Sponsors Link

Tahap-tahap Kekalahan Jepang Dalam Perang Pasifik

Sponsors Link

Perang dunia membawa dampak yang sangat buruk pada kehidupan manusia. Dalam peperangan sendiri dapat kita lihat bahwa banyak sekali korban jiwa yang terpaksa tumbang untuk mempertahankan atau melakukan penyerangan terhadap pihak lainnya. Namun seringkali, peperangan tersebut menimbulkan dampak yang buruk bagi rakyat sipil. Jauh sebelum adanya perang dunia, rakyat Indonesia juga sempat merasakan hal tersebut. Namun, tentunya rakyat Indonesia tidak hanya bisa tinggal diam menerima kekalahan saja, sehingga pada akhirnya kita dapat melihat adanya perlawan-perlawanan yang dilakukan untuk menentang hal tersebut seperti pada latar belakang Perang Tondano dan juga latar belakang perang Banjar. Tentunya, dalam peperangan tersebut terdapat tokoh yang bisa menginspirasi dan memberikan semangat pada pejuang-pejuang lainnya seperti pada tokoh Perang Banjar. Namun perlawan tersebut masih kurang efektif karena masih bersifat kedaerhana, tidak berskala nasional, sehingga kemerdekaan Indonesia masih belum berhasil untuk diraih.

ads

Selain dari dua perlawan di atas, adalagi perlawan yang legendari, yaitu perang Padri. Pada awalnya, kita dapat menemukan pada penyebab perang Padri pecah bahwa penyebab sebenarnya perang ini bukanlah dari Belanda sendiri, namun dari masyarakat. Namun pada akhirnya, mereka bisa bersatu padu untuk mengalahkan Belanda, yang kemudian memberikan dampak pada dampak Perang Padri Setelah mengalami penjajahan Belanda, akhirnya Indonesia dijajah kembali oleh Jepang, yang pada saat akhir-akhir penguasannya sempat mengalami kesulitan karena adanya pihak Amerika Serikat. Lalu, tak lama kemudian timbullah beberapa penyebab Perang Asia Timur Raya dan akhirnya berujung pada kekalahan Jepang. Lalu  bagaimanakah kekalahan Jepang dalam perang Pasifik? Simak informasinya berikut ini :

1. Penyerangan Pearl Harbor

Hal yang sekaligus menjadi pemicu terjadinya kekalahan Jepang dalam Perang Pasifik adalah adanya peristiwa penyerangan terhadap Pearl Harbor. Banyak yang berasumsi bahwa penyerangan yang dilakukan ini diterima dari atasan pemerintahan Jepang, namun berita tersebut tidak benar. Kaisar justru bisa megharapkan bahwa Jepang tidak melakukan konfrontasi terhadap negara-negara lainnya karena sudah berada pada titik yang bisa dibilang cukup aman.

Dengan kondisi Jepang yang aman, ketika tidak ada gelombang besar di laut, ketika tidak ada angin ribut, lalu untuk apa kita mengembangkan kapal. Itulah tadi bentuk sindiran yang dikeluarkan oleh kasiar untuk para Admiral muda Jepang yang terlalu bersemangat dalam peperangan ini. Namun naas, semangat mereka justru membawa salah satu langkah menuju kehancuran Jepang. Dengan dihancurkanyya Pearl Harbor, negara-negara lain termasuk sekutu justru erbelok untuk berfokus kepada penyerangan yang dilakukan oleh Jepang. Dan akhirnya, itulah yang menjadi latar belakang Perang Asia Pasifik Akibat berikutnya adalah digempurnya Jepang dengan kekuatan-kekuatan besar yang berasal dari angkatan bersenjata terbaik di dunia.

2. Pemboman Hiroshima dan Nagasaki

Kekalahan Jepang dalam Perang Pasifik akhirnya pada awalnya timbul pada aksi Amerika Serikat yang sangat kontroversial, yaitu dibomnya dua kota di Jepang, Hiroshima dan Nagasaki. Hal ini membuat Jepang sangat terpukul, mengingat mereka sangat berusaha untuk melindungi rakyat Jepang, justru mendapatkan hasil yang sebaliknya. Kaisar didera oleh rasa terkejut dan sedih yang amat mendalam karena hal ini.

Peristiwa ini juga menjadi sebuah pengingat bagi pada Admiral bahwa keputusan yang mereka ambil sebelumnya merupakan keputusan yang sangat tidak bijak. Kehancuran dua negara ini merupakan pukulan telak bagi Jepang, yang mana memiliki kekuatan yang tidak seimbang dengan adanya angkatan udara terkuat di dunia dan juga personel militer terbaik di dunia yang dimiliki oleh Pihak Sekutu. Dari sinilah, Jepang memulai aksi untuk menyerahnya yang diawali dengan aksi dari Sang Kaisar sendiri.

3. Pidato Kaisar Jepang, Hirohito

Pada akhirnya, setelah Jepang mengalami kejadian yang amat membuat negara sempat merasakan kesedihan yang amat mendalam, hal ini tentunya sangat mengundang perhatian dari Kaisar Jepang. Tentunya hati kita akan sakit bila melihat rakyat yang kita pimpin satu persatu berjatuhan hanya karena rasa ego yang dimiliki oleh para pimpinan perang yang sebenarnya memiliki tujuan utama untuk bisa mempertahankan negara dari ancaman apapaun.

Sponsors Link

Beberapa hari setelah pemboman itu, tepatnya pada 15 Agustus, pada waktu tengah hari Kaisar Hirohito memberikan perintah yang disiarkan lewat radio. Kaisar sangat mengapresiasi usaha rakyat Jepang untuk ikut serta dalam peperangan selama beberapa tahun terakhir. Namun dengan melihat adanya efek yang sangat buruk, efek yang bisa membuat Kaisar sangat menderita, maka tidak ada hal lain yang dinginkan oleh pemerintah Jepang selain keadamaian abadi. Pada saat itulah, peperangan pun berakhir.

4. Upacara Kapitulasi

Setelah didengarkannya pidato dari Kaisar Hirohito, sempat ada pergantian perdana menteri Jepang. Perdana Menteri Suzuki digantikan oleh seseorang yang masih sekerabat dengan Kaisar, Higashikuni Naruhiko. Hal ini dilakukan untuk bisa melindungi pemerintahan Jepang dari adanya pemberontakan, atau yang paling parah adalah usaha pembunuhan yang dilakukan untuk bisa menghabisi nyawa perdana menteri sebelumnya, yaitu Suzuki.

Berita menyerahnya Jepang ini merupakan kabar gembira bagi rakyat Indonesia sendiri dan juga pihak Sekutu. Kita bisa melihat sejarah Amerika Serikat yang sangat bahagia mengenai hal ini, sampai-sampai membentuk sebuah parade untuk merayakannya. Pada tanggal 2 September 1945, Upacara Kapitulasi resmi dilakukan dengan dihadiri oleh wakil-wakil Kaisar Jepang dan juga Jenderal Umezu yang berperan sebagai wakil militer. Upacara ini dilakukan di atas USS Missouri.

5. Kekalahan Jepang dua tahun berturut-turut

Tentunya pidato mengenai perintah untuk menyerah dari Kaisar bukanlah hal yang tiba-tiba. Jepang sebelumnya juga mengalami kekalahan yang sangat panjang pada beberapa peperangan yang sempat terjadi duat tahun sebelumnya. Ada beberapa peperangan yang tercatat dalam sejarah, seperti pada perang yang terjadi pada area Pasifik Barat, Perang yang terjadi di Mariana, dan juga kampanye militer yang berada di negara Filipina.

Beberapa tahun berikutnya, beberapa wilayah di Jepang berhasil diduduki oleh Sekutu, sempakin membuat kesempatan Jepang untuk bisa menang pada perang Pasifik semakin kecil dan semakin kecil tiap harinya.

6. Merdekanya Indonesia

Suatu hal paling manis yang juga sebagai penanda dari akhir Perang Asia Pasifik adalah merdekanya Indonesia. Dengan mendengar kabar bahwa Jepang menyerah, tentunya pemimpin Indonesia seperti Soekarno merasa terkejut mendengar kabar ini dan berusaha untuk mengecek kebenaran beritanya lewat Laksamana Maeda. Setelah beberapa pemuda mendengan kabar tersebut dan melakukan beberapa aksi penculikkan untuk mendesak pimpinan negara, akhirnya Indonesia berhasil untuk memperoleh kemerdekaannya dengan mandiri, dengan cara memanfaatkan konfisi kekosongan kekuasaan.

Akhirnya, Indonesia dapat perkembang sebagai negara merdeka dengan melakukan berbagai perkembangan demokrasi di Indonesia lewat beberapa contohnya seperti pada perkembangan politik masa Demokrasi Liberal dan juga prinsip-prinsip Demokrasi Pancasila yang sampai saat ini masih dianut.

Sponsors Link

Itulah tadi beberapa tahap kekalahan Jepang dalam Perang Pasifik, yang mana berujung pada kebahagian negara Indonesia, karena pada akhirnya bangsa kita bisa memanfaatkan keadaan untuk besa membebaskan rakyatnya dari penjajahan.

Kita bisa melihat bahwa tindakan Jepang pada awal penguasaan pada area Asia terlalu cepat, sehingga bisa mengundang perhatian dari Amerika Serika. Dan langkah fatal yang dilakukan oleh Jepang adalah pemboman salah satu markas terbaik di Amerika Serikat, yang kemudian berhasil dibalasakan dengan aksi pemboman kedua kota di Jepang.

, ,
Post Date: Sunday 22nd, April 2018 / 03:42 Oleh :
Kategori : Hukum