5 Lembaga Polisi Di Indonesia

Kepolisian Negara Republik Indonesia memiliki peran yang sangat besar dan penting bagi terciptanya kedamaian dan keamanan negeri ini. Kepolisian Negara Republik Indonesia, disebut juga dengan Polri bertanggung jawab langsung kepada Presiden dan tugasnya adalah menjadi Abdi Utama bagi Bangsa Indonesia.

Sebelum Polri berdiri secara mandiri dan tanpa intervensi pihak lain, Negara Republik Indonesia dilindungi oleh ABRI, yang singkatannya adalah (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia). Institusi pertahanan dan keamanan Indonesia ini dipimpin oleh Panglima ABRI dan memiliki sub koordinat Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara dan Polisi. Namun demikian, sejak masa bergulirnya reformasi pemerintahan pada tahun 1998, diputuskan pemisahan antara Polri dan ABRI tepatnya pada tanggal 5 Oktober 1998.

Pada tahun 2000, nama resmi militer Indonesia yang tadinya adalah ABRI dirubah menjadi TNI yaitu Tentara Nasional Indonesia, yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden dan kepemimpinannya diajukan langung oleh Presiden dari Kepala Staf Angkatan untuk mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR. Untuk menghindari penyalah gunaan wewenang, Hak politik TNI disepakati untuk dihilangkan.

Selain Kepolisian, institusi atau lembaga penegakan hukum di Indonesia dibagi menjadi kedalam beberapa unit bagian seperti Komisi Pemberatasan Korupsi, Badan Narkotika Nasional, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dan Badan Keamanan Laut.

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Dalam memelihara ketertiban dan keamanan masyarakat. Polri mereima anggaran langsung untuk 1 unit organisasi dibawah Markat Besar Polri atau yang biasa kita kenal dengan Mabes Polri).

Kepolisian Negara Republik Indonesia memiliki banyak kesatuan agar pembebanan tugas lebih fokus dan terarah. Salah satu kesatuannya adalah Kepolisian, atau yang biasa kita sebut dengan Polisi. Polisi bertugas untuk melindungi warga sipi dari ancaman ketertiban, ancaman keamanan dan penegakan hukum di seluruh wilayah negara Indonesia. Kata polisi sendiri diambil dari serapan bahasa Yunani yang adalah politeia, yang artinya semua yang tercakup pada usaha dan kegiatan negara.

Pranata umum sipil ini bersifat militaristis dengan disiplin yan sangat kuat untuk menjaga kesatuan kedaulatan negara tercinta kita ini. Polisi sendiri dibagi menjadi beberapa bagian atau lembaga dengan cakupan kerja yang lebih terbatas dan karakteristik yang berbeda tergantung dari pembagian wilayah dan tugas kerjanya. Beberapa bagian lembaga dari Polisi adalah :

  • Polisi Pamong Praja (Pol PP)
    • Dipimpin oleh Mantri Polisi Pamong Praja (MP PP)
    • Bertanggung jawab untuk laporan kepada Wedana atau Pembantu Bupati (Wilayah Keadministrasian)

 

  • Polisi Kehutanan Indonesia (Polhut)
    • Berdiri dibawah Kementrian Kehutanan
    • Bertugas untuk mengamankan, melindungi dan mengawasi hutan dengan segala ekosistem di dalamnya dan menjadi penegak hukum mengenai aktivitas yang berkaitan di dalamnya

[AdSense-B]

  • Polisi Khusus Lembaga Permasyarakatan (Polsuspas)
    • Berdiri dibawah Kementrian Hukum dan HAM (Hak Asasi Manusia)
    • Bertugas untuk menjadi penegak hukum dan penjaga narapidana di semua unit lembaga permasyarakatan

 

  • Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska)
    • Bertanggung jawab langsung kepada PT. KAI
    • Bertugas untuk menjaga kelancaran dan kenyamanan perjalanan kereta api dari gangguan apapun selama diperjalanan

[AdSense-A]

  • Brimob (Korps Brigade Mobil)
    • Didirikan pada tanggal 14 November 1946
    • Tadinya bernama Pasukan Polisi Istimewa atau Tokubetsu Keisastsutai, kemudian beralih menjadi Mobile Brigade (Mobrig)
    • Dipimpin oleh Komandan Korps Brimob yang secara tidak langsung adalah pejabat Perwira Tinggi Polri berbintang dua atau Irjen Pol
    • Pemimpinnya biasa dipanggil dengan nama Komandan Korps
    • Komando tertinggi bertanggung jawab langsung dibawah Kapolri dalam setiap operasi Gegana
    • Satuan Brimob Polri ada 4 yaitu Pusat Pendidikan Korps Brimob, Satuan Gegana I, Resimen II Pelopor dan Resimen III Pelopor
    • Brimob memiliki satuan di masing-masing daerah di seluruh provinsi negara Indonesia
    • Kesatuan tertua dan terelit milik Polri
    • Bertugas membantu TNI dalam menjaga keamanan dan ketertiban negara yang berhubungan dengan konflik internal maupun yang berhubungan dengan pihak luar atau eksternal
    • Dilengkapi dengan senapan serbu dan kendaraan lapis baja
    • Digunakan sebagai institusi penegak hukum di daerah konflik, keadaan darurat sebagai tim SAR (Search and Rescue), menangani kejahatan dengan tingkat yang lebih tinggi, contohnya yang membutuhkan senjata api atau bom
    • Dikenal juga sebaga Korps Baret Biru
    • Termasuk kedalam jajaran unit paramiliter kepolisian
    • Sebagai salah satu unsur pelaksana Polri
    • Menangani permasalahan dengan intensitas tingg, yang berkaitan dengan kerusuhan masa, penanganan senjata kimia, biologi, radioaktif, bahan peledak dan senjata api
    • Beberapa peristiwa penting yang melibatkan Brimob adalah konfrontasi dengan Negara Malaysia pada tahun 1963, aneksasi Timor-timor, perebutan Irian Barat, peristiwa G-30-S/PKI dan Peristiwa Binjai
    • Memiliki kurang lebih 30.000 personel
    • Memiliki sub unit yang disebut dengan Jihandak atau Penjinak Bahan Peledak dan juga pasuka khusus yang bernama PHH atau Pasukan Anti Huru-Hara
    • Jihandak adalah salah satu tugas utama dari Resimen Brimob yang bernama Gegana
    • SAR, penanganan teror dan penjinakan bahan peledak adalah beberapa tugas Sat I Gegana
    • Orang-orang yang berada di dalam kesatuan Gegana tidak dilatih untuk membunuh saja, namun juga menembak jitu, kemampuan negosiasi, ahli danlam penggrebekan, ahli dalam penangkapan, menangkap tersangka tanpa mematikan, menyeret tersangka ke pengadilan. Hanya dalam keadaan sangat terpaksa dalam operasi Gegana barulah ada aksi penembakan
    • Beberapa keahlian yang diharuskan dimiliki oleh tim SAR adalah menyelam, repling, jumping, menembak dan juga P3K.
    • Gegana memiliki tiga kendaraan taktis yang disebut dengan EOD atau explosive ordinance disposal
    • Kendaraan ini berada di wilayah unit Polda Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur
    • Indonesia hanya memiliki 6 unit EOD
    • Gegana diwajibkan untuk membina hubungan ekstrenal dalam penanganan anti teror. Jadi selain penanganan, satuan ini juga melakukan upaya-upaya pencegahan dan kerjasama dalam teknik dan taktik
    • Satuan Gegana yang menanggulangi terorisme disebut dengan DENSUS 88

Selain yang telah disebutkan di atas, masih ada banyak satuan-satuan pembagian lembaga dari Polri yang secara khusus menangani tugas-tugas tertentu, diantaranya adalah :

[AdSense-C]

  • Provos atau Propam
  • Polisi PBB
  • Polisi Pariwisata
  • Polisi Sepatu Roda
  • Polisi Air
  • Polisi Udara
  • Polisi Pantai
  • Polisi DVI (Disaster Victim Identification
  • Labfor
  • Polisi Inafis
  • Samapta Bhayangkara
  • Polisi Satlantas
  • Dan masih banyak lagi

Indonesia termasuk yang memiliki satuan militer terkuat di Asia Tenggara. Untuk menjadi bagian dari satuan militer ini, sebaiknya mengerti dan memahami segala seluk beluk yang ada di dalam kesatuan militer ini, termasuk di dalamnya pangkat polisi dari terendah sampai tertinggi, kemudian apabila anda sudah memahami dan ingin masuk ke dalam satuan Brimob, penting juga untuk mengetahui syarat dan cara masuk Brimob, termasuk di dalamnya yang berkaitan dengan tes fisik masuk Brimob.

Demikian artikel mengenai lembaga polisi di indonesia. Semoga informasi yang berada di artikel perbedaan lembaga polisi di indonesia dapat bermanfaat untuk anda.