Sponsors Link

6 Latar Belakang Perang Teluk yang Belum Diketahui Publik

Sponsors Link

ads

Perang teluk  merupakan perang yang terjadi antara Irak dan Iran. Sebagai negara yang bertetangga dan sekaligus bersebelahan tentu konflik sudah menjadi bumbu-bunbu sehari-hari dalam kehidupan masyarakatnya sebagaimana latar belakang perang korea . Justru pada zona yang berdekatanlah yang paling krusial dan sangat mudah untuk terprovokasi dan menyulut perang. Konflik Iran dan Irak sudah seperti konflik lama dan hanya tinggal menunggu waktu saja kapan pecahnya perang.

Benar saja, pada tahun 1990-an akhirnya perang benar-benar terjadi antar Irak dan Iran seperti kekejaman perang vietnam paling mengerikan, kronologi kejadian yang mengakhiri perang vietnam , serta fakta perang vietnam yang tak diketahui publik . Perang ini berlangsung dari September 1990 sampai dengan Agustus 1998. Kurang lebih delapan tahun kedua negara tetlibat dalam kontak senjata yang mematikan dan membunuh jutaan nyawa baik militer ataupun penduduk sipil. Akar permasalahan sebenarnya telah terjadi sejak berabad abad silam. Berlarut larutnya permusishan antara kerjaan Mesopotanian (Berada di  lembaj sungai Tigris-Eufrat yang kini menjadi Negara Irak Modern) dan kerajaan Persia atau Irak Modern. Namun tentunya beberapa latar belakang perang ini akan semakin memperjelas penyebab meletusnya perang teluk. Berikut 6 latar belakang perang teluk yang belum dikutahui publik. Simak selengkapnya.

1. Persaingan Antara Bangsa Arab dan Persia

Sebagai sebuah negara yang bertetangga dan bersebelahan tentu saja dibalik itu semua, terdapat persaingan antara keduanya. Baik dalam hal pengakuan sumber daya alam atau sebagainya. Terlebih lagi bagi negara yang berdekatan sangat krusial sekali dengan masalah batas negara. Iran dan Iran selalu terlibat konflik yang diakibatkan oleh sengketa batas seperti juga penyebab perang bosnis serbia ,  penyebab perang baratayuda , dan latar belakang perang asia pasifik  . Apalagi mengingat banyak sebagai negara yang berasal dari timur tengah, tentu sumber pendapatan negara berasal dari minyak bumidan pengolahannya. Meskipun Irak dan Iran merupakan salah satu negara penghasil minyak terbesar di dunia. Namun, keduannya tidak dapat menerima dominasi dan keunggulan darinyang lainnya.

Iran tidak terima jika hasil bumi Irak lebih banyak dari mereka, sebaliknyapun Irak merasa tersaingi jika Iran memperoleh sumber devisa dan pendapatan yang lebih besar. Bukan hanya dalam hal itu, dari semua aspek kehidupan, kedua bangsa ini saling bersaing dan ingin menjadi dominan. Namun, tingginya keinginan untuk saling mendominasi dan persaingan yang sengit antar keduanya, memicu sebuaj gesekan -gesekan kecil yang pada akhirnya menimbulkan pecahnya perang.

Baik bangsa arab yang mayoritas penduduk Irak dan bangsa Persia yang mayoritas merupakan penduduk Iran sangat ingin menjadi dominan di wilayah semenanjung Arab. Karenanya mereka selalu menggunakan cara untuk dapat memenangkan persaingan dan menyingkirkan satu sama lain. Entah dengn cara klaim sumber daya alam yang melimpah atau hal-hal lainnya yang memang terkesan bahwa keduanya tidak dapat akur sebagai negara tetangga. Harusnya dalam hubungan internasional keduanya akan lebih dekat dan dapat saling mendukukung. Namun, pada faktanya keduanya malah seperti Anjing dan Kucing yang jelas memperlihatkam api permusuhan pada dunia internasional.

Sponsors Link

2. Permasalahan Minoritas Etnis

Baik Irak ataupun Irak saling ikut campur urusan masing-masing negara, dan bahkan tidak jarang mereka saling memprovokasi antara satu dengan lainnya. Contph kecilnya adalah di tanah Iran memang terdapat etnis minoritas yakni bangsa Kurdi. Etnis Kurdi ini memliki paham dan pandangan yang berbeda dari banhsa Persi yang mayoritas adalah penduduk Iran. Perbedaan inilah yang membuat etnis Kurfi dikucilkan. Sehingga ini kemudian digunakan oleh Irak yang memprovokasi etnis Kurdi untuk memperjuangkan otonomi bagi etnis Kurdi sendiri. Sebaliknya bangsa Iran mendukung bangsa Arab Minoritas yang ada di Irak untuk mendapatkan kebebasan dan bahkan memisahkan diri.

Sunguh benar-benar sebuah ironi, dimana kedua negara terkesan ingin menghancurkan negara yang lainnya melalui tanggan orang lain. Memprovokasi dan kemudian membuat suasana gaduh di dalam negeri masing-masing. Padahal hal tersebuy menjadi urusan internal yang seharusnya tidak ada campur tangan negara lain. Inilah yang kemudian membuat suasana antar keduanya semakin memanas. Penduduk Irak dan Iran sudah saling membenci sejak zama nenek moyang mereka, maka itulah yang kemudoan diturunkan secara turun temurun, sehingga yang ada hanyalah api permusuhan dan pada akhirnya menjadikan peperangan.

3. Perbedaan Orientasi Politik Luar Negeri

Dalam dunia politik Internasional keduanya memiliki paham yamg berbeda. Perbedaan inilah yang kemudian semakin membuat konflik meruncing. Irak merupakan negara yang Pro Uni Soviet sedangkan Iran memilih sebagai Pro Barat. Secara bahwa kita tahu ketegangan di eropa disebabkan oleh persaingan antara dua kubu yakni Uni Soviet dan pihak barat yang diwakilkan oleh Amerika. Otomatis ketika kedua negara mendukung negara lain yang berbeda dan berkonflik maka ya itu tadi perang tidak mungkin terhindarkan. Sebagai sekutu tentunya Amerika dan Soviet akan memberikan bantuan baik senjata ataupun bantuan militernya kepada negara yang menjadi sekutunya.

Sponsors Link

4. Keinginan untuk Menguasai Jalur Al Shaat Arab dan Provinsi Khuzestan

Seperti yang telah dibahas di awal, batas negara pada negara yang bertetangga akan selalu menjadi polemik. Sebut saja Indonesia-Malaysia yang selalu saja panas pada zona perbatasan. Irak dan Iranpun serupa, mereka sama-sama mengklaim jalur Shat Al Araab yang merupakan satu-satunya jalur sungai yang digunakan untuk atifitas perdagangan intetnasional kedua negara. Karena letaknya persis diperbatasan maka aksi saling klaim dari keduanyapun tak terhindarkan. Apalagi jalur ini merupakan jalur krusial yang penghubung yang sangat strategis. Jika dikuasai oleh Irak ataupun Iran maka mereka dapat dengan leluasa untuk menutup jalur bagi negara yang lainnya.

Selain jalur Shal Al Araab terdapat sengketa lain yakni perebutan wilayah Provinsi Khuzestan. Dimana wilayah ini merupakam provinsi yang kaya akan minyak yang dimiliki oleh pemerintah Iran. Namun, pada tahun 1969 Irak mengklaim bahwa wilayah ersebut merupakan milik mereka, dengan alsan bahwa wilayah tersebut diserahkan setelah masa penjajahan oleh Inggris kepada Irak  tentu konflik dan semgketa serta klaim sana sini tak dapat terhidarkan. Sengketa inilah yangb sempat membuat keduan negara bersitegang sebelum perang akhirnya meletus pada tahun 1990-an.

5. Keinginan untuk Menjadi Penguasa Teluk

Baik Iran maupun Iran sama-sama ingin menjadi penguasa teluk. Persaingan ini tidak ubahnya persaingan antara Soviat dan AS yang sama-sama ingin di claim menjadi negara Adidaya. Meskipun pada akhirnya meletus perang namun, keinginan keduanya menjadi penguasa teluk terus menguat dan membuat persaingan keduanya semakin sengit. Dalam hal apapun kedua negara selalu ingin menjdi dominan dan mendominasi agar dapat disebut sebagai penguasan teluk. Persaingan menjadi pengiasa teluk berlangsung sengit sampai pada akhirnya perang kemudian meletus.

6. Kekuasaan Kaum Islam Syiah di Iran

Polemik dan konflik internal dialami oleh turki, dimana terjadi revolusi kaum islam yang dipimpin oleh kaum syiah yang berupaya menegakkan islam di tanah Iran. Konflik internal ini menimbulkam kekhawatiran tersendiri bagi Irak, sebagai negara yang berada disebelah Iran tentu sudah pasti revolusi Islam tersebut akan menyebar kewilayah mereka. Bangsa Syiah dan Sunni yangayoritas penduduk Irak memiliki pandangan dan paham yang berbeda sehingga keduanya sangat sering terlibat konflik. Irak khawatir jika nanti pada akhirnya bangsa Syiah akan menyerang dan menyerbu kaum Sunni di Iran.

Nah, itulah 6 latar belakang perang teluk yang belum diketahui publik. Sebuah polemik, sengketa dan konflik yang berujung pada perang yang menewaskan jutaan umat manusia seperti tokoh perang korea , latar belakang perang teluk 1 , dan latar belakang perang salib . Tentu merupakan sebuah tragedi kemanusiaan yang jangan sampai terulang kembali. Semoga kita semua dapat menjaga perdamaan yang telah kita nikmati selama ini. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

, , , ,
Post Date: Sunday 18th, March 2018 / 08:51 Oleh :
Kategori : Internasional