka memperluas lingkup kebebasan dan membangun institusi-institusi yang
adil.Definisi etika politik membantu kita menganalisa korelasi antara tindakan individual, tindakan kolektif, dan struktur-struktur yang ada. Penekanan adanya korelasi ini menghindarkan pemahaman etika politik yang direduksi menjadi hanya sekadar etika individual yakni perilaku individu dalam bernegara.

ciri ciri etika politik terangkum dalam pengertian politik dalam perspektif Ricoeur mengandung tiga hal tuntutan yakni :

  1. Upaya hidup yang baik bersama dan
    untuk orang lain;
  2. Upaya memperluas lingkup kebebasan,
  3. Membangun institusi-institusi yang adil.

Tiga tuntutan itu saling terkait.“Hidup yang baik bersama dan untuk orang lain” tidak mungkin akan terwujud kecuali bila seseorang mampu menerima pluralitas dan mau hidup dalam kerangka institusi-institusi yang adil. Hidup yang baik tidak lain adalah cita-cita kebebasan: kesempurnaan eksistensi atau
pencapaian keutamaan. Institusi-institusi yang adil memungkinkan adanya perwujudan kebebasan dengan menghindarkan warganegara atau kelompok-kelompok dari saling merugikan satu sama lainnya.

Sebaliknya, kebebasan warganegara mendorong inisiatif dan sikap kritis terhadap institusi-institusi yang tidak adil.Pengertian kebebasan yang dimaksud adalah syarat fisik, sosial, dan politik yang perlu demi terlaksananya secara nyata kebebasan atau disebut democratic liberties: kebebasan pers, kebebasan berserikat dan berkumpul, kebebasan mengeluarkan pendapat, dan sebagainya.

etika politik tidak hanya menyangkut
perilaku individual saja, tetapi terkait dengan tindakan kolektif, yang sebenarnya berarti etika sosial. Dalam etika individual, kalau orang mempunyai pandangan tertentu dapat langsung diwujudkan dalam
tindakannya. Sedangkan dalam etika politik, yang merupakan etika sosial,
untuk dapat mewujudkan pandangannya secara konkrit dibutuhkan persetujuan dari sebanyak mungkin warganegara karena menyangkut tindakan kolektif.

Oleh karena itu, hubungan antara pandangan hidup seseorang dengan tindakan kolektif sifatnya tidak langsung, yang artinya untuk hal tersebut tercapai dibutuhkan adanya perantara. Perantara ini berfungsi menjembatani pandangan pribadi dengan tindakan kolektif. Perantara itu bisa berupa simbol-simbol ataupun nilai- nilai, misalnya: simbol-simbol agama, demokrasi, dan nilai-nilai keadilan, kebebasan, kesetaraan, dan sebagainya.

Sponsors Link

Melalui simbol-simbol dan nilai-nilai itu, para politikus berusaha meyakinkan sebanyak mungkin warganegara agar dapat menerima pandangannya sehingga mendorong kepada tindakan atau gerakan bersama. Karena itu, politik disebut seni karena membutuhkan kemampuan untuk meyakinkan masyarakat melalui wicara dan persuasi yang baik dan benar supaya nilai-nilai dan simbol demi kepentingan umum dapat dipahami.

Etika politik akan kritis terhadap manipulasi atau penyalahgunaan nilai-nilai dan simbol-simbol. Etika politik berkaitan dengan masalah struktur sosial, politik, ekonomi, dan budaya yang mengkondisikan tindakan kolektif. Tuntutan pertama etika politik adalah “hidup baik bersama dan untuk orang lain”. Pada tingkatan ini, etika politik dipahami sebagai perwujudan sikap dan perilaku warganegara dan para politikus. Politikus yang baik adalah politikus yang jujur, santun, memiliki integritas, menghargai orang lain, menerima pluralitas, memiliki keprihatinan untuk kesejahteraan umum, dan tidak mementingkan golongannya.

Jadi, politikus yang menjalankan etika politik adalah negarawan yang mempunyai keutamaan-keutamaan moral. Dalam sejarah filsafat politik, filsuf seperti Socrates sering dipakai sebagai model karena memiliki kejujuran dan integritas. Politik dimengerti sebagai seni yang mengandung kesantunan. Kesantunan politik diukur dari keutamaan moral. Dalam bidang politik, manusia diajak memilih untuk memperjuangkan dasar etika berpolitik dengan penuh kesadaran dalam hidupnya sehari-hari.

Manusia diajak kritis dan mampu menentukan sikapnya dengan benar atas sistem pemerintahan, hukum perundang- undangan dan banyak hal lainnya yang menyangkut kehidupan bersama. Untuk sampai pada kesadaran demikian manusia tidak dapat memperolehnya begitu saja, namun dapat dibantu dengan banyak hal, salah satunya dengan pendidikan.

Itulah tadi, 3 ciri etika politik dalam berdemokrasi. Semoga dapat bermanfaat.

, , ,
Post Date: Tuesday 12th, February 2019 / 08:37 Oleh :
Kategori : Politik