Kekuatan Politik di Indonesia yang Perlu Diketahui Masyarakat

Tidak ada habisnya bila kita membahas topik yang seringkali ternginag-ngiang dalam kehidupan kita, terutama dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia, yakni politik. Politik bisa digunakan sebagai ajang unjuk gigi calon-calon yang mempunyai kualifikasi yang sesuai. Namun, kadang politik juga digunakan sebagai ajang mencari keuntungan, atau memperkuat usaha. Dengan niat yang jelek tersebut, penggunaan politik menjadi salah dan malah mengadu domba, seperti halnya yang terjadi pada penyebab konflik Ambon, penyebab konflik Poso, dan juga penyebab perang Aceh. Ketiga konflik tersebut hanyalah contoh keil yang terjadi di Indonesia. Contoh besarnya? Anda sekarang bisa melihat di sekitar anda bahwa satu masyarakat dan masyarakat lainnya saling memprovokasi, membela pujaan mereka atas dasar pemilihan kepala daerah yang akan berlangsung beberapa tahun yang akan datang.

Perpecahan umat terjadi dimana-mana. DPR yang tidak melakukan tugasnya dengan baik, dan bahkan tidak mau mengakui kesalahannya, dan justru beralh untuk membentuk undang-undang baru untuk memproteksi DPR dari segala kritikan membangun yang dikeluarkan oleh masyarakat. Dewan yang justru harus bisa menjadi perwakilan kita, malah berbalik menyerang kita. Itulah kejelkan dari bumbu politik. Sungguh sulit memang, bila kita berusaha melawan sekolompok masyarakat yang notabene adalah bangsa kita sendiri. Bila dahulu Indonesia mempunyai musuh sendiri yakni para penjajah, seperti yang bisa anda lihat contohnya pada berbagai perlawanan penyebab perang Padri pecah, perlawanan Aceh terhadap Portugis, sekarang kta justru mencari musuh yang lainnya, yakni bangsa kita sendiri, yang memiliki perbedaan dengan kita.

Sebegitu dahsyat kah kekuatan politik? Belum tentu. Untuk lebih jelas lagi memahami apa asaj yang bisa terjadi karena politik, perlu lah anda menyimak beberapa informasi berikut ini :

1. Transparansi Ke Masyarakat Membuat Hati Tenang

Salah satu yang dikomplainkan oleh kebanyakan masyarakt adalah tidak terdengarnay suara atau aspirasi rakyat, yang sebenarnya merupakan tanggung jawab seorang perwakilan atau pemimpin daerah. Oleh karena itu, tidak jarang kita bisa melihat penyebab pelanggaran HAM vertikal yang juga terjadi di Indonesia yang diakibatkan oleh berbagai tuntutan rakyat kepada pemerintah yang masih belum tercukupi, meskipun diawal kampanya, apa yang merupakan masalah atau keinginan rakyat digembor-gembor kan dan dijanjikan akan dipenuhi  saat bisa terpilih nanti.

Itu bukanlah hal yang asing sebenarnya, namun dari masyarakat sendiri yang sebenarnya kurang berhati-hati dalam memilih dan juga lupa akan pelajaran di masa pemilohan sebelumnya. Kasus tersebut terjadi juga bila ada kerahasiaan antara pemimpin daerah dengan rakyat. Seolah pemerintah membangun tembok besar untuk melindungi apa yang sebenarnya menjadi hak masyarakat. Oleh karena itu, muncullah berbagai persepi buruk dari masyarakat soal pemerintah tersebut. Satu langkah yang pernah dikeluarkan oleh gubernur Jakarta terdahulu, yakni dengan merekam secara full sesi rapat yang membahsa tentang problem yang ada pada wilayah Jakarta. Hal tersebut tentunya bisa menghancurkan kegalauan masyarakat akan kinerja gubernur kala itu, apalagi dengan terbantu dengan publikasi video tersebut ke media sosial. Tentunya dengan melihat bahwa gubernur mereka sangat peduli dengan mereka yang digambarkan dengan keseriusan yang tampak dari sana bisa membuat hati rakyat menjadi lega.

2. Hubungan Baik Antar Negara Bisa Tercapai

Dampak positif selanjutnya adalah dengan hubungan baik yang berhasil dibentuk, untuk meajuan negara bersama. Kita bisa melihat presiden kita sekarang, yang memiliki kecerdasan politik Jokowi untuk bisa membangun kerja sama dengan negara-negara tetangga. Selain dari negara tetangg, beliau juga membangun hubungan persaudaraan antar umat Islam di dunia, contohnya pada kunjungan terakhir beliau ke Turki.

[AdSense-B]

Tidak hanya dalam ekonomi saja, namun hubungan bileteral yang baik bisa digunakan sebaik mungkin untuk membantu satu sama lain dalam bidang apapun itu. Asalkan tidak ada negara yang dirugikan, sebuah persaudaraan antar negara bisa terjalin dengan sangat aman dan nyaman.

[AdSense-A] 3. Tercapainya Aspirasi Rakyat

Meskipun negara kita dinilai sebagai negara yang ramah dan damin, namun konflik antar masyarakat tentunya tidak bisa dihindarkan. Segala kekuarangan material menyebabkan penyebab konflik horizontalbisa muncul dimana saja. Untuk mencegah hal buruk yang berkelanjutan, semestinya pendapat masyarakat yang berbeda tadi bisa ditampung terlebih dahulu agar bisa memunculkan suatu konsesnus yang baik untuk bersama.

Di sinilah pihak perwakilan daerah sebenarnya dibutuhkan, yaotu sebagai wadah untuk menampung seluruh pendapat rakyat agar nanti bisa dicari jalan keluarnya bersama-sama. Namun sayangnya, pihak yang justru memegang andil penting di sini justru bekerja tidak dengan semestinya. Kita bisa melihat tingkah buruk beberapa anggota DPR yang justru tidur di kursi nyaman mereka masing-masing tanpa memikirkan apapun soal rakyat pada saat rapat. Hal itu tentunya mengecewakan, bahkan bisa membat geram sebagi masyarakat karena perilaku mereka yang seperti itu.

4. Munculnya Fanatisme Dari Kalangan Tertentu

Gerakan politik tentunya tak luput dari dukungan masyarakat. Namun, dukungan yang sangat berlebihan bisa memicu terjadinya konflik yang disebabkan oleh penyebab konflik antar agama ataupun penyebab konflik antar suku. Dan juga, pada kehidupan sehari-hari pun kita bis melihat dampak politik yang juga menyebar hingga memicu dampak konflik agama. Fanatisme dari golongan tertentu menimbulkan pertanyaan bagi kita, apakah yang dilakukan oleh seorang calon pemimpin itu hingga bisa memperoleh masa yang banyak untuk menjatuhkan orang lain. Jawabannya perlu ditelusuri terlebih dahulu, agar kita tidak begitu saja menduga apa yang sebenarnya menjadi motif di balik fatanisme oknum-oknum tersebut.

Namun kita bisa melihat bahwa sebagi besar masyarakat yang tiba-tiba mendukung suatu calojn tanpa adanya sebab yang jelas selalu diawali dengan “kunjungan”. Berkunjung bukan dalam rangka untuk menyapa masyarakat, namun untuk memberikan “santunan” kepada mereka. Dengan diberi janji bahwa akan diberikan untung yang lebih besar tadi lah yang akhirnya menjadi salah satu pemicu terjadinya fanatisme, terutama di kalangan politisi.

5. Nilai Politik Luntur Karena Ekonomi

Satu lagi dampak negatif yang berhubungan dengan efek buruk di atas dalah hilangnya nilai-nilai politik yang sebenarnya yakni kekeluargaan, gotong royong, dan saling membantu dikarenakan karena adanya unsur campur tangan uang. Sangat sulit sekali untuk menemukan seorang pemimpin yang benar-benar cocok di hati rakyat karena performanya di jaman sekarang.

6. Adanya Penyelewengan Dana Membuat Negara Rugi

Belum lagi penyelewengan kekuasaan tadi bisa menimbulkan kerugian besar bagi rakyat. Contohnya? Pada kasus ketua DPR terdahulu yang tertangkap karena mengambil dana E-KTP untuk dijadikan modal investasinya sendiri.

Itulah tadi berbagai kekuatan politik yang kita pandang dari dampak positif dan juga negatifnya. Memang, politik bukanlah sesuatu yang membahayakan, namun seseorang yang denagn salah menggunakan politik dengan kemauannya sendiri, maka orang tersebut akan menyelewengkan kekuasaan yang ia dapat untuk keuntungan pribadi atau golongan.

[AdSense-C]

Kemudian hal itu bisa memicu terjadinya penyebab konflik sara dan menimbulkan akibat konflik sara. Sebagai rakyat Indonesia yang amat menjunjung tinggi demokrasi,  dengan melakukan segala kegiatan seperti yang terkandung dalam pengertian Pilkada serentak untuk bisa melakukan suatu pengendalian konflik sosial yang efektif guna kemajuan bangsa kita sendiri.