4 Penyebab Perang Antar Suku Di Papua

Papua adalah sebuah Provinsi terluas Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Papua atau bagian paling timur sebagai bagian dari NKRI. Papua memiliki luas 808.105 km persegi dan merupakan pulau terbesar kedua di dunia dan terbesar pertama di Indonesia. Papua sendiri merupakan salah satu Provinsi yang memiliki karakteristik budaya yang amat unik. Pola kepercayaan agama tradisional masyarakat Papua menyatu dan menyerap ke segala aspek kehidupan, mereka memiliki suatu pandangan dunia yang integral yang erat kaitannya satu sama lain antar dunia yang material dan spiritual, yang sekuler dan sakral dan keduanya berfungsi bersama-sama.

Kelompok suku asli di Papua terdiri dari 25 suku, dengan bahasa yang masing-masing berbeda. Mata pencaharian dan pola kehidupannya, penduduk asli Papua itu dapat dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu Papua pegunungan atau pedalaman, dataran tinggi dan Papua dataran rendah dan pesisir. Bisa dikatakan bahwa masyarakat papua merupakan kelompok masyarakat yang didalamnya terdiri dari banyak suku. Pastinya semuanya memiliki aturan dan tatanan adat masing-masing yang berbeda antara satu dan lainnya.

Kehidupan masyarakat Papua bisa dikatakan masih sangat tradisional. Terutama untuk suku-suku yang mendiami wilayah pedalaman. Bisa dikatakan mereka menjaga akses dari dunia luar. Bahkan beberapa oang menilai bahwa kaum pendatang merupakan salah satu bentuk ancaman. Oleh sebab itu, masyarakat papua selalu memiliki senjata khas yang digunakan untuk membela diri. Senjata tersebut berupa pisau belati yang terbuat dari tulang burung kasuari kasuari dan bulunya menghiasi hulu belati tersebut. senjata utama penduduk asli Papua lainnya adalah Busur dan Panah.

Sekilas mengenai Papua yang pastinya sebagian besar telah banyak diketahui sebagai bagian dari pengertian konflik antar ras . Selain fakta tersebut kita juga tidak bisa menyingkirkan mengenai hal dimana selalu dan selalu kita menyaksikan headline berita yang mengangkat mengenai kebrutalan perang antar suku di Papua. Padtinya selalu membuah jatuhnya korban jiwa dan melayangnya nyawa mereka yang tak bersalah. Perang antar suku di Papua memang kerap terjadi. Pemicunya bisa berbagai hal yang mungkin disebabkan oleh salah satu sebagaimana penyebab konflik antar ras dari 4 penyebab perang antar suku di papua berikut pejelasannya.

1. Budaya Balas Dendam

Balas dendam merupakan tindakan yang dipicu oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah rasa tidak terima karena sesuatu yang menyebabkan timbulnya rasa ingin melampiaskan amarah pada pihak lain. Dalam hal ini budaya balas dendam masih sangat kuat tertanam dalam benak masyarakat papua. Sebab bagi mereka hukum rimba masih sangat berlaku dimana nyawa dibalas nyawa sebagaiman penyebab  perang palestina dan israel . Satu kematian harus dibalas dengan kematian juga. Inilah tentunya yang menjadi faktor utama pemicu sekaligus penyebab pecahnya beberapa perang di papua.

Sebut saja Perang antar suku terjadi lagi di Distrik Ibele, Wamena, Kabupaten Jayawijaya pada tahun 2016. Penyebabnya adalah akibat pembunuhan di Jayapura yang dilakukan oleh sejumlah warga sehingga terjadi aksi balas dendam. Dimana  terjadi penikaman yang mengakibatkan warga Suku Muliama, Windek Wetipo meninggal dunia. Setelah insiden tersebut terjadi pembunuhan beruntun yang kemudian memicu munculnya perang. [AdSense-B]

Bagaimanapun juga balas dendam sudah dianggap hal yang wajar. Sebab hal ini berkaitan dengan bidaya yang dianut oleh masyarajat Papua. Banyak persoalan di Papua akhirnya menimbulkan korban jiwa yang dibayar mahal antar kelompok dan suku. Tentunya menjadi sebuah tugas yang besar dan berat. Sebab mengeluafkan sesuatu yang sudah mengakar dan dianggap sebagai budaya meskipu  hal tersebut tidak sesuai dengan norma bukanlah hal yang mudah. Diperlukam kesadaran diri dari setiap suku bahwa balas dendam bukanlah merupakan jalan penyelesaian dari sebuah persoalan.

2. Dipicu oleh Isu yang Belum Tentu Kebenarannya

Selain budaya balas dendam penyebab lainnya adalah karena dipicu oleh isu yang kebenarannya belum dapat dibuktikan seperti penyebab israel palestina berperang. Misalnya ketika terjadi tindak kekerasan atau pembunuhan terhadap suku B maka kemudian menyebar isu bahwa suku A yang melakukam hal tersebut. Padahal sejatinya hal tersebuy hanya merupakan isu yang tidak disertai dengn bukti dan fakta. Namun, karena telah dikuasi api kemarahan maka hal ersebut menjadi tidak penting dan tak perku dibuktikan. Sebab yang terpenting adalah bisa membalas atas kematian tersebut kepada pihak lain.

Dengan gampangnya isu tersebut kemudian menjadi salah satu penyebab perang antar suu di Papua. Sebab dari beberapa peristiwa perang, penyebabnya tidak lain adalah karena isu dan desas desus yang bahkan hanya sekadar isapan jempol. Tanpa ada pembuktian. Beberapa oknum juga kemudian memanfaatkan hal ini untuk mendapatkan keuntungan dari konflik. Seperti mengkritik pemerintah serta juga untuk menjatuhkan pemerintahan yang disebabkan tidak becus menangani perang antar suku di Papua. [AdSense-C]

3. Adanya Warga Pendatang

Papua merupakan salah satu Provinsi dengan sumber kekayaan alam melimpah. Inilah yang kemudian menyebabkan beberapa kaum oendatang berbondong-bondong mengadu nasib di yanam Papua. Sebagai provinsi dengan julukan Mutiara hitam ini anda pasti sudah mendengar bahwa salah satu tambang emas terbesar di dunia ada disana. PT. Freeport merupakan salah satu tanbang penghasil emas terbaik di dunia. Inilah yang kemudian menarik perhatian kaum pendatang untuk berkunjung ke tanah papua. Simak juga akibat perang israel palestina .

Tidak heran ketika dikatakan bahwa kaum pendatang menjadi salah satu penyebab perang antar suku. Mengapa? Sebab keahlian mereka dinilai lebih mumpuni ketimbang penduduk asli papua. Namun, bukan itu saja, sebab beberapa kasus yang terjadi di Papua seperti pembunuhan terhadap salah satu kepala suku Papua. Sdisinyalir dilakukan oleh kaum pendatang, maka sudah barang tentu kegeraman suku papu msemakin menjadi-jadi. Sehingga peperangan dan penyerangan sekalgus tindak kekerasan tak dapat terhindarkan lagi.

4. Rendahnya Tingkat Pendidikan

Papua juga memiliki keunikan lain, yakni bentang alamnya yang masih sangat alami. Sehingga tidak mudah untuk bisa mencapai wilayah-wilayah papua terutama mereka yang tinggal dipedalaman. Sehingga ini yang membuat  papua tidak memiliki banyak akses pendidikan terutama pendidikan tinggi dan kesehatan. Rendahnya tingkat pendidikan dinilai sebagai salah satu penyebab mengapa konflik berdarah sangat sering terjadi di Papua sebagaimana dampak konflik agama . Masyarakat Papua maksimal hanya mampu meraih pendidikan paling tinggi setingkat SMA, itupun tidak merata.

Maka, dengan rendahnya tingkat pendidikan mereka akan mudah terprovokasi. Beberapa oknum yang memiliki kepentingan menganggap bahwa provokasi merupakan bahan bakar yang tepat untuk memicu timbulnya perang. Pastinya dengan pengetahuan yanh tidak luas maka akan sangat mudah membuat seseorang tidak berfikir panjang. Hingga kemudian mereka mudah diprovokasi. Tentunya inilah yang menjadi salah satu penyebab mengapa di tanam papua sangat mudah terjadinperang antar suku.

4 penyebab perang antar suku di papua. Tentunya akan semakin menambah pengetahuan anda mengenai salah satu provinsi yang paling kaya bukan hanya kekayaan sumber daya alam melainkan keindahan alamnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.