Sponsors Link

7 Latar Belakang Konflik Rohingya Sebagai Tragedi Kemanusiaan Paling Memilukan

Sponsors Link

Konflik rohingya menjadi salah satu krisis kemanusiaan yang menyedot perhatian dunia dan bisa menjadi penyebab konflik sara .  Eksodus pengungsi rohingya ke negara sekitas asia tenggara, yang rela menyebrang dan melakukan perjalanan berbahaya demi menyelamatkan diri membuat dunia mengutuk Myanmar. Bahkan banyak yang menyebut bahwa pembantaian etnis rohingya menjadi upaya genosida di abad-21. Rohingya sebenarnya merupakan kelompok etnis indo-arya dari rakhine atau Arakan di Myanmar. Rohingya merupakan etno-linguistik yang berhubungan dengan bahasa bangsa Indo-Arya di India dan Bangladesh. Etnis Rohingya merupakan penganut agama Islam yang tentu saja keberadaan etnis Rohingya di Myanmar berlawanan dengan mayoritas rakyat Myanmar yang merupakan etnis Sino-Tibet yang menganut agama budha. Menurut penuturan warga rohingya mereka berasal dari negara bagian rakhine. Sedangkan sejarawan mengklaim  bahwa mereka bermigrasi dari bengal ke Myanmar selama masa pemerintahan Inggris di Burma.

ads

Sepanjang sejarah, ternyata konflik ini telah tersulut sejak 1942 pada  perang dunia II dimana saat itu Myanmar masih bernama Burma. Pada saat itu, terjadi pembantaian di Arakan. Hal itu menyebabkan pecahnya kekerasan antara rekrutan milisi Inggris dari angkatan V Rohingya yang berseteru dengan orang orang Budha Rakhine. Peristiwa ini menjadi contok konflik antar agama menyebabkan etnis yang berada dalam wilayah konflik tersebut menjadi terpolarisasi oleh konflik dan perbedaan agama. Bahkan pada tahun 1982 Jenderal Ne Win memberlakukan Hukum Kewarganegaraan di Burma. Dalam undang undang ini Etnis Rohingya ditolak status kewarganegaraannya. Sehingga tidak diakui sebagai bagian dari warga negara Burma. Konflik, kerusuhan dan pembantaiaan etnis Rohingya yang masih terjadi hingga saat ini tentu menjadi sebuah catatan dalam sejarah dunia. Konflik ini ternyata tidak hanya dipicu karena perbedaan agama saja, mengutip dari berbagai sumber, kami telah merangkum 7 latar belakang konflik Rohingya sebagai tragedi kemanusiaan paling memilukan. Simak selengkapnya.

1. Faktor Ekonomi

Mengapa faktor ekonomi menjadi salah satu latar belakang konflik Rohingnya seperti juga pada latar belakang yugoslavia . Hal ini karena pada dasarnya wilayah Rakhine yang di tinggali oleh etnis Rohingya dan warga Budha Myanmar lainnya merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam. Namun, ternyata hal ini sangat tumpang tindih dengan kondisi, dimana kemiskinan disana sangat tinggi. Mayoritas warga Rakhine merasa disingkirkan secara budaya, politis dan ekonomi oleh pemerintah pusat yang mayoritas di isi oleh etnis Burma. Ketidakpuasan itu kemudian membuat mayoritas warga Rakhine bersebrangan dengan partai yang berkuasa di Myanmar.

2. Etnis Rohingya Tidak Diakui Sebagai Penduduk Myanmar

Sejak diresmikan Undang undang Warga negara di Burma, etnis Rohingya tidak mendapat pengakuan sebagai bagian dari negara Myanmar. Kondisi tersebut menyebabkan etnis Rohingya kesulitan untuk mendapatkan fasilitas kesehatan, pendidikan dan perumahan yang layak. Perlawananpun dilakukan oleh sebagian etnis Rohingya kepada pemerintah simak juga penyebab perang pakistan dan india . Hal inilah yang kemudian memicu tindak kekerasan terus berlangsung pada warga sipil Rohingya.

3. Faktor Politik

Faktor politis seperti pada penyebab perang kamboja juga turut andil dalam melatar belakangi konflik Rohingya yang terjadi. Warga Rakhine menuding bahwa Etnis Rohingya telah berkhianat. Hal itu disebabkan karena warga Rohingya tidak memberikan dukungan suara terhadap partai yang mendukung penduduk setempat. Sehingga hal ini kemudian menambah masalah semakin pelik. Dimana ketidaksukaan warga Budha Rakhine pada Etnis Rohingya bukan hanya karena kepercayaan mereka tapi juga di tambah faktor politis dan ekonomis .

Sponsors Link

4. Perbedaan Agama yang Dianut Etnis Rohingya

Krisis Rohingya pada dasarnya bukan hanya dilatarbelakangi oleh masalah politis dan ekonomi saja seperti juga pada penyebab tragedi allepo . Namun juga merembet pada perbedaan agama. Namun, sebenarnya sumber masalah awalnya adalah karena agama yang di anut oleh Etnis Rohingya berbeda dengan mayoritas penduduk Rakhine yang beragama Budha. Hal ini semakin buruk, karena pemerintah setempat bukannya melakukan rekonsiliasi malah seperti mendukung kelompok fundamentalis Budha. Dari sumber berita media seorang Biksu Nasionalis Wirathu mengungkapnkan alasan konflik agama yang terjadi di Myanmar. Alasannya adalah Myanmar takut jika agama islam menyebar luas dan akhirnya menjadi agama mayoritas yang di anut. Hal ini seperti yang terjadi di Indonesia, dimana pada abad ke-13 agama islam masuk dan menyebar luas. Lalu pada abad ke-16 islam menjadi agama mayoritas yang dianut oleh masyarakat Indonesia.

5. Adanya Anggapan Bahwa Etnis Rohingya Adalah Pesaing Warga Rakhine

Dalam konteks ini, etnis Rohingya dianggap sebagai tambahan saingan bagi identitas kelompok Rakhine. Mayoritas warga Rakhine menilai bahwa orang Rohingya menjadi saingan mereka dalam kesempatan mencari pekerjaan dan berwirausaha. Padahal umat Budha dunia sendiri mengutuk keras atas apa yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar sebagai contoh konflik antar ras dan etnis .

6. Aksi Saling Membalas Karena Tidak Adanya Hukum yang Kuat

Berdasarkan sebuah sumber, konflik kekerasan yang terjadi dipicu oleh terbunuhnya seorang gadis yang beragama Budha oleh 3 orang pemuda muslim. Setelah insiden ini, kemudian ada insiden balasan dimana 10 pemuda muslim yang sedang berziarah oleh 300 orang beragama Budha. Aksi saling membalas inilah yang kemudian memicu konflik kekerasan semakin meluas tanpa anda pengendalian konflik sosial . Belum lagi di tambah dengan faktor lain yang sebelumnya telah melatar belakangi pecahnya konflik Rohingya.

Sponsors Link

7. Pemerintah Myanmar yang Cenderung Tidak Tegas dalam Mengatasi Isu

Banyaknya isu isu dan informasi penyebab kekerasan yang dialami etnis Rohingya dan di muat di media massa. Tidak diimbangi dengan keterbukaan informasi oleh pemerintah Myanmar. Jika pemerintah Myanmar bisa tegas dan menjelaskan dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi dengan menanggapi isu yang sensitif ini seperti pada  penyelesaian konflik yugoslavia . Mungkin saudara kita etnis Rohingya yang masih tersisa di Rakhine tidak akan semenderita seperti saat ini.

Konflik Rohingya yang telah terjadi sejak lama dan terus terjadi hingga kini menjadi salah satu tragedi kemanusiaan yang amat memilukan. Tanpa identitas, tanpa pengakuan negara, etnis Rohingya harus berjuang melawan kekerasan yang dilakukan militer setempat. Konflik yang semakin memanas menyebabkan Rakhine sudah seperti zona perang. Aksi saling serang dan balasan baik dari milisi Rohingya dan militer pemerintah yang berdalih sebagai bentuk hak untuk membela dari tindakan terorisme. Dunia pun mengutuk keras aksi kekerasan yang terjadi di Myanmar. Banyak negara melancarkan kritik kepada pemerintahan Myanmar. Namun, pemerintah Myanmar sendiri enggan menanggapi tudingan dan kritikan tersebut.

Itulah 7 latar belakang konflik rohingnya sebagai tragedi kemanusiaan paling memilukan . Etnis Rohingya menjadi salah satu etnis yang sangat menderita. Mereka harus menerima penindasan dan pembantaian serta upaya untuk kabur dan mengungsi dengan menempuh perjalanan yang berbahaya. Beberapa negara tujuan pengungsi seperti Bangladesh dan Malaysia, mereka diterima dengan baik dan dibuatkan kamp pengungsian. Namun,  tentu saja kondisi ini tidak bisa terus menerus dibiarkan. Perlu ada penyelesaian konflik sehingga etnis Rohingya dapat memperoleh kehidupan yang layak. Semoga artikel ini dapat membantu.

, ,
Post Date: Friday 05th, January 2018 / 10:54 Oleh :
Kategori : Pro Kontra