Sponsors Link

Latar Belakang Perang Salib di Yerusalem

Sponsors Link

Setelah kita membahas mengenai beberapa peperangan yang terjadi pada tingkat nasional seperti perang Bali, lalu juga membahas mengenai perang yang terjadi pada dunia internasional seperti adanya konflik Yugoslavia dan perang lainnya, kita akan kembali mengulas mengenai salah satu peperangan kontroversial yang pernah terjadi pada sejarah umat manusia. Peperangan yang terjadi pada era dark ages, jaman kegelapan dimana sains dianggap sebagai mitos belaka, dan agama merupakan faktor yang terbesar dalam masyarakat. Berbagai penyebab yang ditelusuri sebagai awal dari konflik ini pernah kita bahas di dalam artikel penyebab Perang Salib, dan kali ini kita akan membahas apa saja latarbelakang dari terjadinya peperangan ini, mengapa peperangan ini bisa terjadi sampai bisa tercatat dalam sejarah manusia. Banyak sekali faktor mengenai kemanusian dan agama yang sangat kental yang bisa dilihat dari konflik ini, yang hampir sama dengan penyebab Perang Karbala.

ads

Selain dari faktor agama, ada juga faktor ekonomi dan politik, yang sebenarnya juga penyebab dari beberapa konflik seperti pada latar belakang Perang Teluk 1. Semua mata berpusat kepada kota Yerusalem, yang mana diperebutkan oleh penguasa muslim kala itu, dan pihak oposisi yang dipimpin oleh Paus Gregory VII. Perebutan kota tersebut juga masih dapat kita temukan di era yang modern ini, yaitu sebagai latar belakang konflik Israel Palestina dan juga salah satu penyebab perang Israel dan Palestina. Namun apakah hanya faktor ekonomi dan agama saja yang memegang peran penting dari konflik ini? Jawabannya adalah tidak. Oleh karena itu kami telah merangkum beberapa poin mengenai apa saja yang menjadi latar belakang perang salib, yang bisa anda lihat di bawah ini :

1. Perang Disebabkan Oleh Agama

Salah satu faktor yang paling penting di sini adalah faktor agama. Bukan oure agam sebenarnya,namun pemanfaatn agama itu sendiri untuk bisa memecah belah, seperti pada penyebab konflik antar agama, yang memberikan dampak konflik agama. Pada awalnya, pemerintah muslim yang berada di Yerusalem menyerukan agar peziarah tidak membawa persenjataan, atau obor ke dalam kota. Namun himbaun tersebut disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab yang menyatakan bahwa pemerintahan muslim di sana melarang peziarah untuk masuk ke dalam kota sama sekali. Oleh karena itu, banyak masyarakat Kristen yang akhirnya terpicu oleh berita tersebut.

Dan kemudian, kondisi tersebut diperparah dengan doktrin yang dikeluarkan oleh gereja-gereja di bawah kepemimpinan Gregory yaitu menyatakn bahwa masyarakat yang merasa berdosa bisa ikut memerang muslim dalam rangka untuk menebus dosa. Dengan jaminan surga yang yang didapatkan, akhirnya banyak sekali masyarakat yang berbondong-bondong untuk datang memerangi kaum muslim. Dan sebenarnya janji akan surga tadi sudah terjadi pada negara kita sendiri, sebagai salah satu contoh konflik antar agama.

2. Campur Tangan Politik

Latar belakang perang Salib juga dipengaruhi oleh politik. Tentunya peperangan tadi tidak pure disebabkan oleh agam saja, melainkan tentunya ada pengaruh politik di dalamnya. Masyarata muslim yang mendiami wilayah tersebut sudah cukup lama membuat kaum Kristen yang berada dalam jaman kegelapan merasa iri akan hal tersebut. Bagaimana bisa kehidupan mereka bisa lebih tertinggal dari kaum muslimin. Dan berdasarkan adanya pengertian analisa politik, para aktor di balik konflik ini melihat beberapa potensi yang sangat menguntungkan apabila kota terseut berhasil dikuasai. Terutama adanya kaum muslimin dianggap mengurangi pengaruh dari pemerintahan gereja sendiri. Dan akhirnya mereka berhasil merancang rencana licik yang mana tidak terkandung dalam strategi pemenangan Pemilu sama sekali. Akhirnya tak berselang lama waktu kemudian, perang Salib akhirnya pecah, dan berhasil dimanfaatkan oleh pihak yang merasa mempunyai kepentingan agar mendapat keuntungan yang tidak terkira jumlahnya.

3. Pengaruh dari Paus Gregory VII

Seperti yang dijelaskan di atas, peperangan ini tentunya tidak lepas dari segi politik. Terutama untuk menguasai gereja-gereja di wilayah Barat, di bawah kepemimpinan salah satu tokoh yang kontroversial dalam peperangan ini, yaitu Paus Gregory VII. Paus mengeluarkan strategi-strategi nya yang terkenal, salah satunya adalah usaha untuk menyatukan gereja-gereja lain di bawah pengaruh politiknya dengan menyebarkan informasi paslu mengenai kekejaman muslim dan juga menyebarkan janji penebusan dosa. Karena banyak sekali masyarat kristen yang tertarik kabar tersebut, akhirnya ia berhasil mengumpulkan sejumlah masa di bawah atap gereja nya.

Sponsors Link

4. Berkembangnya Bani Saljuk

Ada satu kaum di sini yang juga berperan, yakni kaum Bani Saljuk. Peperangan ini juga dipengaruhi oleh penyebab konflik antar ras dan penyebab konflik antar suku contohnya pertentangan antata kaum kristen dengan Bani Saljuk ini. Bani saljuk merupakan kaum dengan peradaban yang lebih maju, yang mana juga mendapat keuntungan dari penguasaan jalur perdagangan di sana. Dengan melihat majunya peradaban yang berada di Kaum Bani Saljuk, sejumlah orang merasa iri akan hal tersebut, dan menyebarkan berita palsu mengenai perlakuan kekerasan yang dilakukan oleh kaum tersebut. Perlaha demi waktu akhirnya banyak juga orang yang mempercayai kabar tersebut, dan menyerukan perang kepada kaum Bani Saljuk.

5. Penguasaan dan Perebutan Jalur Perdagangan Muslim

Perbedaan golongan yang amat kontras bisa ditemukan dalam peperangan ini, salah satunya adalah penyebab konflik antar golongan antara pihak masyarakat asli di sana dengan kaum muslim. Pada jaman tersebut, kaum muslimin sangat diuntungkan dengan dikuasainya jalur perdagangan, karena mereka dapat dengan bebas menjual dan menerima barang dari luar. Dan denngan arus distribusi tersebut, maka kehidupan masyarakatnya bisa sangat terjamin. Melihat betapa menguntungkannya jalur tersebut, maka timbul rasa ingin menguasai dari masyarat asli di sana, terutama masyarakat Kristen. Meskipun pada awalnya tidak seberapa orang yang berpikiran mengenai penguasaan tersebut, namun dengan pemberitahuan mengenai keuntungan-keuntungan yang didapat dari sana, maka hal tersebut dijadikan semangat oleh mereka untuk menyatukan massa melakukan penyerangan untuk menguasai jalur perdagangan. Meskipun mayoritas adalah kaum Kristen yang berperang, namun pemanfaatan jalur tersebut justru dilakukan oleh pihak-pihak yang bahkan tidak ikut berperang, untuk kepentingan pribadi.

Sponsors Link

6. Perebutan Kota Yerusalem Sebagai Tempat Wisata Religi

Keta Yesulaem tidak hanya dierbut berdasarkan agam saja, untuk menagih tanah yang dijanjikan, entah oleh siapa. Namun, pemanfaatn kota Yerusalem juga dapat meningkatkan ekonomi karena bisa meningkatkan pendapatan pemerintah karena tentunya banyak sekali peziarah yang akan masuk. Dan perebutan itulah yang juga sebenarnya menjadi penyebab Palestina diserang dan juga penyebab Israel dan Palestina perang.

Itu tadi merupakan berbagai faktor-faktor yang sekaligus menjadi latar belakang perang salib, yang merupakan peperangan terburuk yang memecah belah dua agama besar. Sudah seharusnya kita bisa bangkit dan mengambil beberapa poin dari peperangan tersebut, seperti agam yang harus diimbangi oleh ilmu pengetahuan supaya kehidupan bisa terlihat lebih nyata dan masuk akal. Agam tadi sebenarnya juga bukan merupakan faktor sebuah peperangan, namun pihak-pihak yang mengatasnamakan agama tersebut yang merupakan aktor yang patut dihukum seberat-beratnya.

, ,
Post Date: Sunday 18th, March 2018 / 01:48 Oleh :
Kategori : Internasional