Sponsors Link

5 Latar Belakang Berakhirnya Perang Dingin Beserta Fakta Menariknya

Sponsors Link

Perang dingin (cold war) merupakan bentuk persaingan negara adikuasa yakni Amerika Serikat (AS) dengan Uni Soviet. Persaingan ini didasarkan pada perebutan hegemoni dunia yang didasarkan pada ideology. AS merupakan negara yang berideologi liberalisme-kapitalisme, sedangkan Uni Soviet berpaham sosialis-komunis. Perebutan pengaruh terjadi diberbagai bidang kehidupan baik itu dalam bidang politik, ekonomi, pertahanan keamanan hingga penjelajahan ruang angkasa.

ads

Salah satu perang yang paling mengancam dalam sejarah umat manusia adalah Perang Dingin. Meskipun disebut perang, belum pernah terjadi sekalipun konflik terbuka antara kedua belah pihak yang bertikai. Perang ini ditandai dengan ketegangan, rasa permusuhan, dan perlombaan senjata antara dua negara terkuat pada saat itu yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet. Kedua pihak menumpuk senjata melebihi yang dibutuhkan dan berusaha mengumpulkan sekutu sebanyak-banyaknya dalam bentuk bentuk perang dingin .

Kedua negara adikuasa akhirnya menyadari bahwa hubungan anatar keduanya sudah sanagat panas, oleh karena itu mereka ingin mengurangi ketegangan yang ada sebelum akhirnya menyebabkan perang terbuka yang diperkirakan akan menghancurkan seluruh dunia dengan adanya Perang Dunia III dan akhir perang dingin . Ada beberapa peristiwa penting yang kemudian menjadi latar belakang dari perseteruan antara dua negara adikuasa ini sebagai penyebab terjadinya perang dingin , diantaranya adalah yang menjadi 5 Latar Belakang Berakhirnya Perang Dingin  beserta fakta menariknya berikut ini .

  1. Gerakan Reformasi Mikhael Gorbachev

Ketika Mikhael Gorbachev berkuasa di Uni Soviet sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis pada tahun 1985, dia tercatat mengubah wajah dunia.Saat memerintah, Gorbachev berusaha mereformasi Uni Soviet menjadi negara yang lebih demokratis.Dia juga membuat beberapa perjanjian internasional dan melakukan gerakan yang secara harfiah mengakhiri Perang Dingin, meski harus ditebus dengan runtuhnya Uni Soviet menjadi 16 negara yang berbeda. Keruntuhan ini tentu bukan sesuatu yang dibayangkan Gorbachev. Namun tanpai inisiatifnya, Perang Dingin mungkin masih akan berlangsung dan semakin berlarut sebagai slah satu faktor faktor yang menndai berakhirnya perang dingin .

Sponsors Link

2Kegagalan Ekonomi Rusia

Harga minyak mengalami penurunan pada tahun 1980-an dan secara drastis mempengaruhi pendapatan Uni Soviet pada saat itu. Hal ini mendorong Gorbachev melakukan beberapa langkah reformatif dengan tujuan mengangkat perekonomian. Dia memperkenalkan konsep Perestroika (restrukturisasi) dan Glasnost (keterbukaan) untuk melawan ketertutupan yang mengelilingi kerja Pemerintah Uni Soviet sebagai negara dengan angkatan bersenjata terbaik di dunia .

Selain itu, perlombaan senjata dengan Amerika Serikat membuat ekonomi Uni Soviet semakin mengalami kesulitan.Semua ini menyebabkan banyak tuntutan reformasi liberal yang akhirnya tidak tertangani dengan baik sehingga memicu gerakan yang akhirnya menghancurkan Uni Soviet dengan personel militer terbaik di dunia .

3Perang di Afghanistan

Antara tahun 1979 hingga 1989, Soviet membantu Republik Demokratik Afghanistan melawan Mujahidin Afghanistan dan penyusup Arab-Afghan lainnya.Akhirnya, Amerika Serikat juga ikut terlibat dalam perang ini dengan tujuan tunggal berusaha melawan Soviet. Biaya perang, kerugian ekonomi, dan hilangnya nyawa selama perang 9 tahun mengakibatkan masyarakat Soviet mendesak pemerintahnya untuk menghentikan perang sebagimana dalam perkembangan politik masa demokrasi liberal .

Perang Soviet–Afganistan merupakan masa sembilan tahun di mana Uni Soviet berusaha mempertahankan pemerintahan Marxis-Lenin di Afganistan, yaitu Partai Demokrasi Rakyat Afganistan, menghadapi mujahidin Afganistan yang ingin menggulingkan pemerintahan. Uni Soviet mendukung pemerintahan Afganistan, sementara para mujahidin mendapat dukungan dari banyak negara, antara lain Amerika Serikat dan Pakistan.

Pasukan Soviet pertama kali sampai di Afganistan pada tanggal 25 Desember 1979, dan penarikan pasukan terakhir terjadi pada tanggal 2 Februari 1989. Uni Soviet lalu mengumumkan bahwa semua pasukan mereka sudah ditarik dari Afganistan pada tanggal 15 Februari 1989. Akibat banyaknya biaya yang dikeluarkan dan kesia-siaan konflik ini, Perang Soviet–Afganistan sering dianggap sebagai “Perang Vietnam-nya Uni Soviet”.

4. Konflik di Berbagai Wilayah Dunia

Setiap kali terjadi konflik antara dua negara, kedua pihak cenderung berusaha mendekati baik Uni Soviet atau Amerika Serikat untuk meminta bantuan. Akibatnya, hampir seluruh dunia terbagi menjadi dua blok. Hal ini menyeret AS dan Soviet dalam berbagai konflik di berbagai belahan dunia yang tentu membawa masalah bagi kehidupan domestik mereka. Perekonomian Soviet yang sudah melemah semakin bertambah sulit karena harus membiayai berbagai konflik di seluruh dunia dalam macam macam ideologi pemerintahan .

Sponsors Link

5. Komunikasi Lebih Cair antara Uni Soviet dan Amerika Serikat

Untuk berbagai alasan yang berbeda, hubungan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet mulai mencair yang ditandai dengan banyak pembicaraan yang melibatkan kedua negara. Ronald Reagan, yang merupakan Presiden Amerika Serikat saat itu, sepakat mengadakan beberapa diskusi ekonomi dengan Uni Soviet. Fokus pembicaraan pada akhirnya bergeser ke upaya pengurangan perlombaan senjata yang telah terjadi selama beberapa dekade sebelumnya.

Fokus pembicaraan pada akhirnya bergeser ke upaya pengurangan perlombaan senjata yang telah terjadi selama beberapa dekade sebelumnya. Tahun 1985 menjadi saksi pertemuan pertama yang diadakan di Jenewa, Swiss, dan menjadi tanda awal berakhirnya perang. Pertemuan terakhir diadakan di Moskow, di mana Gorbachev dan George HW Bush menandatangani perjanjian pengawasan senjata. Akhirnya, Perang Dingin secara resmi dinyatakan berakhir di Malta Summit pada tahun 1989 sebagimana gaya kepemimpinan otoriter .

Presiden AS, George HW Bush, dan Presiden Uni Soviet, Mikhail Gorbachev, mengumumkan akhir Perang Dingin di KTT Malta pada tahun 1989. Pada 1990, Tembok Berlin hancur sepenuhnya dan reunifikasi Jerman (membuat Berlin sebagai kota bersatu tunggal) berlangsung. Pada 1991, Uni Soviet dibubarkan sepenuhnya disusul dengan 15 republik Soviet yang mendeklarasikan kemerdekaan mereka.

Terdapat beberapa fakta menarik dari perang dingin sendiri, dintaranya :

  • Amerika Serikat mengadopsi kebijakan ‘Containment’ untuk menghentikan komunisme menyebar di bagian lain dunia dan tetap menjadi kebijakan AS selama empat puluh tahun ke depan.
  • Perlombaan senjata nuklir merupakan salah satu aspek paling penting dari Perang Dingin. Uni Soviet dan Amerika Serikat sama-sama berlomba membangun dan menumpuk persenjataan.
  • Banyak perang di wilayah lain terpengaruh oleh konflik Perang Dingin dengan yang terpenting adalah Perang Korea. Perang antara Republik Demokratik Rakyat Korea (Korea Utara) dan Republik Korea (Korea Selatan) pada tahun 1950 bisa dipandang sebagai sebuah konflik langsung antara Uni Soviet dan Amerika Serikat.
  • Demikian pula Perang Vietnam (1955-1975) bisa dilihat sebagai konflik militer sebagai bagian dari Perang Dingin. Perang Vietnam merupakan konflik antara Vietnam Utara (didukung oleh sekutu komunis) dan Vietnam Selatan (didukung oleh Amerika Serikat dan negara-negara anti-komunis lainnya).
  • Krisis Rudal Kuba pada tahun 1962 sering dianggap sebagai titik puncak Perang Dingin. Meskipun akhirnya negosiasi mengarah pada kesepakatan, peristiwa ini tercatat sebagai momen paling dekat pada terjadinya konflik terbuka.
  • Pada tahun 1989 dan 1990, pasukan Soviet mundur dari Afghanistan dan Gorbachev setuju untuk penyatuan kembali Jerman.
  • Runtuhnya Tembok Berlin dan bubarnya Uni Soviet pada tahun 1991 menandai berakhirnya Perang Dingin.

Itulah tadi 5 Latar Belakang Berakhirnya Perang Dingin beserta fakta menariknya. Semoga dapat bermanfaat.

, , , ,
Post Date: Friday 28th, September 2018 / 04:34 Oleh :
Kategori : Internasional