5 Ciri Ciri Budaya Politik Militan

Ciri ciri budaya politik militan, Budaya politik merupakan pegangan usaha penataan kehidupan politk yang
diarahkan pada pembangunan dan
pengembangan tatanan politik berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Menurut Kantapriwara (1988) Budaya politik tidak lain dari pola tingkah Laku individu dan orientasinya terhadap
kkehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu system politik. Masuknya Teknologi maju dan pertukaran atau kontak dengan kebudayaan luar, boleh jadi akan
terjadi keadaan yang tiddak harmonis atau keadaan yang mengubah kearah
keseimbangan yang baru dan lebih harmonis.

Budaya politik dalam suatu masyarakat atau bangsa dapat diketahui melalui tipe-tipe budaya politik yang ada dalam masyarakat setempat. Oleh karena itu, budaya politik pada setiap masyarakat dapat berbeda-beda.
Begitu juga dengan budaya politik yang berkembang di Indonesia akan berbeda dengan negara lain. Bagaimanakah budaya politik yang berkembang di Indonesia? Sebelum sampai pada bahasan tentang budaya politik yang berkembang di negara Indonesia, alangkah baiknya jika Anda pahami terlebih dahulu tipe-tipe budaya politik yang biasa diterapkan di berbagai negara. Budaya politik juga dapat diartikan sebuah sistem agar masyarakat ikut serta dalam kebijakan pemerintahan atau secara singkat merupakan praktek masyarakat dalam bidang politik.

Tipe budaya politik yang berlaku di negara-negara pada umumnya dapat dibedakan berdasarkan penggolongannya. Misalnya berdasarkan sikap yang ditunjukkan, sikap terhadap tradisi dan perubahan, serta berdasarkan orientasi politiknya. Pada negara yang memiliki sistem ekonomi dan teknologi yang kompleks, menuntut kerja sama yang luas untuk memperpadukan modal dan keterampilan. Jiwa kerja sama dapat diukur dari sikap orang terhadap orang lain. Pada kondisi ini budaya politik memiliki kecenderungan sikap militan atau toleransi.

Budaya politik militan merupakan Budaya politik yang tidak memandang perbedaan sebagai usaha mencari alternatif yang terbaik, tetapi dipandang sebagai usaha jahat dan menantang. Jika terjadi krisis, yang dicari adalah kambing hitamnya , bukan disebabkan oleh peraturan yang salah dan masalah yang mempribadi selalu sensitif dan membakar emosi. Sehingga ada beberapa ciri spesifik yang mengambarkan budaya politik militan, ciri budaya politik militan tersebuy dapat dilihat dari beberapa segi berikut ini.

1. Toleransi

Dalam budaya politik militan, sikap toleransi antar sesama bisa dikatakan sangat kurang. Kondisi seperti ini disebabkan karena pada budaya politik militan, perbedaan adalah sesuatu yang dapat menimbulkan kerusuhan atau keburukan. oleh karena itu, segala bentuk sikap, perbuatan dianggap kesamaan yang dipaksaan dalam sebuah perbedaan. Disisi lain, pada budaya politik militan ini memiliki alasan khusus terhadap hal tersebut. Alasannya adalah untuk mempertahankan kesatuan dan persatuan dalam masyarakat.

2. Kerjasama

Pada umumnya, setiap negara dalam memajukan atau menjalankan program pemerintahan tentunya membutuhkan kerjasama antar negara. Saling support satu sama lain dalam mencapai tujuan bersama. Akan tetapi ternyata hal ini tidak berlaku pada budaya politik militan. Sebagian besar masyarakat yang hidup pada negara tersebut cenderung tidak memiliki sifat toleransi dan cenderung kritis.

Maka dari itu, peluang akan kerjasama dengan berbagai pihak di luar lingkup masyarakat menjadi kurang bahkan sangat tidak mungkin untuk dilakukan. Adapun pihak luar yang dimaksudkan disini adalah mereka yang sangat berbeda dengan masyarakat yang hidup dalam negara politik militan. Orang-orang tersebut justru dicurigai oleh masyarakat militan. Kondisi ini menyebabkan tujuan pembangunan nasional pada negara dengan budaya politik militan menjadi sulit tercapai.

3. Bentuk Diskriminasi

Apa itu diskriminasi?. Diskriminasi merupakan suatu pembeda perlakuan yang dilakukan dikarenakan faktor perbedaan dalam berbagai sektor, seperti pendidikan, ekonomi dan lain sebagainya. Dalam politik militan, diskriminasi merupakan sesuatu yang sangat dihindari mengingat negara yang menganut paham ideologi tersebut sangat menghindari perbedaan. Mereka memperlakukan keadilan hanya kepada mereka yang tidak dianggap berbeda dalam masyarakat. Dapat dikatakan bahwa tingkat diskriminasi pada negara militan ini cenderung tinggi.

[AdSense-B]

4. Konsep Pemerintahan Pusat

Di negara militan, pemerintah pusat memberikan jaminan akan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat dan untuk mencegah terjadinya perbedaan serta terjadinya konflik sosial. Oleh karena itu, pada negara militan wewenang pemerintah pusat memiliki kekuasaan secara penuh dalam menjalankan segala aspek kebijakan serta dalam pengelolaan SDA yang telah dimiliki. Menariknya adalah penguasa yang tingkat kepemimpinannya berada dibawah pemerintah pusat juga memiliki kewenangan kekuasaan penuh untuk menjalankan tugas dan kewajibannya masing-masing.

Kebijakan otonomi daerah pada budaya politik militan merupakan sesuatu yang bersifat sentralisasi. Seperti yang telah kita ketahui bahwasanya keterbukaan pada negara dengan budaya politik toleransi sangat terasa dalam berbagai sektor penyelenggaraan pemerintahan. Dalam penyelenggaraan pemerintah, rakyat dapat mengawasi jalannya pemerintahan yang dijalankan.

5. Musyawarah Bukan merupakan bagian dari sistem pemerintahan

Musyawarah merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mencapai keputusan dan tujuan bersama. Pada negara toleransi, musyawarah merupakan hal penting yang dilakukan dalam menyelesaikan konflik yang muncul dalam masyarakat. Musyawarah hanya akan berhasil apabila telah terjadi bentuk-bentuk keputusan bersama. Adapun contohnya adalah musyawarah dalam pemilihan ketua RT.

Akan sangat berbeda pada budaya politik militan yang memang kekuasaan dipegang penuh oleh penguasa tertinggi. Oleh karena itu setiap ada keputusan penting, meskipun hal tersebut berkaitan dengan kepentingan masyarakat maka keputusannya tetap diambil alih oleh para petinggi negara. Kebebasan demokrasi dan individu pada negara militan kurang diapresiasi. Namun, dengan demikian setidaknya dapat menjamin ketertiban serta keamanan ditengah-tengah kehidupan masyarakat.

Nah, itulah tadi 5 ciri ciri politik militan ditinjau dari berbagai aspek. Semoga dapat bermanfaat.