Sponsors Link

5 Tujuan Hukuman Mati Di Indonesia

Sponsors Link

Sejarah mencatat bahwa Hukuman mati di Indonesia sebenarnya telah ada sejak masa kerajaan. Pada saat itu hukuman mati diberlakukan oleh para raja untuk menjamin terciptanya keamanan dan kedamaian masyarakat  yang berada di wilayah kerajaannya. Hukuman mati dilakukan dalam berbagai cara, seperti dipancung, dibakar, dan diseret dengan kuda. Kemudian berkembang lagi ke zaman kolonial hukuman mati diberlakukan untuk kasus-kasus yang menyangkut keselamatan negara, keselamatan kepala negara dan kejahatan-kejahatan sadis lainnya. Pada masa kolonial hukuman mati diatur di dalam Wetboek van Strafrecht.

ads

Hal ini berarti bahwa hukuman mati bukan lagi menjadi sesuatu yang asing sebagaimana juga contoh hukuman yang mendidik bagi anak sma . Tidak hanya di Indonesia banyak negara di dunia juga menerapkan hukuman ini sebagai bentuk hukuman bagi pelaku pelanggaran kasus berat. Pada era kini, seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi tentunya hukuman mati sendiri masih kerap menuai pro dan kontra. Jika dilihat dari sisi hukum tentunya memang ada dasar hukum yang kuat sebagai landasan seperti contoh hukum objektif . Namun, berbeda jika dilihat dari sisi kemanusiaan.

Oleh sebab itu, tidak jarang hukuman mati masih menjadi topi yang hangat diperbincangkan sebagaimana macam-macam hukum di indonesia  . Adanya hukuman mati seolah-olah terlihat melanggar hak asasi manusia yakni hak untuk hidup. Namun, tentunya jika dilihat dari tindakan kejahatan seperti pembunuhan berantai, bandar narkoba atau juga pembunujan sadis terencana. Tentunya hukuman ini dinilai sepadan, sebab ditakutkan bahwa pelaku dengan kejahatandemikian jika suatu saat dibebaskan tentu akan bisa mengulang kembali kejahatannya. Karenanya 5 Tujuan Hukuman Mati di Indonesia berikut menjadi alasan dibalik vonis yang dijatuhkan.

1. Menegakkan Hukum dan Keadilan

Keberadaan hukum tidak lain adalah untuk menegaklan leadilan yang sama rata bagi semua pihak dalam macam-macam hukum publik . Terlebih lagi bahwa dalam hukum semua orang memiliki kedudukan yang sama. Tidak dilihat dari status sosial, jumlah kekayaan, kekuasaan ataupun juha jabatan yang dimiliki. Tentunya asas leberadilan ini dapat diterapkan dengan adanya hukuman yang diberikan untuk setiap pelaku dan pelanggaran terhadap hukum. Terlebih lagi hukuman dibuat sebagai bentu pertanggung jawaban pelaku atas perbuatannya.

Hukuman mati sendiri menjadi jenis hukuman yang dinilai cukup kontaversial. Namun, jika dilihat dari sudut pandang korban maka tentu hal ini akan setimpal. Contoh saja, hukuman mati bagi terpidana gembong dan otak dari serangan terorisme. Pasti anda akan setuju jika si pelaku dijatuhi hukuman mati sebagai salah satu sistem hukum yang ada di indonesia saat ini . Sebab anda bisa membayangkan bahwa semua kotban yang jatuh tentu saja sama sekali tidak mengenal pelaku begitu juga sebaliknya. Tentu saja hal ini menjadikan terorisme adalah kejahatan kemanusiaan yang pelakunya sangat pantas dihukum mati.

Sponsors Link

2. Tidak Memberi Celah Bagi Pelaku Lain

Hukuman mati juga merupakan bentuk supremasi hukum yang ingin ditunjukkan oleh sebuah institusi dan menegakkan prinsip-prinsip demokrasi yang ada di indonesia . Dalam menjatuhkan hukuman mati pada narapidanan tentu saja sudah melalui sebuah tahapan dan juga proses yang panjang. Diharapkan dengan adanya hukumam mati ini maka akan menutup celah bagi pelaku lain. Atau juga calon-calon pelaku yang telah memiliki rencana untuk melakukan tindak lekahatan yang bisa membuatnya dijatuhi hukuman mati.

Sebab, jika todak ada contoh nyata dari sebuaj tindak kejahatan dengan penjatuhan hukiman mati. Maka akan bisa saja menyebabkan semua orang bertindak sama dengan apa yang dilakukan pelaku. Jika sudah demikian, maka tentu hukum tidak akan memiliki nilai. Sebab semua orang dapat melakukan hal yang diinginkannya tanpa mempertimbangkan aturan-aturan yang mengikat.

Akan menjadi hal yang berbahaya jika hukuman tidak bisa memberikan efek bagi para pelaku dan calon-calon pelaku yang lain. Keberadaan hukuman mati tentu menjafi salah satu solusi dalam upaya penegakan hukum. Sekaligus juga menjadi sebuah alarm bagi para calon pelaku lain untuk kembali berfikirm sekaligus merenungkan akibat yang bis didapat dari upaya tindak kejahatan yang direncanakan.

3. Efek Jera

Hukuman tentu saja harus memiliki efek bagi para pelaku salam satu bentuk macam-macam hukum positif . Bahkan bentuk hukuman sekecil apapun haruslah mampu memberikan efek jera bagi pelaku. Sehingga membuat mereka engga melakukannya kembali di masa yang akan datang. Begitu juga dengan hukuman mati, tentunya akan menimbulkan efek hera atas perbuatan yang pernah pelaku lakukan. Tidak hanya itu, efek ini huga harus dirasakan oleh masyarakat sebagai upaya untuk mencegah tindakan yang serupa dilakukan oleh orang lain. Hukuman mati diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap penurunan tingkat kejahatan.

Jika bicara soal efek tentu saja pemberian hukuman mati akan bisa membuat pelaku merasa amat menyesali atas tindakannya. Terlebih lagi hal inilah yang kemudian menjadi poin penting. Tentunya jika seseorang sudah kehilangan penyelasannya dan tak menyesali perbuatannya maka nilai kemanusiaannya juga akan dianggap tidak ada. Sehingga pastilah hukuman mati menjadi cara dan pilihan yang paling tepat untuk menjadi pembelajaran bagi orang-orang tersebut.

4. Balasan yang Setimpal

Ada sebuah pepatah yang mengatakan “hutang nyawa harus di bayar nyawa”. Tentunya pepwtah ini sudahamat familiar di telinga kita. Meskipun begitu, sebagai negara hukum tentunya hanya halim dan pengadilan lah yang berhak menjatuhkan hukuman atas tindakan seseorang sebagaimana prinsip-prinsip demokrasi pancasila . Hukuman harusnya adil dalam arti kata dapat mereferensikan bentuk keadilan yang ada. Sehingga kemudian masyarakat akan menyakini bahwa hukum merupakan sebuah nilai yang tidak bisa diganggu gugat.

Hukiman mati dianggap sebagai balasan yang setimpal atas perbuatan pelaku terhadap korban. Tentu saja hal ini merupakan bentuk perpanjangan tangan dimana hal inilaj yang tidak bisa korban berikan. Bukan sebagai bentuk balas dendam namun lebih kepada upaya penegakan keadilan bagi korban yang sudah direnggut haknya secara paksa, keji dan tak manusiawi.

Sponsors Link

5. Menjadikan Situasi Aman dan Terkendali

Hukaman mati juga dinilai memiliki tujuan dimana dapat menjadikan situasi lebih aman dan kondusif sebagaimana kelebihan demokrasi pancasila . Hal ini tidak lain karena pemberian hukuman mati akan membuat masyarakat menjadi takut. Dalam artian takut melanggar hukum dan melakukan hal yang sama. Sebab konsekuensinya sudah ada dan sudah jelas akan menanti mereka. Sehingga diharapkam situasi ini akan bisa memberikan pendidikan bagi masyarakat untu bisa lebih taat kepada hukum.

Itulah tadi, 5 Tujuan Hukuman Mati di Indonesia. Tentunya merupakan bentuk dari upaya penegakan keadilan bagi para korba. Selain itu, hukuman mati juga dianggap menjadi hukuman paling tept yang dijatuhkan kepada para pelaku yang telah melakukam timdaka di luar batas dan nilai kemanusiaan. Tentunya hukuman mati yang kerap menuai pro dan kontra seaungguhnya memiliki nilai positif baik bagi korban, pelaku, keluarga dan juga selurih masyarakat. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

, , , ,
Post Date: Wednesday 11th, July 2018 / 03:36 Oleh :
Kategori : Hukum