Sponsors Link

7 Tokoh Perang Korea Yang Berpengaruh

Sponsors Link

Perang Korea terjadi selama 3 tahun 1 bulan dan 2 hari, tepatnya dari tanggal 25 Juni 1950 – 27 July 1953. Perang Korea ini terjadi diantara Korea Utara dan Korea Selatan. Konflik Korea Utara dan Korea Selatan ini termasuk salah satu sejarah perang yang sangat penting untuk kita pelajari. Penyebab terpecahnya Korea menjadi dua negara ada beberapa factor, seperti kemenangan Amerika Serikat di Perang Dingin dan juga pembatasan pemerintahan Uni Soviet atas Korea. Di sisi lain, ada beberapa dampak positif perang korea bagi Indonesia dari berbagai sisi. Banyak pihak ikut berperan dengan terjadinya Perang Korea ini. Beberapa tokoh popular dari Perang Korea adalah sebagai berikut :

ads
  • Sygnam Rhee

Sygnam Rhee adalah salah satu tokoh Perang Korea yang berpengaruh dan seorang pemimpin Korea Selatan. Sygnam Rhee tadinya adalah seorang nasionalis Korea yang banyak menghabiskan waktunya di Amerika Serikat. Ketika diadakan pemilu di Korea Selatan, Sygnam Rhee dipilih menjadi presiidne. Ketika terjadi gorilla raids di Korea Selatan, system adminstrasi Rhee menurun secara signifikan dan pasukan militernya pun berantakan, ekonomi negara yang tidak stabil dan juga hokum martial yang membuatnya tidak disukai warga, dan posisinya yang tidak popular dikalangan orang-orang tertentu membuat Korea Selatan menjadi target yang empuk.

Di masa mudanya, Rhee berada di dalam jeruji besi dari thaun 1897 hingga 1904 karena kegiatannya sebagai seorang aktivis yang mendukung reformasi internal di Korea. Setelah bebas dari tahanan penjara, Rhee bepergian ke Amerika Serikat dan kuliah di Universitas Princeton dan menjadi siswa Korea pertama yang mendapatkan gelar PhD di Amerika. Setelah studinya selesai, Rhee kembali ke Korea dan berpartisipasi di dalam pembangkangan Korea melawan okupasi Jepang di tahun 1919. Ketika upayanya tidak membuahkan hasil, Rhee meninggalkan Korea dan tidak kembali sampai Jepang dikalahkan pada bulan Agustus 1945.

  • Kim IL Sung

Kim IL Sung adalah pemimpin Korea Utara. Kim IL Sunga adalah pejuang gorilla ketika danya okupasi Jepang di Korea. Kim IL Sung menerima pelatihan di Uni Soviet, dimana akhirnya dia secara resmi menjadi seorang komunis. Ketika menjabat menjadi pemimpin Korea Utara, secara otomatis salah satu rencananya adalah menginvasi Korea Selatan. Beberapa saat kemudian, Kim IL Sung pergi ke Moskow dan Beijing untuk meminta bala bantuan untuk memperkuat pasukan militernya dan meminta persetujuan untuk melancarkan serangan. Setelah perang terjadi, Kim IL sung membuat kebijakan isolasi yang sejak itulah Korea Utara menjadi semakin terisolasi dari waktu ke waktu.

Di masa mudanya Kim IL Sung memimpin pasuka guerrilla melawan pasukan Jepang sapai dia diharuskan kembali ke Korea di akhir tahun 1930 an. Ada beberapa perdebatan mengenai apa yang Kim IL Sung lakukan setelah itu. Warga Korea Utara mengatakan bahwa Kim IL Sung mengorganisasi pasukan Guerilla anti jepang di Manchuria, namun sumber lain mengatakan bahwa Kim IL Sung berperang di dalam pasukan Rusia.

Di akhir Perang Dunia II, Kim IL Sung, sebagai salah satu tokoh Perang Korea yang berpengaruh, kembali ke peninsula Korea Bersama dengan pasukan Rusia. Setelah menjadi seorang komunis, Kim IL Sung memasuki roda kursi pemerintahan dan akhirnya menjadi Presiden Republik Rakyat Demokratis Korea Utara.

Di awal periode terjadinya Perang Dingin, Kim IL Sung menyarankan agar Korea bersatu dibawah kepemimpinan gaya komunisnya. Pada tahun 1949 dan awal tahun 1950, Kim IL Sung lebih mendapatkan dukungan dari rakyat Korea daripada dari pemimpinnya, yaitu Presiden Korea Selatan Syngman Rhee. Namun pada akhirnya, Rhee mengatakan dukungannya di pertengahan tahun 1950, dan hal ini sekaligus menunjukkan bahwa ketika Kim IL Sung menginvasi Korea Selatan di bulan Juli tahun 1959, pasukannya tidak dianggap seperti seorang pahlawan atau liberators, seperti yang dia harapkan. Kim IL Sung memimpin Korea Utara ketika terjadinya Perang Korea, yang di berbagai kesempatan hamper mendapatkan kemenangan dan juga hamper kalah dan menyerah.

Sponsors Link

  • General Douglas MacArthur

General Douglas MacArthur adalah pemimpin pasukan tantara United Nation yang ada di Korea. General Douglas MacArthur disebut sebagai seorang jenius dari caranya menyusun stratego dan taktik. Namun General Douglas MacArthur juga dikenal sebaga seorang pria yang penuh dengan ego. Hingga dia dipanggil sebagai Mr. Prema-Dona oleh Presiden Truman. Presiden Truman memecatnya pada tahun 1951 ketika General Douglas melakukan konferensi press mengenai masalah masalah yang berkaitan dengan intervensi China.

  • Harry S Truman

Harry S Truman adalah Presiden Amerika Serikat ketika terjadi Perang Korea. Presiden Harry Truman menjabat pada tahun 1945 – 1953. Dapat dikatakan bahwa Harry Truman menjabat ketika periode periode awal terjadinya Perang Korea. Presiden Harry Truman mengalami banyak kecaman khusunya ketika ia memutuskan untuk memecat General MacArthur. Hingga pada satu titik dimana para politisi mengajukan impeachment atau pemakzulan terhadap presiden. Ketika masa jabatannya berakhir pada tahun 1952, posisi kepresidenan jatuh ke tangan Presiden Dwight D Eisenhower

  • Dwight D Eisenhower

Dwight D Eisenhower adalah Presiden kedua dari Amerika Serikat yang ikut menjabat pada saat terjadinya Perang Korea. Dwight D Eisenhower adalah Jendral Pemimpin Pasukan Militer Amerika Serikat pada saat terjadinya Perang Dunia kII. Dwight D Eisenhower memenangkan kursi jabatan dengan kemenangannya di pemilu tahun 1953. Segera setelah menjabat, Presiden Eisenhower berhasil negosiasi berkaitan dengan konflik antara Korea Utara dan China, kemudian juga berkaitan denga Korea Selatan dan bahwa Amerika adalah sekutu Korea Selatan. Negosiasi ini hamper membuat pembagian antara Korea Utara dan Korea Selatan hamper sama seperti sebelumnya. Setelah adanya DMZ atau demilitarized zoned, yaitu adanya jalanan kecil di sebuah tanah yang membatasi antara kedua negara ini. Zona ini masih ada hingga saat ini.

Sponsors Link

  • Mao Zedong

Mao Zedong adalah pemimpin negara China. Mao Zedong adalah diktator totalitarian dari RRC atau Republik Rakyat China, setelah adanya pergusuran pemerintahan kapitalisme yang terjadi di China. Pada awalnya, Mao Zedong menolak untuk membantu Kim IL Sung di awal terjadinya perang, karena Mao Zedong memiliki agendanya sendiri untuk menyerang Taiwan. Namun demikian, Mao Zedong akhirnya berhenti mengintervensi ketika pasukan militer dari United Nation melewati sungai Yalu. Intervensinya ini membuat perang menjadi berlangsung lebih lama selama 2 tahun daripada tujuannya dan mengakibatkan banyak korban berjatuhan, kira-kira sebanyak 3 juta orang.

  • Joseph Stalin

Joseph Stalin adalah seorang pemimpin Uni Soviet. Joseph Stalin adalah dictator komunis yang berasal dari Uni Soviet yang juga berperan dalam terjadinya Perang Dunia II namun demikian Josep Stalin juga termasuk salah satu tokoh Perang Korea yang berpengaruh. Pemimpin Uni Soviet ini dikenal selalu focus kepada ambisi utamanya, yaitu kehancuran Amerika Serikat dan berakhirnya keseluruhan system kapitalisme. Joseph Stalin adalah penyokong utama senjata senjata dan juga uang yang dibutuhkan oleh Korea Utara baik sebelum, saat dan sesudah terjadinya Perang Korea. Pada awalnya Joseph Stalin merasa ragu untuk memberikan ijin terjadinya perang karena ditakutkan adanya intervensi dari Amerika Serikat.

 

, ,
Post Date: Wednesday 14th, March 2018 / 07:36 Oleh :
Kategori : Internasional