Sponsors Link

4 Penyebab Perang Salib di Kawasan Timur Tengah

Sponsors Link

Membahas mengenai konflik dan peperangan, kita bisa melihat contoh nyata dari segala kejadian yng telah terjadi pada negara kita ini. Konflik memiliki perbedaan sebab, jika dari perjuangan bangsa kita dulu seperti peperangan yang terjadi karena latar belakang perang Banjar dan juga penyebab Perang Padri pecah . Dari peperangan tersebut juga melahirkan sebah dampak seperti pada dampak Perang Padri yang harus dirasakan oleh rakyat. Namun perjuangan rakyat kita dulu tujuannya sangat mulia, yaitu untuk membebaskan rakyat dari cengkeraman penjajah.

ads

Selain itu ada juga peperangan yang paling tidak terdengar asing di telinga khalayak umum, yaitu Perang Salib. Untuk membahas mengenai apa yang sebenarnya terjadi dengan peperangan ini, kami harap anda bisa berpikir dengan jernih dan pikiran bersih, agar tidak terpengaruh oleh rasa benci ataupun dendam untuk suatu kaum yang ada karena penyebab konflik sara yang bisa anda dapatkan di mana saja. Kebijakan anda sangat diperkukan di sini.  Sebenarnya sebab-sebab yang terdapat dalam peperangan ini lebih kompleks dari kedua sebab tadi.  Langsung saja kita bahas apa saja sebab-sebab yang mendasari terjadinya peperangan ini, namun alangkah baiknya kita bahas secara singkat mengenai sejarah perang salib ini terlebih dahulu

Perang Salib

Perang Salib adalah sebuah peperangan yang terjadi pada tahun 1097 Masehi sampai dengan 1292 Masehi. Perang yang berlangsung lebih dari satu abad ini menewaskan jutaan manusia dari kedua pihak yang berseteru. Di peperangan ini, kedua pihak yang saling melawan satu sama lain adalah pihak Kristen Eropa dengan pihak Islam untuk memperebutkan kota Yerusalem di Palestina. Konflik ini kruang lebih sama dengan konflik yang terjadi di masa modern, perang pernah terjadi karena penyebab perang Aceh, penyebab konflik Ambon, dan juga penyebab konflik Poso.

Dalam kurun waktu kurang lebih 200 tahun tersebut, ada tujuh gelombang penyerangan yang terus dilakukan hingga titik darah penghabisan. Dalam tujuh gelombang ini, korban yang tewas diperkirakan mencapai jumlah jutaan, baik itu pada sisi pasukan Kristen atau Pasukan Islam. Simbol-simbol salib yang digunakan oleh Pasukan Kristen Eropa menjadi simbol dari peperangan ini, karena itulah perang ini dinamakan Perang Salib. Banyak yang mengira bahwa sebab dari peperangan ini adalah pure dari segi agama saja antara Kristen dengan Islam. Namun setelah ditelaah lebih jauh, ada sebab  lainnya yang mendasari terjadinya peperangan ini, yaitu :

Sebab-sebab Perang Salib

1. Perebutan Spanyol yang Dikuasai Oleh Dinasti Ummayah

Pada awalnya, Islam berhasil menghancurkan berbagai penjajahan di berbagai wilayah yang dilakukan oleh pihak yang berwajah topeng agama Kristen di berbagai tempat seperti di Syiria dan Afrika Utara. Kemudian Islam berhasil untuk menduduki dataran Eropa, khususnya negara Spanyol. Di sini, peran yang sangat penting dilakukan oleh Dinasti Ummayah yang berhasil merebut negara tersebut. Namun, karena rasa tidak terima dari Gereja-Gereja Eropa sendiri, akhirnya mereka melakukan negosiasi untuk merebut kembali negara Spanyol yang telah lama diduduki oleh Dinasti Ummayah.

Akhirnya peperangan pun terjadi pada daerah negara tersebut dan berhasil menewaskan banyak orang. Perebutan negara tersebut pun akhirnya terjadi, di tanah yang telah berhasil dikuasai oleh Bani Ummayah selama kurang lebih tujuah abad lamanya. Perang ini terjadi agak kompleks, bukan seperti konflik yang dikarenakan penyebab konflik antar suku ataupun contoh konflik antar agama yang juga memiliki dampak, seperti dampak konflik agama yang sebenarnya kebanyakan hanya dipengaruhi oleh politik semata.

Sponsors Link

2. Usaha Untuk Mempersatukan Gereja Oleh Paus Urbanus II

Paus Urbanus II merupakan orang yang penting dan seseorang yang memiliki otoritas tertinggi pada Gereja Eropa. Geram atas kekalahannya atas peperangan untuk menghancurkan Bani Saljuk sang penguasa Asia dan juga Yerusalem, Alexius Comnenus akhirnya menyampaikan keluhannya serta propagandanya kepada Paus Urbanus II. Mendengar kabar itu, Paus Urbanus segara memperintahkan kepada gereja-gereja di Eropa untuk mengumpulkan para tokoh Kristen di kota Clermont. Di sana ia berpidato dan mengutarakan propagandanya untuk menyatukan seluruh umat Kristen agar berperang melawan umat Islam. Penyebab konflik horizontal bisa ditemukan di sini, yang dilakukan oleh satu pihak saja. Selain itu, ada pula penyebab pelanggaran HAM vertikal.

Ada satu hal penting yang dapat dipetik dari pidato yang disampaikan oleh Paus, yaitu janji kepada siapa saja yang ikut dalam angkat senjata akan diampuni segala dosanya. Mendengar kabar itu, apalagi kabar yang datang langsung dari Paus sendiri, tak butuh waktu yang lama untuk mengumpulkan pasukan Kristen. Hanya dalam waktu yang teramat singkat, pasukan yang beranggotakan ratusan ribu umat Kristen berhasil untuk dikumpulkan di kota Constantinopel. Namun ternyata ada tujuan licik dibalik perintah Paus sendiri, yaitu untuk memperluas kekuasaan atau otoritasnya sehingga seluruh gereja romawi yang ada bisa tunduk pada kekuasaannya.

Sponsors Link

3. Larangan Peziarah Kristen Untuk Mengunjungi Yarusalem

Sebab yang ketiga ini sebenarnya ada hubungannya dengan sebab yang terakhir nanti, tapi mari kita bahas sejenak perihal sebab ini. Pada zaman tersebut, para pemimpin umat Kristen mewajibkan kepada umatnya yang ingin menghapus dosanya agar datang langsung ke Baitul Maqdis untuk meminta pengampunan. Tentunya, mendengar berita ini para umat Kristen yang merasa dirinya sangat berdosa segera pergi ke tempat tersebut untuk mensucikan diri. Gerombolan umat ini, kebanyakan diisi oleh para penjahat yang ingin bertaubat. Mungkin karena memang kedua ras dari peperangan ini berbeda, seperti pada contoh konflik antar ras, rasa saling benci akhirnya mulai bermunculan.

Sayangnya, sesampainya di Palestina, banyak dari mereka yang membawa peralatan yang kurang wajar, seperti senjata, obor, dan juga garpu rumput. Bukan berhenti pada membawa persenjataan saja ke kota suci, namun mereka juga berbuat keonaran pada gerombolan mereka sendiri, atau warga Palestina yang lain. Oleh karena itu, pemerintah Islam saat itu mewajibkan untuk seluruh umat Kristen agar tidak membawa senjata, agar tidak membahayakan siapapun. Namun, kabar yang berhembus justru berbalikkan dengan apa yang dihimbau oleh pemerintah Islam, yaitu pelarangan peziarah untuk mengunjungi Yerusulem. Mereka tidak diperbolehkan untuk datang ke kota itu sama sekali. Oleh karena kabar yang tidak benar itu, sebagian besar masyarakat Kristen terpicu dan ikut serta dalam Perang Salib ini. OLeh karena sebab-sebab tadi, anda bisa menggolongkan ini sebagai konflik yang disebabkan oleh penyebab konflik antar ras atau penyebab konflik antar etnis.

4. Fitnah yang Dikeluarkan oleh Pihak Tak Bertanggungjawab

Fitnah dan amarah merupakan sumber terbesar mengapa perang ini bisa terjadi. Mulai dari fitnah kekuasaan Bani Saljuk yang kejam, yang mana tentunya tidak ditemukan dalam pemerintahan Bani Saljuk sendiri. Kabar tidak baik tersebur dihembuskan oleh beberapa orang dari Kaum Kristen sendiri yang iri akan kemajuan teknologi dalam pemerintahan Islam kala itu. Bukannya mencoba menciptakan atau meniru teknologi yang ada, justru ketidak seimbangan teknologi itu dijadikan sebuah siasat untuk melakukan peperangan ke pemerintahan Islam sebagai usaha untuk merebut teknologi-teknologi yang sudah ada.

Selain untuk merebut kota beserta teknologinya, peperangan sebenarnya juga terjadi karena faktor ekonomi. Ada pihak yang memanfaatkan perang ini untuk menguasai sektor ekonomi di wilayah perdagangan Timur dan Barat, menguntungkan diri sendiri dengan merugikan bangsa sendiri dan bangsa lainnya.

Sebab-sebab tadi seharusnya bisa kita jadikan sebagai pelajaran untuk hidup damai dengan sesama bangsa kita, walaupun terdapat perbedaan agama di dalamnya. Kita bisa jadikan agama sebagai keragaman, bukan sebagai lahan untuk permusuhan. Damailah Indonesia.

, ,
Post Date: Monday 01st, January 2018 / 03:35 Oleh :
Kategori : Internasional