7 Pengertian Pluralisme dan Contohnya

Pluralisme merupakan sebuah paham yang berarti menerima keberagaman. Pluralisme secara harfiah terdiri dari dua kata yakni Plural  yang berarti beragam dan Isme yang berarti paham. Bagi bangsa Indonesia sendiri istilah ini menjadi sangat familiar dan cukup populer dibanding dengan dampak negatif konflik . Mengingat bahwa negara kita merupakan satu-satunya negara majemuk yang terdiri dari berbagai macam suku, ras, agama yang mampu membaur menjadi satu.

Salah satu tokoh yang dikenal menganut paham ini ialah mantan presiden kita yakni Abdurahman Wahid (Gus Dur). Beliau merupakan tokoh plural yang berhasil membuat konghucu menjadi agama yang diakui dan disahkan di Indonesia. Beliau patut mendapat julukam sebagai bapak pluralisme. Karena pada masa beliau keberagaman sangat dijujung tinggi simak juga dampak dekrit presiden 5 juli 1959 . Umat konghucu yang merupakan kelompok masyarakat minoritas berhasil mendapatkan pengakuan. Tentunya hal ini merupakan sebuah bukti bahwa secara nyata pemersatu bangsa kita adalah adanya sikap plural yang dimiliki oleh semua individu.

Pluralisme menjadi sebuah paham yang amat lekat dengan kehidupan bangsa ini. Paham inilah yang mengakar kuat dan membuat kita semua dapat mentoleransi adanya perbedaan yang ada sebagaimana pengaruh media massa dan dampak positif kebebasan pers .  Sikap ini juga merupakan akar lahirnya persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa. Terlebih lagi bahwa salah satu pondasi yang membuat bangsa kita memiliki eksistensi dan tetap berdiri hingga sekarang ialah adanya nilai-nilai plural yang telah di tanamkan sejak kecil. Beberapa ahli berikut mendefinisikan pengertian pluralisme secara lebih sederhana. Berikut 8 pengertian pluralisme dan contohnya.

1. Webster (1976)

Pluralisme adalah suatu keadaan sosial  dari beranekargam etnis,  agama, ras atau lainnya, yang  rela  mempertahankan  tradisi  dan tetap berpartisipasi kepada sesama masyarakat. Keadaan ini kemudian menciptakan sebuah pola dimana masyarakat dapat hidup saling berdampingan dalam keberagaman yang ada. Sehingga nilai ini benar-benar terpatri kedalam setiap individu sebagai upaya nyata dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Simak juga penyebab konflik antar golongan .

2. Anton M. Moeliono (1990)

Menurutnya, pluralisme adalah suatu hal yang memberikan makna jamak (tidak satu), misalnya segi kebudayaan yang berbeda-beda di suatu masyarakat. Artinya bahwa terdapat penghormatan terhadap  nilai kebudayaan lain yang ada. Rasa saling menghargai dan menghormati merupakan dasar landasan dari terciptanya sikap pluralisme. [AdSense-B]

3. Geralrd O” Collins dan Edward G. Farrugia (1996)

Pluralisme adalah pandangan filosofis  yang  tidak mediskrisikan segalanya pada prinsip, melainkan   adanya penerimaan terhadap keragaman. Pluralisme ini menyangkut berbagai bidang, misalnya segi kultural, religious (agama) dan politik.

4. Santrock (2003)

Pluralisme adalah penerimaan setiap Individu yang berpendapat bahwa perbedaan budaya harus senantiasa dipertahankan dan dihargai. Dalam hal ini, setiap individu sadar betul bahwa keberagaman dan perbedaan budaya menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam masyarakat. Budaya sendiri merupakan akar dari bangsa ini, dimana perbedaan budayalah yang kemudian membuat kita menjadi sebuah negara besar yang menjung tinggi rasa pluralisme.

5. Samsul Ma’arif (2005)

pluralisme adalah  keberadaan akan toleransi keragaman   terhadap kelompok kultural dan etnik dalam masyarakat. Sikap toleransi menjadi sebuah pijakan dalam menhadirkan jiwa pluralisme dalam setiap individu. Hal ini kemudian tercermin dari sikap saling menghargai, menghormati dan menjunjung tinggi akan nilai keberagaman dan perbedaan.

6. Mohammed Fathi Osman (2006)

Makna pluralisme adalah penerimaan keberagaman sehingga setiap manusia dapat hak dan kewajibannya yang sejajar dengan manusia lain. Moh Fathi Osman menjelaskan bahwa pluralisme merupakan sebuah kebersamaan hak dalam memandang manusianlain setara. Dalam hal ini tidak ada kategori manusia yang lebih tinggi ataupun lebih rendah. Sehingga setiap manusia meskipun berbedandan beragam tetapi memiliki derajat dan pandangan yang sama di mata manusia lainnya.

7. Moh Shofan (2011)

Menurutnya, definisi pluralisme ialah upaya untuk membangun kesadaran yang bersifat teologis  tetapi dan sosial. Pengertian ini tentu saja dapat terimplementasikan pada kesadaran masyarakat, bahwa  manusia dalam keanekaragaman. Karena pluralisme sendiri mengandung konsep sosiologis dan teologis.

Dari beberapa definisi mengenai pluralisme yang diutarakan diatas, bahwa ini merupakan sebuah pandangan dari konsep pemikiran mengenai keberagaman yang tercipta dan bukan menjadi faktor penyebab kerusuhan . Nilai-nilai akan pluralisme juga telah tertuang jelas dalam dasar negara kita yakni pancasila. Dimana terdapat semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti berbeda-beda namun tetap satu tujuan. Sebagai bangsa yang besar para pendahulu kita telah menyadari betul mengenai nilai pluralisme ini. Berikut beberapa contoh pluralisme yang sangat dekat dengan kehidupan kita dalam bermasyarakat . [AdSense-C]

  • Pluralisme Agama

Sudah menjadi sebuah fakta bahwa negara kita merupakan negara dengan mayoritas penganut agama islam terbesar didunia. Namun, tahukah anda bahwa negara kita juga mengakui 5 agama lain yang dapat dianut oleh penduduknya. Kelim agama tersebut ialah kristen, khatolik, hindu, budha dan konghucu. Masyarakat kita menyadari betul akan perbedaan ini, namun sepanjang berdirinya negara ini kita tidak bisa mengabaikan adanya gesekan yang pernah terjadi diantara kelima agama tersebut. Namun, hal tersebut hanya merupakan bagian dari sejarah masa lampau.

Di era millenial, kepercayaan atau religius tidak terlalu menjadi hal sensitif yang dibahas. Banyak sudah kita menemukan masyarakat muslim dan kristen atau agama lain dapat hidup saling berdampingan dengan harmonis. Sebagai contoh, adanya sebuah masjid dan gerja yang berdampingan di daerah Jakarta Utara menjadi sebuah bukti bahwa nilai pluralisme merupakan bagian dari jati diri bangsa ini. Gereja GMIST Mahanaim dan Masjid Al Muqarrabien telah berdiri lebih dari 45 tahun, dengam pondasi toleransi yang begitu kokoh.

  • Pluralisme Sosial

Pluralisme sosial  baik meliputi budaya, adat, suku, ras dan etnik juga senantiasa menjadi bagian dari sejarah bangsa ini. Sebagai bangsa yang besar dengan 300 kelompol etnik dan 1.340 suku. Tentunya keberagaman budaya, adat istiadat dari sabang sampi meraule amatlah berbeda. Namun, hal ini bukan menjadi sebuah senjata pemecah belah, malah justru menjadi sebuah pesona Indonesia di mata Internasional. Betapa kayanya nusantara akan budaya tradisional yang melekat dan di junjung tinggi oleh masyarakatnya. Budaya, adat dan kesukuan merupakam sebuah identitas. Namun, ini bukan merupakam identitas yang kemudian harus diperdebatkan. Karena pada dasarnya identitas kita semua adalah satu, yakni Indonesia.

  • Pluralisme Ilmu Pengetahuan

Jika berbicara mengenai ilmu pengetahuan maka kita akan mengelompokkan orang berdasarkan strata pendidikannya. Tentunya hal ini malah akan membuat sebuah jurang pemisah antara kelompok intelektual dan non intelektual. Kondisi inilah yang kemudian akan membuat nilai pluralisme menjadi memudar. Tingkat pendidikan bukan lah sesuatu yang harus menjadi pembeda. Namun, justru harus menjadi sebuah pemersatu semakin merekatnya nilai pluralisme.

Itulah tadi, 8 pengertian pluralisme dan contohnya. Tentu akan semakin membantu kita untuk lebih memahami memgenai nilai pluralisme yang ada danengakar dalam jati diri bangsa ini. Kita tidak akan mampu menjadi bangsa yang besar jika tidak memiliki nilai pomdasi pluralisme yang kuat. Kita juga mungkin tidak akan bisa menikmati kerdekaan selama ini jika tanpa adanya nilai pluralisme yang tertanam. Semoga kita senantiasa dapat meningkatkan nilai pluralisme dan semoga artikel ini dapat bermanfaat.