Sponsors Link

12 Cara Memberi Hukuman Pada Anak Paling Efektif

Sponsors Link

Cara Memberi Hukuman Pada AnakCara Memberi Hukuman Pada Anak bukan hanya merupakan bentuk pembelajaran namun juga dapat memberikan efek jera serta jangan juga melupakan unsur pendidikan di dalamnya seperti pada contoh pelanggaran ham di keluarga .

ads

Faktanya Hampir 70 persen orangtua pernah menghukum anak sendiri dengan hukuman fisik. Padahal, para psikolog anak sangat tidak menganjurkan untuk memberikan hukuman seperti itu, mengingat hukuman fisik akan memiliki dampak membahayakan untuk anak dewasa nanti. Berbagai dampak tersebut salah satunya adalam munculnya rasa trauma dan ketkutan yang berlebihan pada anak, sehingga kemudian dapat menghambat perkembangan sang anak sebagimana pada contoh pelanggarn ham dilingkungan bansa dan negara .

Tidak semua cara menghukum anak diterapkan di segala usia. Berbeda usia, berbeda cara menghukum, berbeda pula efektivitas serta dampaknya. Setiap fase pertumbuhan dan perkembangan anak tentu juga memberikan pola pengajaran dan hukumang yang harus sesuai. Misalnya saat anak berusia dini , Setiap kali Anda ingin menghukum anak, cobalah untuk mengikuti garis besar seperti ini: Pertama, identifikasi dulu masalah yang dibuatnya, lalu Anda bisa jelaskan dampak dari perbuatannya.

Salah satu penyebab orang tua sering menghukum anak tidak lain disebbkan karena  karakter anak yang nakal tak jarang membuatnya melakukan berbagai kesalahan, hingga membuat orangtua emosi. Untuk mengatasinya, orangtua terkadang  menghukum buah hatinya agar jera, dan berharap dia tidak berani lagi mengulangi kesalahannya dalam contoh pelanggaran demokrasi . Nah, bagi and para orang tua baru tentu harus belajar banyak agar tentunya dapat memberikan pola hukuman yang sesuai dan mendidik seperti 12 Cara Memberi Hukuman Pada Anak paling efektif berikut ini.

  1. Biarkan anak mengetahui kesalahannya

Salah satu cara yang bijak dalam memberi hukuman kepada anak adalah terlebih dahulu menjelaskan kepada anak tentang alasan kenapa dia dihukum. Tujuannya agar anak  mengetahui kesalahan yang diperbuatnya. Dengan memahami apa yang menjadi kesalahannya, maka hukuman yang diberikan kepada anak tersebut akan membuatnya belajar dari pengalaman dan  berusaha tidak mengulangi lagi perilakunya yang buruk.

2. Beri Kesmpatan anak Untuk Menjelaskan

Ketika anak melakukan kesalahan, sebagian orangtua langsung saja memberi hukuman tanpa mau mendengar alasan apapun yang dikatakan oleh anaknya. Padahal mendengarkan alasan anak terlebih dahulu merupakan hal yang sangat penting, agar orangtua  tidak salah menghukum. Yakinlah moms,  setiap perilaku atau kesalahan yang dilakukan anak selalu disertai oleh alasan-alasan tertentu. Dengarkan alasan mereka dan hargai itu sebagimana juga pada hukuman bagi pelanggaran ham ringan .

3. Pilih Hukuman yang Memberi Dampak Positif

Bagaimana bentuk hukuman yang  mendidik? Banyak bentuk hukuman yang mendidik yang bisa merangsang anak untuk bersikap lebih baik. Misalnya saja seorang anak yang begitu nakal, bandel dan susah diatur, bentuk hukuman yang bisa diberikan seperti pengurangan uang jajan. Sifat anak-anak yang suka jajan, akan menuntun insting anak untuk tidak nakal, agar bisa mendapat uang jajan seperti sebelumnya.

Bisa juga anak diberi hukuman seperti menghafal perkalian, membersihkan sendiri tempat tidurnya, menyapu halaman rumah dan beberapa hukuman lainnya yang  membuat anak menemukan nilai-nilai positif dari hukuman yang dijalani seperti pada hukuman bagi kdrt .

4. Bersikap Tegas namun Bukan Keras

Dalam mendidik anak sebaiknya berlaku lemah lembut namun tetap tegas dan sangat disarankan untuk meminimalisir tindakan progresif atau keras terhadap anak. Tegas adalah suatu tindakan yang dilakukan pada waktu dan tempat yang tepat, dan tetap menghargai perasaan anak. Sedangkan keras adalah tindakan yang lebih menuruti emosi, tanpa mempertimbangkan dampak yang bisa ditimbulkan dari sebuah perbuatan.

Sponsors Link

5. Hukuman Karena Emosi akan Berdmpak Buruk

Emosi dan kemarahan yang meledak serta kesabaran yang tidak bisa lagi ditahan membuat orangtua langsung memberi hukuman kepada anaknya tanpa berpikir panjang. Hati-hati loh moms,  hukuman yang diberikan kepada anak saat dalam kondisi marah dan emosi, bukan saja berdampak buruk pada psikologi anak tetapi akan berdampak buruk pada diri Anda sendiri.

Jadi kendalikan dulu amarah dan sikap emosi sebelum menghukum anak.  Ketika suasana hati sudah lebih tenang maka Anda bisa memberi hukuman pada anak. Tapi yakinkan pada anak, hukuman yang Anda berikan tersebut adalah sebagai bentuk cinta dari orang tua yang ingin melihat anaknya menjadi lebih baik lagi.

6. Membtasi Anak Melakukan yang ia Sukai sebagai Bentuk Hukuman

Membatasi anak untuk melakukan hal yang dia sukai juga bisa menjadi alternatif hukuman yang mendidik.  Misalnya membatasi bermain game atau bermain bersama teman-temannya. Berikan anak Anda waktu untuk menyendiri dan merenungi kesalahannya agar anak bisa mengistrospeksi sikap dan perilakunya. Namun tetap dampingi anak agar efek hukuman yang diberikan lebih bernilai positif.

7. Berikan Hukuman yang Proporsional

Berikan hukuman yang proporsional, tidak berlebihan. Jangan sampai kesalahan kecil yang dia lakukan namun hukuman yang Anda berikan sangat berat. Atau sebaliknya kesalahannya sangat fatal namun hukuman yang Anda berikan sangat mudah dan ringan. Tingkat kesesuaian hukuman dengan kesalahan yang dilakukan sangatlah penting. Sesuaikan juga hukuman yang diberikan dengan tingkat usia anak agar hukuman yang diberikan benar-benar efektif dan tepat sasaran.

8. Dilarang Keras Memberi Hukuman yang Mepermalukan Anak

Memberi hukuman yang bisa mempermalukan anak akan sangat berpengaruh pada psikologis anak. Anak akan merasa malu karena dihukum didepan teman-temannya. Selain itu anak akan merasa minder dan trauma. Jika ingin memberi hukuman sebaiknya pilihlah tempat  dan waktu yang tepat yang tentunya berbeda dengan contoh pelanggaran hak cipta film .

Sponsors Link

9. Beri Penjelasan Bahwa yang Anak Lakukan Adalah Salah

Cara menghukum anak yang benar dan mendidik adalah dengan menjelaskan kepada anak tentang alasan kenapa dia dihukum. Cobalah untuk menjelaskannya dengan penuh cinta dan kasih sayang. Dengan mengetahui bahwa sejatinya hukuman yang diberikan bertujuan agar anak  menjadi pribadi yang lebih baik,  justru akan menumbuhkan rasa cinta anak  kepada orang tuanya.

10. Jangan Hanya Menghukum tapi Beri Juga Reward

Jika anak telah menjalani hukuman dan dapat mengambil hikmah dari hukuman itu, berikan apresiasi padanya. Jangan ragu untuk memuji komitmennya dalam menjalani hukuman. Penghargaan dan pujian pada anak yang diberikan secara tepat membuat anak tidak kehilangan semangat.

11. Jangan Lupa Berikan Pujian

Selain itu, jika Anda rutin memberikan pujian yang cocok, dia akan lebih mudah menerima kritik sehingga dia bisa terus berusaha. Dan, hasil yang dia dapatkan akan membuat anak dan Anda puas.

12. Memberikan anak tugas rumah tambahan

Hal ini dapat memberikan nilai positif dimana anak akan dapat belajar mengenai arti tanggung jawab. Selain itu juga hal ini dapat menjadi upaya bagi orang tua untuk memperkenalkan anak kepada pekerjaan rumah. Seperti belajar membereskan mainan mereka sendiri, dan aktivitas berberes lainnya.

Nah, itulah tadi 12 Cara Memberi Hukuman Pada Anak paling efektif. Semoga dapat bermanfaat.

, , , ,
Post Date: Friday 19th, October 2018 / 03:46 Oleh :
Kategori : Pro Kontra