Sponsors Link

3 Perkembangan Orde Baru yang Belum Banyak Diketahui Publik

Sponsors Link

Perkembangan Orde Baru merupakan bagian dari perjalanan sejarah bangsa indonesia. Setelah lama dijajah bangsa asing, namun dengan perjuangan yang panjang akhirnya Indonesia mampu memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Masa sejak kemerdekaan disebut dengan masa orde lama, dimana pada saat itu, presiden Soekarno yang berkuasa dan memerintah dalam struktur pemerintahan Indonesia. Berbagai polemik yang terjadi pada masa pemerintahan orde lama memunculkan banyak pemeberontakan-pemberontakan yang secara tidak langsung  mengancam NKRI dan membawa prnderitaan bagi rakyat Indonesia kala itu. Banyak juga penyimpangan pada masa demokrasi terpimpin yang melatar belakanginya.

ads

Konflik-konflik yang terjadi pada masa orde lama memicu terjadinya perubahan pada struktur pemerintahan ini merupakan alasan mengapa presiden soekarno mengeluarkan dekrit presiden sebagai dampak demokrasi liberal . Perubahan tersebut berupa peralihan kekuasaan dari Presiden Soekarno ke Presiden Soeharto. Peralihan kekuasaan ini berdasarkan keputusan surat Perintah Sebelas Maret ( SUPERSEMAR) yang secara jelas memerintahkan kepada Soeharto yang saat itu seorang Letjend. Untuj mengemban tugas menggantikan Ir. Soekarbi sebagai Presiden Indonesia. Secara garis besar berikut akan dijelaskan mengenai 3 Perkembangan Orde Baru yang Belum banyak diketahui publik. Simak selengkapnya.

1. Sejarah Awal Lahirnya Orde Baru

Kelahiran Orde Baru ditandai oleh runtuhnya orde lama yang didalamnya terdapat pemberontakan-pemberontakan yang terjadi. Seperti  pemberontakan G30S yang dapat ditumpas. Dalam pemberontakan tersebut terdapat bukti bukti yang menunjukan bahwa PKI atau Partai Komunis Indonesia yang merupaja pelaku dan dalang dari pemberontakan tersebut. Hal ini kemudian membuat masyarakat Indonesia marah serta kecewa . Pada masa sebelumnya PKI merupakan dianggap sebagai organisasi yang pro dan pembela rakyat indonesia dalam mencapai kemerdekaan. Namun akibat pemberontakan tersebut,   berbagai demontrasi massa dilakukan dengan tujuan agar PKI dibubarkan dan tokoh tokoh yang ada didalamnya diadili secara adil.

Gerakan 30 September (G30S), yang disebutkan para pelakunya sebagai gerakan untuk menyelamatkan Presiden Soekarno dari rencana kudeta dewan jenderal yang disponsori CIA, pada akhirnya justru menjadi titik awal dari kejatuhan Presiden Soekarno. Mulai 1 Oktober Presiden Soekarno bukan lagi merupakan satu-satunya pemimpin tertinggi Indonesia. Letjen Soeharto secara bertahap mulai membangun kekuatan tandingan dan melakukan pembangkangan terhadap Presiden Soekarno. Soeharto terus merongrong Soekarno. Peristiwa G30S digunakan secara maksimal oleh Soeharto untuk menggoyangkan kedudukan Presiden Soekarno terus menerus sebagai dampak positif politik etis , dampak positif reformasi ,  dampak positif dan negatif demokrasi serta dampak positif golput .

Tekanan secara terus menerus yang dilancarkan mahasiswa membuat Presiden Soekarno akhirnya tidak mempunyai pilihan lain kecuali membubarkan kabinetnya. Soeharto menggunakan G30S untuk melenyapkan lawan politiknya dan musuh-musuh pribadi. Begitu peristiwa G30S terjadi yang pertama kali dilakukan Soeharto adalah mengejar pelakunya, antara lain Letkol Untung; Brigjen Supardjo; dan Kolonel Soeherman. Kemudian mengejar PKI, organisasi dibawahnya dan simpatisannya. Soeharto juga menangkap orang-orang yang setia terhadap Presiden Soekarno, mereka dipenjara tanpa alasan yang jelas.

Sponsors Link

Ketika diperlukan alasan untuk diajukan ke pengadilan, dibuat bahwa mereka terlibat G30S. Setelah peristiwa G30S terjadi pembunuhan massal anggota PKI dan simpatisannya di berbagai wilayah di Indonesia tahun 1965-1966, serta pembuangan ke Pulau Buru 1969-1979. Pada tanggal 20 Februari 1967, Soekarno mengajukan surat pengunduran diri dan menyerahkan kekuasaan pada Letjen Soeharto.

2. Terbitnya SUPERSEMAR (Surat Perintah Sebelas Maret)

Isi Surat Perintah 11 Maret (SUPERSEMAR) antara lain Presiden Soekarno memberikan kekuasaan pada Letjen Soeharto untuk dan atas nama Presiden mengambil tindakan yang dianggap perlu demi terjaminnya keamanan, ketenangan serta kestabilan jalannya pemerintah dan jalannya revolusi, serta menjamin keselamatan pribadi dan kewibawaan Presiden serta demi keutuhan bangsa dan negara RI serta melaksanakan dengan pasti ajaran-ajaran panglima besar revolusi.  Simak juga sistem pemilu distrik .

Letjen Soeharto menganggap Surat Perintah 11 Maret 1966 sebagai penyerahan kekuasaan walaupun Presiden Soekarno sudah menegaskan bahwa Surat Perintah 11 Maret 1966 bukan merupakan penyerahan kekuasaan. Begitu menggenggam Supersemar langkah pertama yang dilakukan Soeharto adalah membubarkan PKI. Secara bertahap dan sistematis, Soeharto memotong pilar-pilar penopang kekuasaan kekuasaan Presiden Soekarno dengan langkah-langkah pembersihannya. Peran Presiden sebagai presiden terpinggirkan. Bahkan sampai sekarang naskah asli Supersemar belum ditemukan.

Sponsors Link

3. Kebijakan-kebijakan Masa Orde Baru

Orde Baru adalah sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soeharto di Indonesia. Orde Baru menggantikan Orde Lama yang merujuk kepada era pemerintahan Soekarno. Orde Baru hadir dengan semangat “koreksi total” atas penyimpangan yang dilakukan oleh Soekarno pada masa Orde Lama.
Orde Baru berlangsung dari tahun 1966 hingga 1998. Dalam jangka waktu tersebut, ekonomi Indonesia berkembang pesat meskipun hal ini terjadi bersamaan dengan praktik korupsi yang merajalela di negara ini. Selain itu, kesenjangan antara rakyat yang kaya dan miskin juga semakin melebar sebagaimana metode pemenangan pilkada , pengertian analisa politik , dan dampak positif dan negatif pemilu .

Kondisi bangsa Indonesia pada masa orde baru tersebut telah membaik tidak lain ats kebijakan kebijakan yang diberikan oleh pemerintah orde baru. Pada masa pemerintah orde baru  dilaksakan pembangunan pembangunan yang berskala besar atau nasional. Pembangunan tersebut harus dapat diselesaikan pada masa orde baru karena telah direncanakan sebelumnya pada masa orde lama. Pembangunan tersebut dapat menghabiskan waktu yang cukup lama. Pembangunan tersebut telah dirancang melalui Rencaba Pembangunan Lima Tahun atau dikenal sebagai “Pelita”.

Dalam bidang politik terjadi sebuah polemik dimana Militer pada masa Orde Baru mempunyai jaringan dan akses yang besar pada kekuasaan. Dwifungsi ABRI-lah yang membuat peranan militer begitu kuat dalam dunia politik. Doktrin Dwifungsi ABRI menekankan pentingnya peranan militer tidak saja mengurusi pertahanan keamanan negara, tetapi juga dalam dunia sosial politik. Begitu banyak anggota ABRI, baik yang masih aktif maupun yang telah pensiun terjun ke dunia politik praktis. Sebagaimana kelemahan sistem parlementer , dan sistem pemilu proporsional .

Konstelasi politik pada masa Orde Baru ditunjukkan dengan adanya dua partai politik dan satu golongan karya. Akan tetapi dalam praktik politik sehari-hari muncul ketidakseimbangan di antara ketiga unsure tersebut. Golongan karya yang sebenarna bukan partai politik, justru merupakan kekuatan politik terbesar dan paling berpengaruh. Golongan karyalah yang kemudian mengantarkan Soeharto berhasil memerintah selama 32 Tahun lamanya.

Beberapa perkembangan politik luar negeri yang berhasil dicapai pada masa orde baru. Pada masa Orde Baru, politik luar negeri Indonesia diupayakan kembali kepada jalurnya yaitu politik luar negeri yang bebas aktif. Untuk itu maka MPR mengeluarkan sejumlah ketetapan yang menjadi landasan politik luar negeri Indonesia. Dimana politik luar negeri Indonesia harus berdasarkan kepentingan nasional, seperti permbangunan nasional, kemakmuran rakyat, kebenaran, serta keadilan. Terdapat peristiwa politik yang terjadi seperti berakhirnya konfrontasi dengan malaysia. Indonesia kembali menjadi anggota PBB, berdirinya ASEAN, serta Integrasi Timor Timur dalam wilayah RI.

Itulah 3 Perkembangan Orde Baru yang Belum banyak diketahui publik. Semoga semakin dapat menambah pengetahuan sejarah anda. Serta menjadi bagian penting dalam sejarah perkembangan Indonesia dari masa ke masa. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

, , , ,
Post Date: Saturday 31st, March 2018 / 11:20 Oleh :
Kategori : Politik