Sponsors Link

Inilah 4 Negara dengan Hukuman Mati Bagi Para Koruptor

Sponsors Link

Koruptor merupakan seseorang yang melakukan tindakan kejahatan yang besar atau extraordinary crime. Koruptor pada dasarnya merupakan seorang pencuri yang mengambil uang negara dengan nominal yang bahkan tidak masuk akal. Mereka ada yang bekerja sendiri namun ada juga yang bekerja secara berkelompok dengan pencurian uang atau aset negara secara terstruktur dan membutuhkan pengamatan dan analisa yang lebih untuk mengungkapkannya.

ads

Dikarenakan kerugian yang ditimbulkan cukup dan bahkan sangat besar. Maka tidak heran jika para pelaku korupsi ini mendapatkan hukuman yang besar. Salah satu hukuman berat yang bisa diberikan kepada para pencuri ini adalah hukuman mati. Namun sayangnya hanya ada beberapa negara yang menerapkan hukuman tersebut.

Entah apa yang melatarbelakangi negara lain yang tidak menerapkan hukuman mati bagi koruptor. Mungkin salah satu alasan dibaliknya adalah karena masih memperhatikan HAM para pelaku korupsi. Lalu apa saja negara yang menerapkan hukuman mati bagi para koruptor? Berikut ini akan kami berikan jabawannya kepada Anda.

1. China

Negara pertama yang terkenal memberlakukan hukuman mati bagi para koruptor adalah China. Namun ada ketentuan tersendiri untuk menentukan apakah orang tersebut memang layak diberikan hukuman mati atau tidak. Seseorang boleh dikenakan hukuman mati jika dia terbukti korupsi sekitar 100.000 yuan atau kurang lebih Rp. 215 juta.

Salah satu contohnya adalah seseorang bernama Zhou Yongkang yang merupakan koruptor kelas kakap. Ia dieksekusi di Pengadilan China pada 9 Februari 2015. Seseorang yang merupakan konglomerat bidang pertambangan tersebut karena diketahui menjual senjata secara ilegal. Dia juga sudah terbukti melakukan pembunuhan berencana sehingga kejahatannya memang tidak bisa dimaafkan.

2. Vietnam

Negara kedua yang juga menerapkan hukuman mati bagi koruptor adalah Vietnam. Mereka terkenal sebagai negara yang sering menerapkan hukuman mati untuk pejabat maupun mereka yang memiliki jabatan penting di perusahaan milik negara. Namun perlu diperhatikan bahwa Vietnam tidak menerapkan hukuman mati bagi wanita hamil maupun wanita yang memiliki tanggungan anak dan memiliki usia di bawah 26 tahun.

Salah satu pejabat yang pernah merasakan hukuman mati yakni Direktur Utama dari PetroVietnam yaitu Nguyen Xuan So. Dia terbukti korupsi sebesar USD 69 juta atau kurang lebih Rp. 993 miliar. Jumlah yang sangat besar sehingga tidak heran jika hukuman mati langsung diterapkan.

3. Singapura

Negara tetangga yang menerapkan hukuman mati adalah Singapura. Mungkin karena hal ini membuat Singapura merupakan negara dengan indeks korupsi yang rendah. Memang negara Singapura sangat keras terhadap para pelanggar hukum, terutama mereka yang melakukan pembunuhan, mengkonsumsi obat telarang, penyelundupan, dan juga korupsi.

Tidak tanggung-tanggung, antara 1994 sampai dengan 1999 sudah lebih dari 1000 orang yang dihukum mati. Berdasarkan keterangan dari Amnesty Internasional bahwa Singapura paling sering menerapkan hukuman mati dimana sekitar 21 orang divonis hukuman mati pada tahun 2001.

4. Taiwan

Negara dengan hukuman mati bagi para koruptor adalah Taiwan. Sebelum 2000, diketahui bahwa tingkat eksekusi hukuman mati di negara tersebut sangat tinggi. Namun angkanya kemudian menurun di tahun 2005 dan bahkan tidak ada di tahun 2006 sampai dengan 2009. Hal ini terjadi setelah adanya perdebatan ramai.

Namun ada satu aturan yang diterapkan bahwa hukuman mati akan diterima untuk seseorang yang terbukti memakan uang untuk keperluan bencana alam dan juga uang untuk kepentingan krisis ekonomi.

,
Post Date: Tuesday 19th, November 2019 / 05:43 Oleh :
Kategori : Hukum