Sponsors Link

5 Penyebab Separatisme di Indonesia

Sponsors Link

Penyebab separatisme, separatisme atau separatis adalah suatu gerakan untuk mendapatkan kedaulatan dan memisahkan suatu wilayah yang berada di dalam suatu negara. Gerakan ini seakan tidak pernah berhenti mengancam kedaulatan NKRI di daerah. Gerakan separatisme merupakan suatu gerakan yang bertujuan untuk mendapatkan kedaulatan dan memisahkan suatu wilayah atau kelompok manusia (biasanya kelompok dengan kesadaran nasional yang tajam) dari satu sama lain. Lebih jauhnya lagi munculnya ide separatisme memicu terjadinya disintegrasi bangsa.

ads

Disintegrasi secara harafiah dipahami sebagai perpecahan suatu bangsa menjadi bagian-bagian yang saling terpisah. Disinilah kondisi dimana negara gagal mengayomi dan menjaga keutuhan bangsanya. Disintegrasi bangsa dilatarbelakangi oleh masalah-masalah berupa konflik vertikal dan horizontal. Konflik vertical merupakan konflik yang terjadi antara rakyat di suatu daerah dengan pemerintahnya sedangkan konflik horizontal merupakan konflik yang terjadi antar individu atau kelompok yang sekelas atau sederajat.

Secara umum, berikut merupakan rangkuman dari penyebab separatisme di Indonesia sebagaimana dalam apa itu politik terbuka diantranya adalah disebabkan oleh beberapa hal berikut ini :

  1. Krisis ekonomi dan lambatnya pemulihan ekonomi.

Krisis ekonomi ditandai merosotnya daya beli masyarakat akibat inflasi dan terpuruknya nilai tukar, turunnya kemampuan produksi akibat naiknya biaya modal, dan terhambatnya kegiatan perdagangan dan jasa akibat rendahnya daya saing. Contoh nyata adalah terjadinya kriri Euro sebagai mata uang eropa yang menyulut berbagai tindakan separatism dibelahan bumi eropa. Gerakan separatisme di Eropa tidak jauh berbeda dengan wilayah atau  daerah daerah lainnya.Gerakan -gerakan separatis di benua Eropa bukan hanya terjadi karena kesenjangan ekonomi,  politik tetapi juga dimulai oleh berbagaaia faktor terkait soal agama seperti di Irlandia.

Misalnya, Kerajaan Inggris juga kini sedang menghadapi gerakan separatis Skotlandia,yang  sedang berjuang untuk melepaskan diri dari Inggris. Gerakan separatis bangsa  Skontlandia itu  melalui jalur  politik secara damai ,  bukan melalui  kekerasan senjata seperti IRA di Irlandia.Meskipun Skotlandia memiliki Parlemen sendiri di ibukotanya,Edinburgh. Namun demikian Scotlandia menginginkan kemdedekaan seutuhnya dari Inggris,bukannya sebagai  wilayah otonominya saja.

  1. Krisis politik

Konflik antara elite politik yang hanya memperjuangkan kepentingannya sendiri, pada akhirnya menciptakan kondisi instabilitas politik. krisis politik ini menyulitkan lahirnya kebijakan yang utuh dalam mengatasi krisis ekonomi. perpecahan elite poltik disertai defisiensi pemerintah menjalankan fungsinya berakbiat pada ketidak mampuan pemerintah dalam memberi pelayanan publik akan makin merosot yaitu fasilitas kesehatan dan pendidikan bagi seluruh masyarakatnya. Hal ini berkaibat pada timbulnya rasa ketidakpercayaan rakyat terhadap pemerintahannya. Krisis politik juga dapat disebabkan oleh ketidaksiapan pelaksanaan Otonomi Daerah yang berujung pada timbulnya rasa ketidakadilan. Kebijakan pemerintah pusat  dan daerah yang kurang tepat mengakibatkan kurang meratanya penyebaran penduduk dan tidak berhasilnya pemberdayaan masyarakat

  1. Krisis Sosial

Sikap primodialisme dan ekslusivisme bernuansa SARA. Pertautan antara adanya kelompok masyarakat yang sulit menerima perbedaan dengan sejumlah alasan Krisis Sosial Menurut Para Ahli : Pengertian krisis sosial adalah sebuah keadaan tidak kondusif yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, di mana banyak kejadian yang membuat kondisi lingkungan menjadi memburuk dan tidak nyaman serta aman sebagimana dalam  cara memberi hukuman kepada anak.

Sponsors Link

  1. Penegakan Hukum dan HAM Lemah

Lemahnya penegakan hukum dan HAM sehingga terkesan seperti adanya pembiaran yang dilakukan oleh negara terhadap kekerasan yang terjadi di sejumlah daerah. ekerjanya hukum di Indonesia saat ini menggambarkan bahwa implementasi konsep negara hukum hanya sebatas formalistas belaka. Dimana, pada satu sisi, muncul berbagai kecendrungan perilaku anggota masyarakat yang sering menyimpang dari berbagai aturan yang dihasilkan oleh Negara. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya kriminalitas, dan yang mencemaskan ialah bahwa meningkatnya kriminalitas bukan hanya dalam kuantitas atau volume saja, tetapi juga dalam kualitas atau intensitas misalnya  contoh pelanggaran norma sosial dan  contoh pelanggaran nilai nilai Pancasila.

Kejahatan-kejahatan lebih terorganisir, lebih sadis serta di luar peri kemanusiaan: perampokan-perampokan yang dilakukan secara kejam terrhadap korban-korbannya tanpa membedakan apakah mereka anak-anak atau perempuan, pembunuhan-pembunuhan dengan memotong-motong tubuh korban. Selain itu, banyaknya kasus korupsi yang kata orang sudah ”membudaya” di Indonesia, serta praktek suap tidak terbilang banyaknya, sehingga sudah dikatakan”membudaya” juga, sehingga orang mengikuti saja apa yang dilakukan oleh orang lain asal tercapai tujuannya.

  1. Intervensi Sosial

Adanya pihak dari luar negara masuk ke dalam negara yang berupaya untuk memecah belah dan mengambil untung dari perpecahan tersebut dengan menanamkan pengaruhnya terhadap kebijakan politik dan ekonomi negara tersebut (khususnya negara-negara pasca merdeka) seperti juga  hukuman bagi pelanggaran ham ringan.

Motivasi untuk melakukan tindakan separatisme biasanya berbasis nasionalisme atau kekuatan religius. Selain itu, separatisme juga bisa terjadi karena perasaan kurangnya kekuatan politis dan ekonomi suatu kelompok. Contohnya, Daerah Basque di Spanyol, yang belum merdeka selama berabad-abad lamanya mengembangkan kelompok separatis yang kasar sebagai reaksi terhadap aksi penindasan yang kasar oleh rezim Francisco Franco. Hal yang sama terjadi di Ethiopia di mana para pemberontak Eritrea lebih marah terhadap despotisme dan korupsi daripada sebuah negara Eritrea yang tidak mempunyai sejarah yang panjang.

Itulah, tadi sekilas mengenai 5 penyebab separatisme di Indonesia, semoga dapat bermanfaat.

, ,
Post Date: Tuesday 09th, April 2019 / 03:44 Oleh :
Kategori : Pro Kontra