Sponsors Link

Tujuan Israel Menghancurkan Masjidil Aqsha Paling Mencengangkan

Sponsors Link

Konflik Israel dan Palestina merupakam sebuah konflik yang telah berlangsung cukup lama. Hingga saat inipun belum ada tanda-tanda akan adanya perdamaian dari kedua belah pihak. Terlebih lagi ditambah dengan bumbu-bumbu konflik yang semakim membuat hubungan keduanya semakin tegang dan meruncing yang menjadi latar belakang konflik israel palestina . Belum lagi adanya aksi-aksi yang cukup kontaversi dari kedua belah pihak. Dalam hal ini Israel mendominasi tindakan yang menimbulkan jatuhnya banyak korban terutama warga Palestina.

ads

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Israel dengan jelas-jelas ingin menguasai wilayah Palestina. Oleh karena itu, mereka menggunakan berbagai cara untuk mengusir warga Palestina dari Wilayahnya. Padahal pada awalnya warga Palestina atau orang arab Asli memberikan tempat untuk menampung umat Yahudi yang terusir dari wilayahnya. Namun, kini seperti air susu dibalas air Tuba kebaikan bangsa Arab pada masa silam malah berakibat pada perampasan tanah dan wilayahnya oleh kaum Yahudi yang tidak lain adalah bangsa Israel.

Selaim ambisis mendirikan negara dan menguasai wilayah Palestina, Israel juga secara terang-terangan menyampaikam tujuannya untuk menghancurkam masjidil Aqsha sebagaimana alasan israel menutup masjid Al-Aqsa . Padahal Masjid Al-Aqsha tidak hanya memiliki nilai histori bagi warga Palestina namun juga bagi seluruh umat Islam didunia. Meskipun mendapatkan kecaman dari berbagai negara terutama negara muslim, namun Israel tetap melancarkan rencana untuk mencapai tujuan ini sebagaimana ciri-ciri perang dingin . Jika dilihat, tentunya terdapat alasan yang mendasari tujuan Israel menghancurkan masjid Al-Aqsha. Berikut 3 Tujuan Israel Menghancurkan Masjidil Aqsha paling menengangkan .

1. Membangun Kembali Kuil Solomon (Kuil Sulaiman)

Israel mulai menjajah Yerusalem pada tahun 1967 semenjak itu, kaum Zionis mulai berupaya untuk merusak Masjid Al-Aqsha. Pada Tahun 1969 sekelompok Yahudi fanatik berupaya membakar Masjid ini. Pembakaran Masjid Al-Aqsa pada tanggal 21 Agustus 1969 telah mendorong berdirinya Organisasi Konferensi Islam yang saat ini beranggotakan 57 negara. Pembakaran tersebut juga menyebabkan mimbar kuno Shalahuddin Al-Ayyubi terbakar habis. Dinasti Bani Hasyim penguasa Kerajaan Yordania telah menggantinya dengan mimbar baru yang menurut banyak sumber menyatakan bahwa mimbar itu adalah buatan dari Jepara-Indonesia.

Cita-cita kaum Zionis-Yahudi sebagai pasukan intel terhebat di dunia  untuk membangun kembali Haikal Sulaiman terus terpelihara dengan baik di dalam memori bangsanya. Ketika gerakan Zionisme Internasional menyelenggarakan kongresnya yang pertama di Bassel, Swiss, tahun 1897, memori ini menemukan momentumnya dan Theodore Hertzl menyerukan agar semua Yahudi Diaspora berbondong-bondong memenuhi Tanah Palestina yang disebutnya sebagai Tanah Perjanjian.
Sponsors Link

Atas klaim sepihak, kaum Zionis ini mengatakan bahwa di bawah tanah Masjidil Aqsha inilah Haikal Sulaiman berdiri. Sebab itu, mereka mengatakan tidak ada pilihan lain kecuali menghancurkan Masjidil Aqsha dan kemudian membangun kembali Haikal Sulaiman di atasnya. Bagi kaum Zionis, Haikal Sulaiman merupakan pusat dunia dan pemerintahan segala bangsa.

2. Menyambut Kedatangan Messiah

Dalam keyakinan Yudaisme yang sesungguhnya telah bergeser jauh dari Taurat yang dibawa oleh Musa a.s, bangsa Yahudi meyakini bahwa di suatu hari nanti seorang Messiah akan mengangkat derajat dan kedudukan bangsa Yahudi menjadi pemimpin dunia. Namun hal ini masih menjadi perdebatan utama di kalangan Yahudi yang pro-Zionis dengan yang anti-Zionis.

Bagi yang pro-Zionisme, mereka menganggap Kuil Sulaiman harus sudah berdiri untuk menyambut kedatangan Messiah yang akan bertahta di atas singgasananya. Sedangkan bagi kaum Yahudi yang menolak Zionisme, justru Messiah sendirilah yang akan datang dan memimpin pembangunan kembali Haikal Sulaiman yang pada akhirnya diperuntukkan bagi pusat pemerintahan dunia (One World Order).

Saat ini, Israel tidak lagi menggunakan  berbagai dalih untuk menutupi tujuan mereka menghancurkan masjid Al-Aqsha. Tentunya hal ini bisa menjadi indikasi bahwa keyakinan Bangsa Yahudi akan kedatangatan Messiah memang benar adanya. Hal ini tentu menjadi hal yang amat miris. Sebab masjid Al-Aqsha memiliki historis yang penting bagi umat muslim di dunia.

3. Melaksanakan Ambisi Zionis yakni One World Order

The new world order merupakan mantra yang sering keluar di buku-buku bertema zionisme, satanic, dan freemasonry. Kita akan temukan kalimat itu dalam buku – buku semisal ; The hand of Iblis karya Dr. Omar Zaid, Pemerintah Bayangan yang ditulis Jagad A. Purbawati, – Bahkan dia juga menulis buku dengan judul “New World order-, The Age Of Deception karya Frassminggi Kamasa, Invisible Hand – Kendali Zionis di Balik Konspirasi Dunia- yang ditulis oleh Ralph Epperson, Sistem Dajjal yang ditulis oleh Ahmad Thomson, dan deretan buku-buku sejenisnya seperti buku-buku karya Harun Yahya.

Sponsors Link

Secara singkat, yang dimaksud dengan New World Order adalah sebuah sistem pemerintahan dengan tiga aspek kehidupan baru sebagaimana yang disebutkan oleh Texe Marrs dalam bukunya Dark Majesty. Ketiga aspek tersebut adalah ; Satu tatanan Ekonomi, Satu tatanan Pemerintah dan Pemerintahan, dan Satu tatanan Agama. Namun, yang dimaksud satu tatanan ekonomi bukanlah ekonomi Islam atau Syariah, satu tatanan pemerintahan dan pemerintahan bukanlah dalam pandangan Islam, dan Satu tatanan agama, bukanlah Agama Islam.

Yahudi telah merancang secara sistematis bagaimana caranya membentuk sebuah New World Order dengan basis kekuasaan di tanah bekas Kuil Salomon yang konon berada di bawah Masjid al-Aqsha. Tiga senjata menuju New World order atau Israel raya adalah menciptakan iklim ekonomi gelobal dengan sistem gurita, membuat sistem pemerintahan dengan sistem laba-laba, dan membuat konsep teologi beragama baru yang mereka khususkan untuk pemeluk agama selain Yahudi.

Israel telah mendekati ambisinya dalam mencapai one worl order. Inilah yang juga menjadi penyebab alasan Amerika melindungi Israel, hal itu juga merupakan upaya Amerika dalam membantu Israel menciptakan One World Order sebagai alasan kenapa israel ingin menguasai palestina . Pastinya mengingat langkah-langkah Israel yang mulai masif. Maka seharusnya sebagai umat muslim dunia kita tidak bisa diam begitu saja. Sebab, melindungi masjid Al-Aqsha sebagai situs warisan islam yang menyimpan banyak sejarah Rasulullah SAW bukan hanya tugas warga Palestina, melainkan menjadi tugas bagi seluruh umat muslim di dunia.

Ambisi Israel dalam menghancurkan masjid Al-Aqsha juga telah dilakukan secara terang-terangan. Ini artinya mereka telah melakukan berbagai persiapan untuk mencapai tujuannya tersebut. Bahkan beberapa waktu lalu, perwakulan dari Israel melakukan kunjungan ke Vatikan untuk meminta kembali harta karus dari kuil Solomon yang di taruh di Vatikan. Tentunya hal ini semakin menguatkan ambisi Israel untuk segera menghancurkan Masjid Al-Aqsha juga kekejaman iarael terhadap wanita palestina .

Itulah, tadi 3 Tujuan Israel Menghancurkan Masjidil Aqsha paling mencengangkan. Tentunya sebagai bagian dari umat muslim dunia maka kita harua berupaya mencegah terjadinya hal ini. Sebab Masjid Al-Aqsha telah menjadi bagian penting dalam sejarah perjalanan agama islam. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

, , , ,
Post Date: Sunday 10th, June 2018 / 01:25 Oleh :
Kategori : Internasional