Sponsors Link

Latar Belakang Yugoslavia dan Alasan Terjadinya Perpecahan

Sponsors Link

Yugoslavia merupakan negara federasi yang terbentuk karena persamaan sejarah bahwa mereka pernah sama-sama terjajah selama berabad-abad. Yugoslavia yang berarti tanahnya orang-orang Slavia, didiami oleh beberapa suku atau etnis yaitu Bosnia-Herzegovina, Serbia, Montenegro, Kroasia, Slovenia dan Macedonia. Sebenarnya di antara etnis tersebut tidak ada kesamaan. Bersatunya mereka dalam sebuah negara federasi dikarenakan kemiripan asal-usul dan sejarah sehingga saat mereka bersatu dan bernaung di bawah satu pemerintahan, mulai muncul banyak konflik. Konflik terjadi karena masing-masing etnis memiliki keyakinan berbeda, ide dan sistem politik pun juga berbeda, sehingga latar belakang Yugoslavia menjadi penyebab konflik sosial yang sangat panjang hingga bertahun-tahun.

ads

Pembentukan Yugoslavia sebenarnya bukanlah sebuah ide yang bagus, karena setelah pembentukan negara tersebut selalu saja terjadi konflik antar suku, sehingga Yugoslavia termasuk contoh konflik antar ras. Konflik mulai muncul ketika sistem pemerintahan dijalankan namun tidak sesuai dengan pemikiran setiap etnis, sehingga selalu muncul perdebatan yang berujung konflik. Perbedaan antar suku tersebut antara lain Bosnia yang beragama Islam, Kroasia dan Slovenia yang beragama Katolik Roma menggunakan huruf latin, Serbia, Montenegro, dan Macedonia yang menggunakan huruf cyrilik merupakan pemeluk agama Kristen Ortodoks. Mereka memiliki wilayah otonom sendiri di bawah federasi Yugoslavia. Perbedaan aspirasi setiap bangsa telah menimbulkan konflik dan perpecahan sehingga seringkali terjadi pembantaian sadis saat salah satu bangsa memiliki pendapat berbeda.

Latar Belakang Terpecahnya Yugoslavia

Pembentukan negara Yugoslavia dilakukan oleh Joseph Broz Tito, sehingga saat negara federasi tersebut berdiri ia dijadikan pemimpin dari Yugoslavia. Saat kepemimpinannya, perpecahan di Yugoslavia bisa diredam. Joseph melakukan tindakan berupa membentuk sistem politik satu partai dengan sistem ekonomi sentralistik. Tindakan tersebut didukung oleh kekuatan militer nasional, dan selama sistem tersebut berjalan keinginan bangsa-bangsa di bawah Yugoslavia untuk merdeka bisa ditekan. Namun saat Joseph Broz Tito berhenti memerintah karena telah meninggal, konflik mulai bermunculan. Setiap etnik menginginkan kekuasaan sendiri dengan cara ingin membebaskan diri dari Yugoslavia dan berdiri sebagai negara merdeka. Perpecahan pun tidak dapat terelakkan, dimana pembantaian mulai dilakukan terutama oleh Serbia yang memiliki dominasi kekuasaan dibandingkan bangsa lainnya dan hal ini menjadi penyebab konflik SARA yang bersejarah.

Serbia selalu menyerang bangsa yang ingin merdeka dan konflik pun terjadi di Yugoslavia. Kondisi di negara tersebut sangat memprihatinkan, karena pembantaian yang dilakukan Serbia telah menghilangkan banyak nyawa dan termasuk contoh konflik antara agama karena telah menyerang bangsa lain yang memiliki agama berbeda. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab munculnya berbagai konflik di Yugoslavia, beberapa di antaranya sebagai berikut.

1. Pengaruh Politik di Uni Soviet

Uni Soviet yang runtuh dan terbagi dalam beberapa negara yang berdiri sendiri, mendorong bangsa-bangsa di Yugoslavia untuk melakukan hal yang sama. Mereka merasa memiliki ide politik sendiri sehingga akan lebih mudah mewujudkannya bila memiliki sistem pemerintahan sendiri. Apalagi adanya politik glasnost dan perestroika di Uni Soviet memberikan pengaruh yang besar terhadap negara bagian Yugoslavia, karena telah menimbulkan rasa nasionalisme yang cukup besar. Masing-masing negara bagian merasa memiliki keyakinan dan sistem politik yang berbeda dan ingin mendirikan keyakinan tersebut di atas tanah mereka sendiri yang merdeka dan terbebas dari pengaruh politik Yugoslavia.

2. Perbedaan Agama dan Bahasa

Yugoslavia yang terdiri beberapa bangsa memiliki beberapa keyakinan, yang sebenarnya tidak dapat dipaksakan untuk bersatu. Tentunya peraturan dalam agama Islam akan berbeda dengan Kristen Ortodoks, begitu pula dengan Kristen Roma sehingga sangat tidak mungkin bila mereka menjalankan satu sistem bersama-sama. Apalagi setiap bangsa memiliki bahasa dan huruf yang berbeda, dan hal ini seringkali menjadi pemicu perpecahan. Jadi perpecahan yang terjadi di Yugoslavia bukan hanya merupakan konflik antar etnis namun juga merupakan konflik antar agama.

3. Penentangan Serbia terhadap Keinginan Bangsa Lain

Serbia merasa hak-haknya dikurangi ketika bergabung dengan Yugoslavia, sehingga mereka memperkuat diri dan ingin menguasai negara bagian dengan cara memiliki kedudukan yang tinggi di Yugoslavia. Serbia juga menolak keinginan bangsa lain yang ingin merdeka. Penyerangan terhadap Bosnia dianggap cukup sadis karena dibalik tindakan tersebut, Serbia tidak ingin Bosnia yang didominasi agama Islam berdiri sendiri. Pembantaian umat Islam sepanjang sejarah pun tidak dapat terelakkan. Dampak konflik agama yang terjadi di Bosnia telah memicu marahnya negara-negara Islam terutama Turki, sehingga negara tersebut mengirimkan pasukannya untuk membantu Bosnia. Serbia sendiri lebih banyak mendapat dukungan dari negara-negara barat.

Latar belakang Yugoslavia mulai dari pembentukan hingga terjadinya konflik dan perpecahan memang cukup panjang. Pengendalian konflik sosial telah dilakukan dan setelah bertahun-tahun Yugoslavia bisa didamaikan. Namun setelah negara-negara bagian merdeka tetap saja ada konflik lainnya yang muncul sehingga peperangan dapat terjadi dan sulit untuk dihindari.

, , , , , ,
Post Date: Friday 29th, December 2017 / 00:43 Oleh :
Kategori : SARA