7 Tujuan Hukum Adat yang Berlaku di Indonesia

Tujuan Hukum Adat menjadi salah satu kajian dari pembelajaran dalam menjabarkan mengenai hukum. Hukum adat merupakan sebuah sistem hukum yang dikenal dalam lingkungan kehidupan sosial masyarakat Indonesia serta negara-negara lainnya seperti Jepang, India, dan Tiongkok. Hukum adat sendiri merupakan hukum asli bangsa Indonesia. Dimana sumbernya berasal dari peraturan-peraturan hukum yang tidak tertulis yang tumbuh dan berkembang serta dipertahankan dengan kesadaran hukum masyarakatnya.

Oleh karena peraturan-peraturan ini tidak tertulis dan tumbuh berkembang di masyarakat, maka hukum adat memiliki kemampuan menyesuaikan diri dan bersifat elastis.Terdapat dua pendapat berbeda mengenai asal kata adat ini. Di satu pihak ada yang menyatakan bahwa adat berasal dari bahasa Arab yang artinya kebiasaan. Sedangkan menurut pendapat Prof. Amura, istilah adat ini berasal dari Bahasa Sanskerta sebab menurutnya istilah ini telah dipergunakan oleh orang Minangkabau kurang lebih sejak 2000 tahun yang lalu sebgaimana tujuan dan sifat hukum ketenagakerjaan .

Menurutnya kata adat berasal dari dua kata, a dan dato. A sendiri berarti tidak dan dato berarti sesuatu yang bersifat kebendaan. Selain definisi adat sendiri,  dikenal juga masyarakat hukum adat yang merupakan sekelompok orang yang terikat oleh tatanan hukum adatnya sebagai warga bersama suatu persekutuan hukum karena kesamaan tempat tinggal ataupun atas dasar keturunan. Hukum adat lahir dan dipelihara oleh keputusan-keputusan warga masyarakat hukum adat, terutama keputusan yang berwibawa dari kepala-kepala rakyat (kepala adat) dalam membantu pelaksanaan-pelaksanaan perbuatan-perbuatan hukum.

Dalam hal pertentangan kepentingan keputusan para hakim yang bertugas mengadili sengketa, sepanjang keputusan-keputusan tersebut tidak diambilo atas dasar kesewenangan atau kurang pengertian tidak bertentangan dengan keyakinan hukum rakyat, melainkan senapas, selaras dan seirama dengan kesadaran tersebut, makan akan dapat diterima sebgaimana dalam  contoh kasus sengketa perdata internasional , diakui atau setidaknya tidak-tidaknya ditoleransi. Nah, untuk mengupas lebih jauh, berikut 7 tujuan hukum adat yang berlaku di Indonesia.

  1. Sebagai Pedoman dalam Bertingkah Laku

Hukum adat dalam fungsinya  sebagai pedoman merupakan pedoman bagi manusia dalam bertingkah laku, bertindak, berbuat di dalam masyarakat.Pedoman ini merupakan landasan bagi masyarakat agar tidak melakukan pelanggaran pelanggaran hukum yang sifatnya akan merugikan baik terhadap diri sendiri atau juga masyarakat sekitar. Hukum adat sendiri menjadi pedoman untuk membatasi diri agar tidak berlaku semnena mena. Sebab perlu diingat bahwa dalam tatanan kehidupan masyarakat kita dibatasi oleh aturan adat istiada serta juga etika dan tata kesopanan.

  1. Fungsi Pengawasan

Dalam fungsi pengawasan ini, hukum adat melalui petugas-petugas adat akan mengawasi segala tingfkah laku anggota masyarakat agar sesuai dengan hukum adat yang berlaku dalam contoh pelanggaran demokrasi. Jika terjadi pelanggaran maka akan dikenakan sanksi untuk memulihkan keseimbangan. Tentu saja fungsi pengawasan ini merupakan fungsi yang sangat penting terutama sebgai upaya penegakan terhadap hukum adat. Bayangkan jika tidak pengawasan maka setiap msyarakat dapat melakukan apapun yang diinginkannya bahkan dapat melakukan perbuatan anarkis yang sangat merugikan dan dapat menggangu stabilitas kemanan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

[AdSense-B]

  1. Membina Hukum Nasional

Dalam rangka membina hukum nasional hukum adat tidak saja berarti menciptakan hukum baru yang memenuhi tuntutan rasa keadilan dan kepastian hukum, tetapi juga memenuhi tujuan dan tuntutan naluri kebangsaan sesuai ideologi kebangsaan yakni Pancasila. Dalam rangka  menyusun peraturan perundang-undangan nasional yang baru, diperlukan mempelajari informasi dan bahan sebanyak-banyaknya dari hasil kajian dan penelitian terhadap hukum adat dan etnografi yang hidup dalam kehidupan masyarakat Indonesia sebagimana pada sanksi pelanggaran hak patendan contoh pelanggaran hak cipta film.

  1. Memupuk dan Mengembalikan Kepribadian Bangsa

Hukum adat merupakan hukum asli yang mencerminkan budaya bangsa Indonesia, tentu akan mempertebal rasa harga diri, tujuan rasa kebangsaan dan rasa kebanggaan pada setiap warga negara Indonesia. Rasa bangga terhadap budaya sendiri akan tumbuh jika ada kesadaran mengetahui tujuan kebudayaan bangsa sendiri, di mana hukum adat merupakan bagian tujuan dari kebudayaan bangsa Indonesia yang tercermin dn sudah ada dan mendarah daging sebagai bagian dari kepribadian bangsa Indonesia.

  1. Membantu Dalam Praktik Peradilan

Dalam praktis dan praktik peradilan, hukum adat dapat dipakai dalam memutus tujuan perkara-perkara yang terjadi antarwarga masyarakat yang tunduk pada hukum adat. Penyelesaian kasus-kasus dan konflik adat masyarakat di bidang pertanahan, hukum waris, hukum perkawinan, akan lebih sederhana jika dilakukan dengan mempelajari hukum adat, hal ini sesuai dengan corak/sifatnya yang masih mengedepankan kepentingan bersama secara kekeluargaan didasarkan pada musyawarah mufakat, dengan menggunakan mediator atau arbitor para fungsionaris adat di wilayah itu (ketua adat, kepala adat desa di wilayahnya).

[AdSense-C]

  1. Sebagai Sumber untuk Pembentukan Hukum Positif Indonesia

Hukum adat dapat menjadi bagian dalam sumber hukum Indonesia dalam rangka membentuk hukum yang positif. Sebagaimana kita tahu bahwa hukum adat terbentuk dan ada karena eksistensi masyarakat adat yang tentunya memiliki nilai positif bagi kelangsungan hukum di Indonesia. NIlai nilai yang terkandung dalma hukum adat merupakan nilai yang diturunkan secara turun temurun dan dihormati oleh semua kalangan terutama masyarakat adat yang ada didalamnya berbeda dengan contoh kasus pelanggaran ham di masyarakat. Oleh sebab itu, maka hukum adat dapat dijadikan sebagai sumber dalam pembentukan hukum yang lebih positif bagi masyarakat indonesia.

  1. Dapat Digunakan Sebagai Lapangan Hukum Pedata

Sitem hukum positif di Indonesia selain dikenal menganut sistem hukum oidana didalamnya juga terdapat sistem hukum lain yakni hukum perdata. Hukum perdata ini biasa dipakai dlam menyelesaikan sengeketa yang berhubungan dengan warisan atau juga perkara yang tidak berkaitan dengan pelanggaran hukum pidana. Pada dasarnya sebelum ada hukum perdata, hukum adat telah lebih dahulu mengatur mengenai hal ini.

Maka dari itu, antara hukum adat dan hukum perdata pada dasarnya saling berkaitan dan berhubungan satu sama lain termasuk juga  contoh kasus perdata internasional sengketa warisan. Sehingga hukum adat akan bisa dijadikan sebagai sumber kajian dalam hukum perdata yang berlaku di Indonesia.

Hukum adat yang ada di Indonesia terbentuk karena masyarakat Indonesia yang memang hidup dan tumbuh atas dasar adat yang dijunjung masing masing. Sebagimana kita tahu bahwa eksistensi adat dan budaya masih begitu melekat dan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari jati diri sebagai bangsa Indonesia. Maka dari itu, hukum adat merupakan salah satu bentuk kekeyaan yang bangsa ini miliki. Sehingga keberadaannya harus terus dijunjung tinggi sebagai bagian dari cirri bangsa.

Nah, itulah tadi penjabaran mengenai 7 tujuan hukum adat yang berlaku di Indonesia. Semoga dapat bermanfaat.