Sponsors Link

Perbedaan Hukum Digital dan Keamanan Digital Berdasarkan Definisinya

Sponsors Link

Perbedaan Hukum Digital dan Keamanan Digital, memiliki dua pengertian yakni hukum digital itu sendiri, dan keamanan digital. Mari kita kupas satu persatu untuk mengetahui perbedaan spesifik antara keduannya. Hukum digital merupakan hukum yang mengatur etiket penggunaan teknologi dalam masyarakat. Warga digital perlu menyadari bahwa mencuri ataupun merusak pekerjaan, data diri, maupun properti daring orang lain merupakan perbuatan yang melanggar hukum sebagaimana apa itu politik terbuka. Contoh perbuatan yang melanggar hukum antara lain: meretas informasi atau website, mengunduh musik ilegal, plagiarisme, membuat virus, mengirim-kan spam, ataupun mencuri identitas orang lain.

ads

Hukum siber atau hukum digital (cyber law)  yang ada di Indonesia sendiri dapat dikategorikan menjadi 5 aspek besar yakni.

  • Aspek hak cipta

Adalah hak eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu. Pada dasarnya, hak cipta merupakan “hak untuk menyalin suatu ciptaan”. Hak cipta dapat juga memungkinkan pemegang hak tersebut untuk membatasi penggandaan tidak sah atas suatu ciptaan. Pada umumnya pula, hak cipta memiliki masa berlaku tertentu yang terbatas.

  •  Aspek merek dagang

Merek dagang adalah merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya

  • Aspek fitnah dan pencemaran nama baik
  •  Aspek privasi
  • Aspek yurisdiksi dalam ruang siber

Jebakan di dunia digital juga semakin terbuka lebar. Isu utamanya adalah keamanan cyber alias cybersecurity. Situasi ini mirip dengan upaya menjawab pertanyaan, “Mana yang lebih dulu, telur atau ayam?”. Bila kita tidak mengunggah data apapun ke dunia cyber, berarti tak perlu melakukan tindakan pengamanan apapun atau mengkhawatirkan sesuatu sebagaimana dalam  cara memberi hukuman kepada anak. Di sisi lain, hal tersebut tidak mungkin karena manusia makin bergantung pada kecepatan dan kenyamanan menggunakan aplikasi walaupun ada harga yang harus dibayar.

Banyak pengguna yang secara sukarela menyerahkan informasi pribadi mereka agar tidak perlu menunggu meski hanya beberapa detik saja. Ini luar biasa, hingga pengguna sadar bahwa sharing economy berarti seluruh ekosistem yang melibatkan perangkat dan data yang melakukan otentikasi saling terhubung satu sama lain simak juga penyebab bom Parispenyebab peristiwa bom Bali .

Kekhawatiran seputar cybersecurity sudah berlangsung sangat lama sebagaimana  contoh kejahatan kemanusiaancontoh kejahatan korporasi, maupun contoh kejahatan kerah putih. Tapi belakangan ini menjadi pokok bahasan di hampir setiap diskusi, baik di media maupun sosial media. Ancaman keamanan cyber masih membombardir kita setiap hari. Mengingat penggunaan mobile sangat tinggi dan lebih dari 50% penduduk Indonesia telah menggunakan internet, berikut beberapa tips untuk mengelola keamanan cyber pribadi:

Sponsors Link

  • Langganan layanan audit digital

Sebanyak 49% generasi milenial mengklaim mereka akan lebih produktif jika bekerja dari rumah. Sebab itulah aplikasi harus dipastikan bekerja dengan lancar dalam perangkat apapun, menyediakan kontak yang konsisten antara file dan para pengguna yang saling berkolaborasi.

  • Sediakan tools untuk membuat password yang kuat dan aman

Kita selalu diingatkan untuk memperkuat password yang kita pakai. Nyatanya pada 2017 saja, nasihat ini sering diabaikan. SplashData, perusahaan pencipta aplikasi manajemen password dan keamanan, melakukan riset password terburuk sepanjang 2017 berdasarkan lebih dari lima juta password yang bocor.

  • Kelola password pribadi

Setelah memiliki password yang unik dan kuat untuk setiap layanan, ditambah lapis ekstra MFA, bagaimana cara mengamankan password tersebut? Penyumbang terbesar terhadap serangan phising adalah password fatigue, yakni kelelahan karena harus mengingat banyak password.

  • Gunakan layanan cloud

Selagi membahas tentang cloud, F5 baru-baru ini melansir laporan State of Application Delivery, yang mengungkapkan bahwa 84% responden di Asia Pasifik melaporkan penggunaan beberapa layanan cloud pada waktu bersamaan.

  • Phishing bersifat pribadi

Studi 2016 Cost of Data Breach Study oleh Ponemon Institute menyebutkan, mayoritas pembobolan data terjadi karena tindakan karyawan yang sebenarnya tidak berniat merugikan perusahaan. Dari 874 insiden, 568 disebabkan kelalaian karyawan atau kontraktor. Sebanyak 85 insiden disebabkan pihak luar yang memang mencuri kredensial dan 191 lainnya oleh karyawan dan penjahat cyber yang berniat jahat.

Terdapat hubungan yang kompelsitas antara hukum digital dan keamanan digital, keduanya adalah pelengkap untuk melindungi para pengguna jasa digital. perbedaannya dalah bahwa hukum digital berkaitang dengan aspek hukuman atas tindakan pelanggaran hukum terhadap penggunaan sarana digital. sedangkan keamanan digital merupakan mekanisme perlindungan awal yang dilakukan oleh pengguna jasa layanan digital.

hukum digital menjamin perlindungan hukum atas segala transaksi digital yang sifatnya legal. sedangkan bagi para pelaku transaksi digital yang ilegal dan dinyatakan melanggar hukum akan dikenai hukuman sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan. kolaborasi antara keamanan digital dan hukum digital akan memberikan perlindungan yang optimal khususnya bagi para pengguna jasa layanan digital.

itulah tadi, perbedaan Perbedaan Hukum Digital dan Keamanan Digital berdasarkan definisinya. Semoga dapat bermanfaat.

, ,
Post Date: Sunday 14th, April 2019 / 05:18 Oleh :
Kategori : Hukum