Sponsors Link

4 Penyebab Perang Baratayuda Yang Melegenda

Sponsors Link

Latar Belakang Perang Baratayuda

ads

Baratayuda merupakan sebuah kisah peperangan antara Pandawa melawan korawa. Kisah ini sangat familiar bagi masyarakat Indonesia terutama masyarakat suku jawa. Perang ini sendiri merupakan klimaks dari kisah Mahabaratha, sebuah wiracarita yang sangat terkenal dari India. Kisah ini selalu menjadi kisah yang cukup favorit untuk diangkat dalam pertunjukkan pewayangan. Maka tidak dapat dipungkiri bahwa bagi masyarakat jawa sudah sangat lekat dengan kisah fenomenal ini.

Mahabaratha sendiri merupakan sebuah kisah sastra kuno yang berasal dari india. Kisah ini ditulis secara tradisional oleh begawan Byasa atau Vyasa. Secara singkat mahabaratha menceritakan konflik antara Pandawa dan Korawa mengenai sengketa hak kepemilikan tanah negara Astina. Baik pandawa ataupun Korawa sama-sama merasa berhak untuk memiliki Astina Pura. Pada dasarnya perang baratayuda merupakan puncak dari konflik yang sebelumnya telah ada di era modern tidak jauh berbed dengan latar belakang perang  bosnia serbia  dan latar belakang perang asia pasifik .

Pertikaian dan perselisihan antara dua saudara ini telah terjadi semenjak mereka lahir sebagaimana negara yang terlibat perang dunia 2  . Dan terus terjadi hingga mereka tumbuh dewasa. Tentunya tidak ada asap jika tak ada api. Mengapa hal ini dapat terjadi sudah pasti ada penyebabnya seperti akibat perang dunia 1 . Karena itulah, untuk lebih memahami mengenai sejarah perang ini, dalam artikel ini akan dibahas mengenai latar belakang perang baratayuda yang melegenda. Simak selengkapnya.

1. Masa Kanak-Kanak

Awal mula kisah ialah saat Pandu mebawa tiga wanita ke Hastinapura. Mereka adalah Kunti, Gendari dan Madrim. Salah satu dari mereka dipersembahkan kepada saudaranya Dretarasta kakanya yang buta. Kemudian Dretarasta memilih Gendari, hal ini karena saat memilih Dretarasta menimbang ketiganya. Pada saat itu Gendari memiliki bobot paling berat, karenanya Gendarilah yang kemudian dipilih. Detrarasta berharap bahwa dengan bobot yang berat tadi maka akan bisa melahirkan banyak anak, sebagaimana apa yang menjadi keinginannya. Namun, Gendari merasa sakit hati dengan perlakuan Pandu, ia kemudian bersumpah bahwa keturunanya kelak akan menjadi musuh bebuyutan bagi anak-anak pandu. Simak juga sebab khusus perang dunia 2 di eropa .

Benar saja ketika mereka lahir persaingan antara pandawa dan korawa telah terjadi sejak masa kanak-kanak. Pandawa merupakan lima saudara dari anak-anak Pandu bersama Kunti dan Mandri. Mereka adalah Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Sedangkan Korawa merupakan anak-anak dari Dretarasta yang merupakan saudara pandu dengan Gendari. Anak tertua Korawa ialah  Duryudana yang memimpin 99 saudaranya. Simak juga bentuk pelaksanaan perang dingin .

Mereka tinggal bersama dalam satu kerajaan yang beribukota di Hastinapura. Suatu hari Duryudana berfikir bahwa mustahil baginya dan sudara-saudaranya untuk dapat meneruskan tahta dinasti kuru apabila masih ada para sepupunya. Sejak saat itu, berbagai niat jahat muncul dalam benak duryudana untuk bisa menyingkirkan para pandawa berserta ibunya. Maka dimulailah rencana-rencana jahat duryudanan yang ia rencanakan bersama pamannya yang merupakan adik ibunya yakni Sangkuni.

Sponsors Link

2. Usaha Pertama Untuk Menyingkirkan Pandawa

Dretarasta merupakan pengganti dari Prabu Pandudewanata dalam memegang tahta. Ia kemudian menyerahkan tahta kepada putra sulung dari anak Pandu yakni Arjuna. Namun, kemudian ia menyesali sikapnya yang terburu-buru tadi karena tidak memikirkan perasaan anaknya. Mengetahui hal ini, Duryudana merasa iri hati kepada Arjuna, ia kemudian merencanakan pembunuhan terhadap para pandawa dan ibunya. Ia merencanakan pembunuhan tersebut bersama sang paman sangkuni. Dengan bekerjasama bersama tukang kayu, ia meminta dibuatkan alat pesta yang mudah terbakar. Simak juga dampak positif perang dunia 2 .

Pada saat pesta  berlangsung ibu dan para pandawa diminta meminum minuman yang telah dicampur menggunakan obat tidur. Namun rencana ini kemudian dibocorkan oleh widura yang merupakan paman pandawa. Namun, sebelumnya juga Bima tah diingatkan oleh seorang pertapa bahwa akan ada musibah yang menimpa mereka. Maka Bimapun bersikap waspada. Pada akhirnya Bima berhasil membawa ibundanya Kunthi dan keempat saudaranya lolos dari jebakan Duryudana dan melarikan diri ke hutan.

3. Pandawa Mendapatkan Dropadi

Pandawa lima yang melarikam diri ke huta rimba, mengetahui bahwa akan diadakan syaembara di kerajaan Panchala. Dimana dalam syaembara tersebut jika berhasil memenangkannya maka hadiahnya ialah dapat menikahi putri raja Panchala yakni Drupada atau Dropadi. Syaembara yang diadakan ialah pertandingan memanah, pemenangnya ialah yang berhasil mengenai mata ikan yang berada ada jarak yang sangat jauh. Simak juga invasi amerika serikat ke afghanistan .

Meskipun begitu, Arjuna yang memang memiliki keahlian memanah kemudian mengukuti syaembara ini dan berhasil memenangkannya. Saat Arjuna dan Bima kembali ke rumah, mereka mengatakan kepada Kunthi bahwa mereka berhasil mendapatakan sedekah yang terbaik. Kemudian ibu Kunthi menjawab ” Bagilah rata kepada semua saudaramu nak,!”. Alhasil maka Dropadi memiliki lima orang suami.

Sponsors Link

4. Pengasingan dan Permainan Dadu

Setelah menikahi Drupadi maka Pandawa diperbolehkan kembali ke kerajaan. Untuk menghindari pertikaian kembali maka kerajaan Kuru dibagi dua, dimana Korawa memimpin kerajaan induk yang beribukota di Hastinapura, dan pandawa memimpin kerajaan Kurujanggala dengan ibukota Indraprastha. Hastinapura dan Indraprastha sama-sama memiliki istana yang megah, disanalah kemudian Duryudana tercebur kedalam kolam yang ia kira sebagai lantai. Atas kejadian ini ia menjadi bahan ejekan drupadi, inilah yang kemudian membuat ia semkin marah kepada Pandawa.

Ia berencana merebut semua kekayaan milik kerajaan Pandawa. Kemudian ia menyusun siasat licik dengan mengundng Yudhistira ke Hastinapura untuk bermain dadu. Mengetahui hal tersebut, tentu tidak ditolak oleh Yudhistira karena ia memang sangat gemar bermain dadu. Seakan semua sudah direncanakan, Sangkuni yang berlaku sebagai bandar dapat dengan leluasa berbuat curang. Taruhan dimulai dari hal yang kecil, mulai dari senjata perang, meningkat pada harta kerajaan, kemudian parjurit, dan pada puncah pertaruhan adalah kerajaan, hasilnya ialah pandawa kalah dan kehilangan semua harta dan kerajaannya.

Tidak cukup sampai disitu Drupadipun menjadi bahan taruhan, namun pada akhirnya pandawa tetap kalah . Duryudana yang ingin mempermalukan Drupadi kemudian berniat menelanjanginya didepan umum. Namun, berkat pertolongan Sri Kreshna, membuat setiap satu helai pakaian yang dibuka oleh Dursasana maka akan ada pakaian lain yang menutupi tubuh Drupadi dan begitu seterusnya.

Melihat istrinya dipermalukan, Bima kemudian bersumpah akan membunuh Dursasana dan meminum darahnya. Setelah sumpah yang diucapkan Bima, Dretarsta merasa bahwa akan ada malapeta yang menimpa keturunanya. Karena hal itulah kenudian ia mengembalikan kembali harta dan kerajaan kepada Pandawa. Kecewa dengan apa yang dilakukan ayahnya, Duryudana kemudian mengajak kembali Yudhistira untuk bermain dadu. Yudhistira tidak menolak hal itu, karena ia memang sangat menggemari permainan dadu.

Kali ini yang menjadi taruhan adalah, bahwa siapapun yang kalah harus menjalani pengasingan selama 12 tahun setelahnya harus hidup dalam masa penyamaran selama setahun dan kemudian setelahnya boleh kembali lagi ke Kerajaan. Pada permainan kedua ini Yudhistira kembali kalah, sehingg menyebabkam Pandawa harus meninggalkan kerajaan sela 12 tahun. Setelah 12 tahun meninggalkan kerajaan kemudian Pandawa pergi ke Kerajaan Wirata untuk penyamaran.

Yudhistira menyamar sebagai penasihat raja, Bima sebagai Juru masak, Arjuna sebagai penari, Nakula sebagai pengembala Kuda, Sadewa sebagai pengembala sapi dan Dropadi sebagai pelayan. Setelah masa pengasingan habis, kemudian pandawa kembali kekerajaan untuk mengambil kerajaan dari tangan Duryudana. Hal itu sesuai dengan penjanjian yang telah dibuat, namun Duryudana bersifat jahat dan tidak mau menyerahkan kerajaan kepada Pandawa baik seujung jarumpun. Meskipun upaya damai selalu diusahakan Sri Kreshna selalu menemui kegagalan. Pada akhirnya perang Baratayudha di Kurukshetra tidak dapat terhindarkan.

4 latat belakang perang baratayuda yang melegenda. Tentu menjadi sebuah sejarah yang sudah banyak diketahui oleh masyarakat luas. Apalagi kisah ini banyak difilmkan dan meraih kesuksesan karena berhasil ditonton oleh banyak pemirsa dalam setiap episodenya. Sebuah kisah sejarah yang memberikan banyak pembelajaran dalam hidup. Semoga sebagai manusia kita selalu dapat mensyukuri apa yang telah dimiliki dan jangan sampai merampas hak orang lain. Dengan begitu maka hidup akan terasa tenang dan nyaman. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

, , , ,
Post Date: Saturday 10th, March 2018 / 08:01 Oleh :
Kategori : Internasional