7 Upaya Pemerintah Mengatasi Kenakalan Remaja Di Indonesia

Kenakalan remaja adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan, atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak ke dewasa. Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Masalah kenakalan remaja mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal pada tahun 1899 di Illinois, Amerika Serikat.

Jenis-Jenis kenakalan remaja antara lain, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, dan tawuran antar pelajar. Kenakalan remaja itu terjadi karena beberapa faktor, bisa disebabkan dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal). Salah satunya adalah adanya pengaruh teknologi yang semakin canggih dan moderen. Pada faktanya teknologi todak digunakan secara bijak dan malah digunakan untuk hal-hal yanh negatif . Pada akhirnya hal inilah yang kemudian memberikan dampak dan pengaruh buruk sehingga hal hal yang tidak lazim dilakukam oleh anak remaja malah sengaja dilakukam agar di cap keren.

Kenakalan remaja telah menjelma menjadi masalah yang kompleks dan harus segera diselesaikan sebagaimana contoh hukuman yang mendidik siswa sma . Sebab jika tidak maka akan mengancam masa depan bangsa kedepannya. Pada faktanya kita tak dapat memungkiri, di tangan generasi sekaranglah maka akan dada yang dicetak menjadi pemimpin . Jika kenakalan remaja sudah menjalar kemanapun, maka tidak menutup kemungkinan sosok pemimpin ideal masa depan tidak akan pernah ditemukan. Oleh sebab itu, dibutukan kerja sama berbagai pihak termasuk juga pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini. Hal ini direspon dengan baik oleh pemerintah melalui 7 Upaya Pemerintah Mengatasi Kenakalan Remaja di Indonesia.

1. Pengawasan Ketat Di Sekolah

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan melakukan pengawasan ketat di sekolah sebagaimana contoh hukum objektif . Sebab, tidak dipungkiri bahwa pada saat ini remaja banyak menghabiskan waktu di sekolah di banding di rumah. Tentunya hal ini, menjadikan pemerintah semakin memerketat pengawasan di sekolah. Salah satunya adalah dengan rutin melakukan razia-razia kepada para siswa, hal ini dilakukan untuk menemukan hal hal yang harusnya tidak di miliki dan dibawa para siswa di sekolah.

Selain itu, pihak sekolah juga berperan aktif dalam meminimalisor berbagai potensi hal atau pelanggaran. Misalanya saja memberikan sanksi yang tegas terhadap para siswa yang membolos, merokok atau bahkan melakukan hal hal di luar batas norma. Tenti saja hal ini bukan menjadi sebuah kondisi yang mudah. Sebab pada faktanya meskipun pengawasan sudah relatif diperketat dan juha diperbaiki secara sistem dari waktu ke waktu, namun tetap saja angka kenakalan remaja relatif naik. Oleh sebab itu hal ini menjadi PR bagi kita semua.[AdSense-B]

2. Libatkan Orang Tua dan Sekolah

Selain di sekolah, para siswa juga akan mengjabiskan waktu mereka di rumah. Nah, pada saat inilah maka orang tua memiliki peranan yang besar dalam rangka meminimalisir kenakalan remaja yang terjadi. Oleh sebab itu, peran orang tua dalam mencegah terjadinya kenakalan remaja harus diefektifkan sebagaimana macam macam hukum di indonesia  . Sebab tentunya orang tua juga memiliki peran penting dalam upaya pendidikan dan pembentukan karakter anak. Itulah sebab nya mengapa orang tua juga harus ikut mengawasi setiap gerak gerik anak, jika dirasa ada yang tidak beres dan mencurigakan maka anda tentu harus waspada.

Sebab pada faktanya pengaruh buruk dan kenakalan remaja dapat menular tidak hanya disekolah. Nakun malah justru di luar lingkungan sekolah dimana saat sang anak bergaul dengan banyak teman teman yang berada diluar lingkaran sekolah. Dari sinilah anak bisa mendapatkan bibit bibit kenakalan remaja. Tentu saja hal ini dapat segera dideteksi jika sikap orang tua terhadap ada relatif lebih peduli. Namun, pada banyak kasus justru banyak orang tua yang bahkam tidak peduli dan tidak memeperhatikan anak.

3. Kampanye Anti Kenakalan Remaja

Pemerintah juga rutin mengadakan kegiatan kampanye dengan tema memerangi kenakalan remaja. Melibatkan berbagai remaja dari jenjang pendidikan yang berbeda. Hal ini menjadi prioritas utama terutama untuk memberikan pengetahuan kepada para remaja bahwa tidak akan ada manfàat dari sebuaj kenakalan remaja yang dilakukan seperti dalam macam macam hukum publik . Justru yang ada hanyalah kerugian yang akan ditetima tidak hanya diri sendiri, namun juga orang tua hingga lingkungan sekitar akan menerima imbasnya. Kenakalan remaja sudah menjadi sebuah wabah yang bahkan anti virusnya tidak mudah ditemukan, oleh sebab itu perlu pembentukan karakter sejak dini untuk menanamkam sikap takut terhadap dosa.

4. Sosialisasi Bahaya dari Kenakalan Remaja

Selain melalui kampanye, pemerintah juga menggalakkan kegiatan sosialisasi mengenai bahaya dari kenakalan remaja. Faktanya pemaparan mengenai kenakalan remaja ini akan dapat memberikan peringatan dan warning kepada para remaja. Bahwa tidak akan ada manfaat yang akan diterima dari kenakalan temaja dalam sistem hukum yang ada di indonesia saat ini . Justru yang ada adalah kerugian dan juga akan bisa mengancam masa depan para remaja. Alih alih bisa memperoleh kesuksesan di masa depan, justru yang ada hanyalah kegagalan dan juga jauh dari kata sukses.

5. Mengaktifkan Banyak Kegiatan Ekstrakulikuler Di sekolah

Untuk menghindari kegiatan diluar sekolah yang tak bermanfaat dan memunculkam potensi kenakalan remaja maka pemerintah kini menerapkan berbagai kegiatan ekatrakulikuler yang bisa dilakukan oleh para siswa. Kegiatan ini akan bisa menambah skill dan kemampuan siswa di luar bidang akademik. Sehingga tentunya para siswa tidak hanya dibekali kemampuan di bidang akademik namun juha bisa di bidang seni, olah raga atau kegiatan bermanfaat lainnya. Pada faktanya kegiatan ini dapat mengembangka  potensi dan bakat anak di luar prestasi akademik yanh diraihnya. [AdSense-C]

6. Membekali Dengan Pendidikan Moral

Pendidikan moral merupakan bekal utama bagi anak untuk dapat membedakan hal yang baik dan tidak. Sebab pembentukan moral dan karakter yang baik akan bisa berdampak pada menurunnya kasus kenakalan remaja sebagaimana prinsip prinsip demokrasi yang ada di indonesia . Faktanya bahwa anak-anak yang sudah paham akan moral dan etika tidak gampang terjerumus pada kenakalan remaja. Sebaliknya. Mereka yang tak dibekali hal ini akan sangat mudah terjerumus pada kenakalan remaja.

7. Mengkuatkan Pengaruh Agama

Agama merupakan elemen penting untuk membatasi perilaku para remaja. Ketika mereka ditanamkan pemikiran akan takut dosa maka pastilah hal ini akan dibawa hingga saat dewasa. Oleh karena itu sudah sepatutnya pendidikan agama diberikan kepada anak sejak usia dini. Hal ini tidak lain untuk mengurangi potemsi dan pengaruh negatif dari kenakalan remaja sebagaimana macam macam hukum positif .

Itulah tadi, 7 Upaya Pemerintah Mengatasi Kenakalan Remaja di Indonesia. Tentunya untuk mengentaskan masalah ini membutuhkan dukungan dari kita semua. Semoga artikel ini dapat membantu.