Sponsors Link

4 Latar Belakang Perang Arab Israel Berdasarkan Sejarah

Sponsors Link

ads

Perang Arab Israel merupakan perang yang sejak lama telah terjadi dan tetap menjadi sebuah isu yang menarik untuk dibahas. Konflik Arab-Israel merupakan sebuah konflik yang bersifat histori antar kedua bangsa, serta kepentingan-kepentingan beberapa aktor yang kemudian semakin memperkeruh suasana. Konflik ini bermula sejak zaman dimulainya keruntuhan kerajaan Ottoman hingga abad ke-20an dan merupakan cikal bakal dari berdirinya negara Israel itu sendiri. Konflik ini bermula dan berakar dari kedatangan bangsa Yahudi ke tanah Arab sebagaimana latar belakang perang teluk .

Dalam artikel ini akan dibahas mengenai latar belakang perang Arab-Israel pada dekade 1980 an. Hingga sebuah peristiwa penting dalam sejarah yang dikenal sebagai perang enam hari. Yakni perang yang terjadi antara israel menghadapi tiga gabungan negara Arab Saudi, Mesir, Yordania dan Suriah. Agar pembahasan tidak meluas maka kita akan membatasi pembahasan dari sejak dimulainya sejarah mengenai perang hingga terjadinya perang enam hari sebagaimana latar belakang perang korea . Berikut 4 latar belakang perang Arab Israel berdasarkan fakta sejarah. Simak selengkapnya.

1. Kedatangan Bangsa Yahudi Ke Tanah Arab

Pada Tahun 1881, bangsa Arab menentang gerakan zeonisme yang dicetuskan oleh bangsa Yahudi, gerakan ini dinilai bersebrangan dengan gerakan Nasionalisme Arab. Pada Abad ke-19 saat itu, terdapat 565.000 rakyat arab dan 24.000 rakyat Yahudi yang tinggal di Palestina. Bagi bangsa Yahudi, mereka beranggapan bahwa tanah Palestina ialah tanam leluhur mereka. Sehingga kemudian munculah gerakan Zeonisme dimana ini merupakan sebuah gerakan untuk memperoleh kembali tanah leluhur mereka. Sebagai kelompok minoritas, bangsa Yahudi berhasrat ingin mendirikan daerah otonom yang didalamnya hanya terdapat bangsa mereka sendiri. Simak juga kekejaman perang vietnam paling mengerikan , kronologi kejadian yang mengakhiri perang vietnam , dan fakta perang vietnam yang tak diketahui publik .

Pada faktanya saat itu, sekitar 90% bangsa arab telah menjadi penduduk dari Palestina. Mayoritas agama yang dianut ialah Islam. Seiring berjalannya waktu, bangsa Yahudi mulai berdatangan ke tanah Palestina. Konflik kecilpun mulai terjadi, karena kedatangan bangsa Yahudi ke tanah Arab dirasakan sebagai sebuah diskriminasi. Selain itu, tentunya bangsa Arab yang tmerupakan mayoritas merasa tidak senang dengan kedatangan para bangsa Yahudi ke tanah mereka.

Jumlah kedatangan bangsa Yahudi semakin lama semakin banyak, sehingga membuat bangsa Arab merasa terpojok. Padahal, pada awalnya tanah Palestina merupakan mayoritas dihuni bangsa Arab. Bangsa Arab meyakini bahwa tujuan kedatangan bangsa Yahudi adalah untuk menjadikan tanah mereka sebagai homeland. Fakta yang tak dapat terbantahkan karena inilah yang kemudoan dikhawatirkan akan mengancam eksistensi bangsa Arab dintanam Palestina. Karena sudah pasti akan ada upaya memperluas wilayaj yang dilakukan bangsa Yahudi.

Sponsors Link

2. Gerakan Zeonisme 

Gerakan Zeonisme bangsa Yahudi inilah yang kemudoan memicu timbulnya konflik-konflik kecil dengan bansa Arab. Gerakan ini bertujuan untuk mendirikan negara otonom sendiri yang didalamnya berisi bangsa Yahudi di tanah Palestina. Tentunya bangsa Arab merasa terancam, sebab bagi bangsa Arab Palestina merupakan tanah yang suci, sebenarnya bukan hanya bagi Palestina namun bagi umat muslim di seluruh dunia. Hal inilah yang kemudian membuat kedua bangsa ini saling berusaha mempertahankan wilayah sebagaimana penyebab perang bosnis serbia , penyebab perang baratayuda , serta latar belakang perang asia pasifik .

Terlebih lagi, bangsa Yahudi juga menganggap bahwa tanah Paletina merupakan Homeland mereka. Sehingga gerakan Zeonisme kemudian mulai dilakukan. Salah satunya ialah dengan banyaknya bangsa Yahudi yang datang ke tanah Arab. Mau tidak mau kedatangan ini akan memperluas wilayah hunian dari bangsa yahudi yang tadinya hanya 24.000. Kemudian dengan kemunculan gerakan Zeonis penduduk Yahudi di tanah palestina melonjak drastis. Dan membuat bangsa arab yang meyoritas mulai kehilangan wilayahnya sedikit demi sedikit.

3. Adanya Campur Tangan Pemerintahan Inggris

Pada masa itu, wilayah Palestina merupakan wilayaj bagian dari kekuasaan kerajaan Turki Ottoman. Selama masa kekuasaan 400 tahun, ketajaan Turki Ottoman dianggap terlalu diskriminatif terhadap bangsa Arab di Palestina. Pada abad ke-20an kekuatan kerajaan Pttoman mulai melemah. Hal ini kemudian dimanfaatkan oleh kanselir kerajaan Inggris yang kemudian mengajak bangsa Arab berunding. Dalam perundingan tersebut Inggris berjanji akan memberikan kemerdekaan sepenuhnya kepada bangsa Arab, asalkan mereka dapat meruntukan kelaisaran Ottoman.

Tawaran inipun diterima oleh bangsa Arab. Dan pada akhirnya kerajaan Ottomanpun dapat di runtuhkan. Keterlibatan Inggris ternyata semakin memperumit suasana dan kondisi konflik terutama dengan bangsa Yahudi. Keruntuhan kerajaan Ottoman juga memicu semangat bagi bangsa Yahudi dalam gerakan Zeonis untuk dapat mendirikan negara sendiri di wilayah Palestina. Di lain pihak, ternyata Inggris juga membuat korespondensi tersembunyi dengan bagsa Yahudi yang semakin membuat kekhawatiran bagi bangsa Arab terutama Kaum Non-Yahudi.

Selama masa perang dunia 1 Wikayah kerajaan Ottoman diambil alih oleh Inggris. Saat perang usai, Ingris dan Prancis kemudian membagi dua wilayaj bekas kerajaan Ottoman dan menyakinkan LBB untuk menyetujui otoritas meteka diwilayah tersebut. Namun, pihak Rab semakin kesal karena Inggris dianggap ridak memenuhi janjinya untuk membantu mendirikan negara Arab yang independen sebagaimana korespondesi mereka sebelum jatuhnyanya kerajaan Ottoman. Selain itu, terdapat fakta yang lebih mencengangkan yakni Inggris malah kemudaon mendukung gerakan Zeonis bangsa Yahudi untuk menjadikan wilayah Palestina sebagai homeland mereka.

Sponsors Link

Konflik antara Arab dan Yahudi serta Arab dan British Mandata banyak bergejolak. Pemberontakan dan penyerangan tidak hanya terjadi satu dua kali namun sangat sering. Sehingga membawa dampak jatuhnya banyak korban jiwa. Konflik ini berlangsung selama bertahun tahun. Dengan adanya pergolakan tersebut dan dibarengi denga perang dunia 2 maka Inggrispun kemudian melepaskan mandatnya atas Palestina.

4.  Keberpihakan PBB Pada Yahudi dan Berdirinya Negara Israel 

Satu hari sebelum mandat Inggris dicabut, tepat pada 14 Mei 1948 bangsa Yahudi mendeklarasikan berdirinya negara mereka dengan naman Israel. Namun, sebelum itu semua terjadi terdapat peristiwa yang melatar belakanginya. Hal tersebut ialah, sebelum menyerahkan mandat Inggris menyerahkan kekuasaan untuk menentukan masa depan wilayah pada PBB yang saat itu baru saja dibentuk.  Tidak terdapat solusi terbaik yanh didapatkan, namun terdapat persetujuan bahwa perlu dilakukan pemisahan wilayah untuk mencapai kepuasan baik bagi bangsa Arab ataupun Yahudi. Pemisahan tersebut merupakan keputusan yang diambil oleh pihak komite dalam rangka memenuhi kepentingan baik pihak Arab Palestina atupun Yahudi. Bangsa Yahudi menyetujuinya, namun berbefa pandangan dengan bagsa Arab yang merasa bahwa PBB lebih memihak kepada Yahudi. Simak juga tokoh perang korea , latar belakang perang teluk 1 dan latar belakang perang salib .

Keputusan ini kemudian memicu dan menimbulkan konflik antara bangsa Yahudi dan Arab. Kualitas militer Arab yang memang kalah jauh ketimbang tentara Zenis menyebabkan kelalahan diderita oleh Arab, dan bangsa Yahudi kemudian dapat mengamankan wilayah teritorinya berdasarkan putusan yang dibuat oleh PBB. Dari sinilah kemudiam menggiring sejarah bangsa Yahudi dalam pendirian negara mereka yakni Israel.

Itulah tadi 4 latar belakang perang Arab Israel berdasarkan sejarah. Konflik ini masih terus berlanjut bahkan hingga saat ini. Seolah oleh bahwa PBB telah gagal dalam menunjukkan peran dan fungsinya sebagai lembaga perdamainan dunia, mengingat bahwa konflik yang telah lama terjadi bahkan belum dapat menemukan solusinya hingga kini. Semoga dengan ini anda semakin memahami mengenai akar permasalahan dari konflik ini. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

 

, , , ,
Post Date: Monday 19th, March 2018 / 05:16 Oleh :
Kategori : Internasional