Sponsors Link

Pengertian Konflik Antar Ras Berikut Contohnya yang Pernah Terjadi di Dunia

Sponsors Link

Konflik merupakan sesuatu yang dapat timbul dimanapun, apalagi lingkungan masyarakat pastinya konflik dapat muncul dalam lingkup sosial masyarakat. Terdapat banyak faktor yang bisa memicu timbulnya konflik. Masyarakat sendiri merupakan kumpulan individu yang terdiri dari berbagai karakter, suku, ras, etnik dan agama. Perbedaan-perpedaan tersebutlah yang kemudian dapat memicu timbulnya konflik.

ads

Terdapat beberapa fakta yang kemudian tidak bisa dielakkan. Dimana kemudian muncul konflik yang tak dapat di hindarkan yakni konflik antar ras. Ras sendiri brrasal dari bahasal latin yakni “Radix” merupakan suatu sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengkategorikan manusia dalam populasi atau kelompok besar dan berbeda melalui ciri fenotip, asal usul geografis, tampang jasmani dan kesukuan yang terwarisi.

Di awal abad ke-20 istilah ini sering digunakan dalam arti biologis untuk menunjuk populasi manusia yang beraneka ragam dari segi genetik dengan anggota yang memiliki fenotip (tampang luar) yang sama. Boleh jadi kelompok manusia dari dulu selalu menentukan diri sendiri sebagai berbeda dari kelompok lain. Namun, perbedaan tersebut belum tentu selalu dipandang sebagai sesuatu yang alami, tak terubahkan dan menyeluruh. Pandang seperti ini merupakan ciri-ciri khas paham “ras” yang digunakan pada masa kini.

Pengertian Konflik Antar Ras

Banyak ilmuwan sosial sudah menggantikan istilah “ras” dengan kata “kelompok etnik” untuk menunjuk kelompok yang mengidentifikasi diri sendiri berdasarkan kepercayan mereka mengenai kebudayaan, asal usul dan sejarah bersama. Selain masalah empiris dan konseptual yang dibawa paham “ras,” setelah Perang Dunia Kedua, para ilmuwan di bidang evolusi dan sosial sangat menyadari betapa kepercayaan mengenai “ras” diperalat untuk membenarkan diskriminasi, apertheid, perbudakan dan Genosida. Sebab tidak sedikit tindakan yang kemudian membawa-bawa ras sebagai penyebab lahirnya konflik.

Di eropa sendiri tindakan atau konflik yang berkaitan dengan ras dikenal dengan istilah Rasis. Tindakan ini sendiri menjadi salah satu bentuk kejahatan yang bisa dikenakan tindak pidana. Sebab perbuatan Rasis ini kemudian dapat memicu konflik yang lebih besar. Sebab tindakan dapat memicu pecahnya konflik antar etnik yang bisa jadi dampaknya mengarah kepada kerusuhan, tindak kekerasan serta pertumpahan darah.

Rasisme sendiri merupakan  suatu sistem kepercayaan atau doktrin yang menyatakan bahwa perbedaan biologis yang melekat pada ras manusia menentukan pencapaian budaya atau individu – bahwa suatu ras tertentu lebih superior dan memiliki hak untuk mengatur ras yang lainnya. Tindakan inilah yang kemudian dinilai sebagai tindakan pemicu konflik antar ras. Sebab tindakan rasisme sama dengan tindakan melecehkan suatu kelompok manusia hanya karena mereka memiliki perbedaan fenotip.

Sponsors Link

Rasisme telah menjadi faktor pendorong diskriminasi sosial, segregasi dan kekerasan rasial, termasuk genosida. Politisi sering menggunakan isu rasial untuk memenangkan suara. Istilah rasis telah digunakan dengan konotasi buruk paling tidak sejak 1940-an, dan identifikasi suatu kelompok atau orang sebagai rasis sering bersifat kontroversial. Tindakan rasis yang paling sederhana adalah penghinaan melalui ucapan. Ras yang paling sering mendapat tindakan rasisme ialah merrka dari etnik kulit hitam.

Konflik ras menjadi kondisi yang dapat menyebabkan timbulnya pertikaian dan perpecahan. Oleh karenanya penerapan hukuman terhadap setiap tindakan rasis telah banyak dilakukan di negara negara eropa. Adanya anggapan bahwa ras tertentu lebih baik dibanding ras yang lain dapat menjadi pemicunya. Selain itu juga, pelaku rasis biasanya tidak menyadari bahwa tindakannya tidak hanya melukai individu tersebut. Namun, juga merupakan penghinaan bagi semua ras yang di ejek. Tentu saja hal itu sangat berbahaya, apalagi jika sudah melibatkan banyak pihak. Tentu konflik yang lebih besar dapat timbul.

Beberapa contok konflik antar ras berikut ini akan  semakin menjelaskan betapa konflik antar ras menjadi salah satu pemicu timbulnya pertikaian.

1. Konflik Ras Rohingya

Rohingya menjadi etnis yang diperlakukan secara diskriminatif oleh pemerintah myanmar. Bahkan konflik ini menjadi sebuah tragedi kemanusia di abad-21 seperti juga penyebab konflik antar ras  . Pembataian etnis rohingya oleh tentara pemerintah disebabkan karena rohingya dianggap bukan merupakan bagian dari penduduk myanmar. Apalagi mayoritas etnis rohingya merupakan muslim sehingga hal ini memicu ketidaksenangan pemerintah. Mayoritas myanmar dihuni oleh agama budha sehingga kedatangan etnis rohingya dianggap menganggu dan bukan merupakan bagian dari penduduk myanmar.

2. Konflik Apertheid

apertheid merupakan sebuah kebijakan yang melarang ras kulit hitam untuk ikut dalam pemerintahan. Politik ini diterapka  di negara Afrika Selatan yang  dihuni oleh penduduk asli ras kulit hitam. Sebagai penduduk asli ras kulit hitam justru mendapat perlakuan yang dikriminatif dari ras kulit putih atau bangsa eropa yang menjajah negara ini seperti juga penyebab perang israel dan palestina . Semua sendi sendi kehidupan diatur oleh warga kulit putih yang mayoritas menghuni wilayah ini. Saat Nelson Mandela melakukam revolusi dengan mendobrak kebijakan tersebut ia berhasil menjadi presiden kulit hitam pertama dan menghapuskan politik apertheid. Dengan begitu maka Afrika Selatan tumbuh menjadi negara yang aman dan tenteram. Serta kerukunan antara ras kulit hitam dan putih tetap terjaga. 

Sponsors Link

3. Konflik Antar Etnis Tionghoa dan Jawa di Surakarta

Tahun 1998 menjadi sebuah sejarah kelam dimana konflik antara etnis tionghoa dan suku jawa asli yang mendiami wilayah Surakarta. Konflik tersebut dipicu karena adanya anggapan bahwa etnis tionghoa bukan merupakan bagian dari warga negara indonesia seperti juga penyebab  israel dan palestina perang . Kondisi ini diperparah dengan krisis moneter yang melanda. Kerusuhan akibat konflik meluas yang menyebabkan penjarahan toko toko serta pembakaran fasilitas umum.

4. Konflik Ras Melayu VS Tionghoa di Singapura

Konflik antar ras di Singapura ini melibatkan ras melayu dan etnis tionghoa di wilayah singapura. Pemicu konflik tidak lain adalah perebutan hak kekuasaan atas pemerintahan seperti juga akibat konflik palestina dan israel . Perebutan tersebut menyebabkan konflik pecah. Sebagai ras yang telah mendiami wilayah singapura terlebih dahulu, ras melayu merasa berhak untuk memimpin pemerintahan. Namun, hal tersebut ditentang oleh etnis Tionghoa yang juga merasa memiliki hak atas pemerintahan. Perdebatan perdebatan tersebut memicu konflik antara ras melayu dan tionghoa. Namun, kejadian masa silam tersebut tidak berlangsung lama dan dapat segera diatasi dengan baik.

5. Konflik Ras Kulit Putih dan Ras Kulit Hitam

Dimulai saat abad ke-17 dimana dimana bangsa eropa berbondog bondong memasuki kawasan negeri paman sam tersebut. Kedatangan bangsa eropa yang mayoritas berkulit putih juga dibarengi kedatangan ras kulit hitam yang mereka bawa sebagai pekerja atau budak seperti dampak konflik agama . Sepanjang sejarah berlangsung, tradisi menjadikan ras kulit hitam sebagai budak masih terus berjalan meskipun zaman telah berlalu. Hal ini kemudian, menimbulkan pemberontakan ras kulit hitam, yang merasa didiskriminasi oleh ras kulit putih. Konflik horizontal tersebut masih kerap terjadi hingga saat ini.

Pengertian konflik antar ras berikut contohnya yang pernah terjadi di dunia. Tentu dapat menjadi tambahan pengetahuan bagi anda. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

, , , , , ,
Post Date: Tuesday 01st, May 2018 / 09:16 Oleh :
Kategori : SARA