Sponsors Link

3 Dampak Sekularisme Terhadap Kehidupan Masyarakat

Sponsors Link

Dampak Sekularisme terhadap kehidupan,  sekulerisme, atau sekuler saja dalam penggunaan masa kini secara garis besar adalah sebuah ideologi yang menyatakan bahwa sebuah institusi atau badan negara harus berdiri terpisah dari agama atau kepercayaan. Sekularisme dapat menunjang kebebasan beragama dan kebebasan dari pemaksaan kepercayaan dengan menyediakan sebuah rangka yang netral dalam masalah kepercayaan serta tidak menganakemaskan sebuah agama tertentu.

ads

Sekularisme juga merujuk ke pada anggapan bahwa aktivitas dan penentuan manusia, terutamanya yang politis, harus didasarkan pada apa yang dianggap sebagai bukti konkret dan fakta, dan bukan berdasarkan pengaruh keagamaan. Dalam istilah politik, sekularisme adalah pergerakan menuju pemisahan antara agama dan pemerintahan. Hal ini dapat berupa hal seperti mengurangi keterikatan antara pemerintahan dan agama negara, menggantikan hukum keagamaan dengan hukum sipil, dan menghilangkan pembedaan yang tidak adil dengan dasar agama. Hal ini dikatakan menunjang demokrasi dengan melindungi hak-hak kalangan beragama minoritas.

Sekularisme, seringkali dikaitkan dengan Era Pencerahan di Eropa, dan memainkan peranan utama dalam perdaban barat. Prinsip utama Pemisahan gereja dan negara di Amerika Serikat, dan Laisisme di Prancis, didasarkan dari sekularisme.
Kebanyakan agama menerima hukum-hukum utama dari masyarakat yang demokratis namun mungkin masih akan mencoba untuk memengaruhi keputusan politik, meraih sebuah keistimewaan khusus atau. Aliran agama yang lebih fundamentalis menentang sekularisme.

Penentangan yang paling kentara muncul dari Kristen Fundamentalis dan juga Islam Fundamentalis. Pada saat yang sama dukungan akan sekularisme datang dari minoritas keagamaan yang memandang sekularisme politik dalam pemerintahan sebagai hal yang penting untuk menjaga persamaan hak. Negara-negara yang umumnya dikenal sebagai sekuler di antaranya adalah Kanada, India, Prancis, Turki, dan Korea Selatan, walaupun tidak ada dari negara ini yang bentuk pemerintahannya sama satu dengan yang lainnya.

Sekulerisme semakin menggejala sampai detik ini. Ia adalah virus jahat yang kian menyebar ke tubuh kaum muslimin. Korbannya tidak pandang bulu dan tak pandang usia. Mulai dari kalangan atas sampai kalangan bawah. Para cendikiawan muslim, intelektual, pendakwah, pendidik, sampai anak-anak kecil. berikut merupakan dampak sekulerisme terhadap kehidupan masyarakat.

1. Bidang Pendidikan

sistem pendidikan di negeri yang mayoritas muslim ini bagaimana siswa didiknya digiring kearah sekulerisme, kebebasan beragama, berbicara, bertingkah laku. Anak-anak digiring untuk jauh dari aturan agamanya. Dipaksa untuk mengikuti perayaan agama lain atas dalih toleransi. Disodorkan oleh tayangan-tayangan yang sama sekali tak mendidik, tak menjadikan mereka generasi yang salih dan bertakwa. Justru sebaliknya, anak-anak diarahkan untuk menikmati kehidupan sebatas materi, kebebebasan dalam segala hal.

2. Aspek Sosial

Dalam aspek sosial tak kalah mewabahnya. Seorang yang ingin taat pada syariat, namun dipandang sebelah mata, aneh, dinyiyirin dan di bully habis-habisan. Hingga Kriminalitas akibat hal ini semakin menggurita. Dalam Peradilan pun demikian, umat tak bisa melaksanakan sistem sanksi dalam Islam.

3. Aspek Politik

Kemudian dalam hal politik, dan pemerintahan, agama tak boleh mencampuri kehidupan bernegara. Makna politik yang disalahartikan, jangan bawa-bawa agama dalam politik karena poltik itu kotor. Padahal politik adalah hal yang tak bisa dipisahkan dari agama, pun sebaliknya. Politik dalam Islam artinya adalah mengurusi urusan rakyat.

Dalam kajian keagamaan, masyarakat dunia barat pada umumnya dianggap sebagai sekuler. Hal ini dikarenakan kebebasan beragama yang hampir penuh tanpa sanksi legal atau sosial, dan juga karena kepercayaan umum bahwa agama tidak dapat menentukan keputusan politis. Tentu saja, pandangan moral yang muncul dari tradisi keagamaan tetap penting di dalam sebagian dari negara-negara ini.
Sekularisme juga dapat berarti ideologi sosial. Di sini kepercayaan keagamaan atau supranatural tidak dianggap sebagai kunci penting dalam memahami dunia, dan oleh karena itu dipisahkan dari masalah-masalah pemerintahan dan pengambilan keputusan. Sekularisme tidak dengan sendirinya adalah Ateisme, banyak para Sekularis adalah seorang yang religius dan para Ateis yang menerima pengaruh dari agama dalam pemerintahan atau masyarakat. Sekularime adalah komponen penting dalam ideologi Humanisme Sekuler.

Sponsors Link

Beberapa masyarakat menjadi semakin sekuler secara alamiah sebagai akibat dari proses sosial alih-alih karena pengaruh gerakan sekuler, hal seperti ini dikenal sebagai Sekularisasi Komentator modern mengkritik sekularisme dengan mengacaukannya sebagai sebuah ideologi antiagama, ateis, atau bahkan satanis. Kata Sekularisme itu sendiri biasanya dimengerti secara peyoratif oleh kalangan konservatif. Walaupun tujuan utama dari negara sekuler adalah untuk mencapai kenetralan di dalam agama.

Beberapa sekularis menginginkan negara mendorong majunya agama (seperti pembebasan dari pajak, atau menyediakan dana untuk pendidikan dan pendermaan) tetapi bersikeras agar negara tidak menetapkan sebuah agama sebagai agama negara, mewajibkan ketaatan beragama atau melegislasikan akaid. Pada masalah pajak Liberalisme klasik menyatakan bahwa negara tidak dapat “membebaskan” institusi beragama dari pajak karena pada dasarnya negara tidak mempunyai kewenangan untuk memajak atau mengatu agama.

Hal ini mencerminkan pandangan bahwa kewenangan duniawi dan kewenangan beragama bekerja pada ranahnya sendiri-sendiri dan ketka mereka tumpang tindih seperti dalam isu nilai moral, kedua- duanya tidak boleh mengambil kewenangan namun hendaknya menawarkan sebuah kerangka yang dengannya masyarakat dapat bekerja tanpa menundukkan agama di bawah negara atau sebaliknya.

Itulah tadi,3 dampak sekulerisme di berbagai bidang. Semoga bermanfaat.

, , ,
Post Date: Saturday 02nd, March 2019 / 10:55 Oleh :
Kategori : Pro Kontra