7 Penyebab Tindak Kriminal Di Indonesia

Tindak kriminalitas atau yang kerap disebut sebagai tindak kejahatan. Merupakan sebuah tindakan yang melanggar hukum, dapat dipidanakan baik dilakukan secara sadar ataupun tidak sadar. Terdapat banyak sekali definisi atau pengertian tindakan kriminalitas menurut para ahli dan berbagai sumber. Namun, secara umum merujuk pada tindakan yang bersifat negatif  dimana setiap pelakunya dapat dijerat dengan berbagai pasal yang tercantum di dalam undang-undang yang berlaku sebagaimana tujuan hukuman mati .

Kriminalitas yang ada dalam sebuah negara atau wilayah  dapat ditunjukkan dalam bentuk angka. Angka ini tentunya dapat dijadikan sebagai sebuah tolak ukt bagaimana sistem keamanan dan ketertiban dalam suatu wilayah tersebut. Tentunya sebuah negara dengan tingkat tindakan kriminalitas yang tinggi, akan merasakan dampak yang bisa menyisir berbagai sektor seperti contoh hukuman yang mendidik bagi anak sma  . Pastinya para wisatawan dan turis akan enggan mengunjungi negara tersebut. Belum lagi para investor yang akan berfikir panjang untuk menginvestasikan uangya.

Tentunya ada berbagai hal dan faktor yang menyebabkan akhir-akhir ini marak muncul tindak kriminal di indonesia. Modusnya pun berbagai macam, dari yang hanya melukai korban hingga membunuh dengan sadis dan keji. Tentunya semakin meningkatnya fenomena kejahatan dan tindak kriminal yang terjadi membuat kita semakin was-was dan waspada sebagaimana macam-macam hukum di indonesia . Dikutip dari berbagai sumber, terdapat setidaknya 7 Penyebab Tindak Kriminal Di Indonesia semakin meningkat. Berikut uraiannya.

1. Kesulitan Ekonomi

Lagi-lagi ekonomi menjdi faktor utama sebagainpenyebab tindak kriminal. Tentunya keaulitan ekonomi yang akhir-akhir ini banyak dialami terutama kaum menengah kebawah. Membiat potensi tindak kriminalitas meledak. Apa yang bisa dilakukan  jika anda tersesakoleh kebutuhan ekonomi yang relatif serba sulit? Tentunya banyak yang menilaibahwa pilihan satu-satunya adalan melakukan tindak kriminal. Tidak hanya cepat mendapatkan uang namun juga cara ini dinilai cara yang paling instan untuk dilakukan.

Padahal tentunya, sekecil apapun sebuah upaya memiliki harga atau kekayaan orang lain secara paksa tentu menjadi sebuah tindakan hukum. Dari mulai pencurian sendal, ayam bahkam sampai perampokan pun terdapat pasal yang mengatur sekaligus juga hukuman yang bisa dijatuhkan kepada pelaku sebagaimana macam-macam hukum publik . Alasan kesulitan ekonomi juga menjadi alasan yang paling sering dipakai oleh para pelaku sebagai dasar tindakan kriminal. [AdSense-B]

2. Hukum yang Tidak Tegas

Maraknya tindak kriminalitas juga dipengaruhi oleh hukum yang berlaku. Salah satu penyebabnya tidak lain adalah karena hukum yang tidak tegas seperti sistem hukum yang ada di indonesia saat ini . Ketidaktegasan para aparay dalam menindak perilaku tindak kriminal tentu menjadikan mereka merasa tidak lagi takut. Aparat hukum tidak lagi disegani bahka  ada stigma yang mencuat bahwa kini aparat malah lebih tunduk kepada penjahat. Tentu saja hal ini yang semakin membuat tingkat kejahatan terus meningkat.

Apalagi aparat hukum merupakan satu-satunya pihakyang bisa dijadikan dan dimintai perlindungan. Terutama bagi para korban-korban yang dirugikan oleh para pelaku kejahatan. Sekali lagi bahwa ketegasan aparat hukum merupakan kunci untuk semakin meminimalisir tindak kriminalitas yang terjadi. Jika tidak, maka sekua orang akan melakukan hal yang semaunya sendiri, melanggar batasan norma, merugikan orang lain dan melanggar hukum.

3. Pengangguran 

Pengangguran adalah mereka kelompok masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan. Kadang kala banyak yang menyebut pengangguran dengan sebutan sampah masyarakat. Sebab sebagian besar dari mereka umumnya merupakan pelaku tindak kriminal yang marak dilakukan. Seperti pemalakan ,premanisme, pencurian, copet, jambret dan masih banyak lagi. Seorang yang menganggur otomatis tidak memiliki penghasilan bahkan untuk mencukupi hidupnya.

Oleh sebab itu, tidak heran jika kemudian dominasi tindak kriminal dan kejahatan di jalanan banyak dilakukan oleh mereka yang notabene menganggur sebagainana dalam prinsip-prinsip demokrasi yang ada di indoneaia . Tanpa skill dan keahlian maka mereka juga tidak dapat bersaing dengan para pencari kerja yang nota ene berasal dari perguruan tinggi negeri. Terang saja hal ini membuat angka pengangguran semakin tinggi. Sehingga potensi tindak kriminal juga akan terus meningkat.

4. Pergeseran Budaya

Indonesia merupaka negara dengan mayoritas penduduk muslim. Selain itu juga kita amat dikenal sebagai negara dengat adat budaya ketimuran dan menjunjung tingi keramah tamahan seperti juga macam-macam hukum positif  . Disisi lain kita juga merupakan negara yang memiliki beragam adat istiadat yang mengikat dalam kehidupan di tengah-tengah masyarakat. Kita dikenal sebagai bangsa yang sopan santu dan bersikap dan berpakaian.

Namun, seiring dengan oerkenbangan teknologi maka kita tidak bisa membendung arus budaya yang masuk. Kini banyak remaja dan wanita yang bahkan tidak malu mempertontonkan auratnya didepan umum. Tentu saja hal ini bisa menjadi peluang dan dimanfaatkan oleh mereka yang memang hanya ingin memuaskan nafsu belaka. Makanya jangan heran jika tindak kejahatan pelecehan asusila marak terjadi. Bukan karena ada niat dan kesempatan, melainkan karena kesempatan terbukan sehingga memunculkan niatan negatif.

5. Kurangnya Pengendalian Emosi

Marah, kesal, jengkel juga emosi merupakam hal yang amat lumrah dan manusiawi. Hampir rata-rata manusia memiliki tingkat emosional yang pastinya berbeda. Kadang kala rasa emosi dan mafah yang berlebihan dapat menkadi sebuah petaka. Faktanya banyak sudah tindak kejahatan yang disebabkan oleh luapan kemarahan, emosi dan kebencian yang muncul secara tak terkendali. Hal tersebut yang kemudian memicu otak untuk bersikap menyakiti bahkan membunuh objek yang dibenci tersebut. Jika sudah demikian, maka tentu pengendalian emosi menjadi cara oaling efektif untuk bisa meredam kemarahan yang membabi buta sebagaimana kelebihan demokrasi pancasila . [AdSense-C]

6. Mudah Terprovokasi

Dalam sebuah perkara atau masalah akan selalu saja ada pihak yang memiliki kepentingan terselubung. Pihak tersebut cenderung memanaskan suasana sehingga konflik malah akan semakin pelik. Tak jarang juga provokasi yang dibuat berujung pada tindakan yang merugikan. Misalnya saja tindakan main hakim sendiri yang akhir-akhir ini marak terjadi. Tentunya akan bisa diredam jika sala tidak ada pihak yang memprovolasi sehingga memanaskan situasi. Situasi yang panas pastinya akan berujung kepada tindakan negatif seperti tindakan kriminal dengan main hakim sendiri.

7. Meningkatnya Daya Saing Antar Individu

Di zamam yang serba canggih, teknologi kian pesat serta juga era baru yakni eta milenial. Tentunya persaingan antar individu juga semakin ketat. Mereka yang menguasai teknologi, cerdas memanfaatkak peluang kaya akak skill dan kreatifitas pasti akan maju dan sukses sebagaimana prinsip-prinsip demokrasi pancasila . Sebaliknya mereka yang malas akam semakin tertinggal dan tergilas. Pada akhirnya status sosial yang berbeda membuat mereka yang tertinggal merasa marah dan dilecehkan. Hingga pada akhirnya memutuskan untuk melakukam tindakam kriminal.

Itulah tadi, 7 Penyebab Tindak Kriminal Di Indonesia. Tentunya akan semakin membuat kita kiat berhati-hati dan waspada. Sebab kejahatan dapat menimpa siapa saja. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.