Sponsors Link

Karakteristik Budaya Politik Kaula – Definisi, Ciri-ciri, dan Penerapan

Sponsors Link

Budaya politik diartikan sebagai pola perilaku suatu masyarakat dalam kehidupan bernegara, penyelenggara administrasi negara, politik pemerintahan, hukum dan norma kebiasaan yang dihayati oleh anggota masyarakat setiap hari. Budaya politik juga dapat diartikan sebagai nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat yang kemudian dipraktekkan oleh masyarakat dalam berpolitik berupa pola sikap terhadap peristiwa politik yang terjadi.

ads

Budaya politik dalam suatu masyarakat memiliki beberapa jenis karakteristik yang membedakan tipe budaya politik yang satu dengan yang lain. Gabriel Almond mengklasifikasi karakteristik budaya politik menjadi tiga, yakni budaya politik parokial, budaya politik kaula dan budaya politik partisipan. Nah, selanjutnya kita akan membahas tentang budaya politik kaula.

Apakah yang dimaksud dengan politik kaula? Bagaimana ciri-ciri budaya politik kaula dan bagaimana penerapan budaya tersebut dalam kehidupan bernegara? Simak pemaparan selengkapnya sebagai berikut.

Definisi Budaya Politik Kaula

Budaya politik kaula atau disebut juga dengan subject political culture merupakan budaya politik dimana masyarakat yang bersangkutan sudah relatif maju secara sosial maupun ekonomi, tetapi masih bersifat pasif. Masyarakat dengan budaya politik kaula memiliki pemahaman yang sama sebagai warga negara dan memiliki perhatian terhadap sistem politik. Namun keterlibatan mereka dalam politik bersifat pasif.

Masyarakat dengan budaya politik tipe ini mengikuti berita-berita politik, tetapi di sisi lain tidak memiliki rasa bangga terhadap sistem politik negaranya dan memiliki perasaan emosional yang kecil terhadap negara. Mereka juga cenderung merasa tidak nyaman jika harus membicarakan masalah politik.

Dalam kebudayaan politik subyek, masyarakat memang sudah memiliki pengetahuan yang memadai tentang sistem politik secara umum dan proses penguatan kebijakan yang dibuat pemerintah. Namun, demokrasi akan sulit berkembang karena warga negara yang kurang aktif. Di samping itu, sukar untuk mencapai angka partisipasi politik yang tinggi karena kompetensi dan keberdayaan politik yang rendah.

Ciri-ciri Budaya Politik Kaula

Berdasarkan uraian sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa budaya politik kaula memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Masyarakan memiliki kepatuhan, loyal dan menerima anjuran, perintah dan kebijakan pemimpin
  • Masyarakat memiliki kesadaran dan perhatian terhadap sistem politik, kewenangan atau kekuasaan dan otoritas pemerintah yang cukup tinggi
  • Masyarakat memiliki pengertian dan pemahaman terhadap kebijakan pemerintah dan tentang apa yang terjadi berkaitan dengan sistem politik
  • Kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat relatif maju dan mengenal peradaban luar tetapi memiliki hubungan dengan sistem politik dan partisipasi yang pasif dalam pengambilan kebijakan
  • Masyarakat cenderung diam jika tidak menyukai sistem politik yang berlaku
  • Masyarakat penganut budaya politik kaula memiliki kecenderungan untuk tidak peduli dengan keberadaan sistem politik walaupun di sisi lain mereka sadar akan pentingnya berperan aktif dalam kegiatan politik
  • Frekuensi orientasi politik terhadap sistem politik diferensiatif dan aspek output dari sistem itu terbilang tinggi, sebaliknya frekuensi orientasi terhadap aspek input dan partisipasi terbilang sangat rendah atau mendekati nol
  • Orientasi subyek cenderung bersifat afektif dan normatif dibanding kognitif
  • Masyarakat mengikuti perkembangan berita tentang suasana politik, tetapi cenderung cuek atau tak acuh dalam menanggapi kondisi politik yang sedang terjadi
  • Demokrasi yang sulit berkembang di masyarakat yang kurang aktif

Salah satu negara yang pernah menerapkan budaya politik kaula adalah Prancis, dimana golongan bangsawan Prancis memiliki karakteristik budaya politik seperti ini. Masyarakat Indonesia juga pernah memiliki kecenderungan seperti ini pada masa pemerintahan orde baru, dimana masyarakat kebanyakan memilih untuk bersikap pasif terhadap pengambilan kebijakan politik.

Penerapan Budaya Politik Kaula

Tingkat partisipasi politik yang rendah membuat masyarakat dalam budaya politik kaula cenderung pasif dan tidak memiliki keberanian dalam menyampaikan aspirasi di muka umum. Akibatnya, masyarakat enggan melakukan demonstrasi untuk mengkritik pemerintah. Kondisi seperti ini pernah terjadi pada masa pemerintahaan orde baru, dimana masyarakat enggan untuk melakukan demonstrasi walaupun mereka menyadari bahwa ada kebijakan-kebijakan yang dirasa kurang tepat pada masa itu.

Masyarakat juga enggan berdiskusi tentang politik secara terbuka meskipun mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi tentang kondisi politik terkini. Mereka akan berdiskusi secara diam-diam agar tidak diketahui orang banyak dan akhirnya sampai ke telinga pemerintah karena ada kemungkinan mereka akan menerima hukuman jika memiliki pemikiran yang tidak sejalan dengan pemerintah. Akibatnya, kebanyakan masyarakat cenderung menghindari pembahasan tentang politik dan memilih diam walaupun ada kebijakan pemerintah yang tidak mereka sukai.

Selain enggan melakukan demonstrasi dan menyampaikan aspirasi di muka umum, masyarakat dengan budaya politik kaula memiliki kecenderungan untuk golput atau abstain pada pemilihan umum. Hal ini disebabkan oleh subjektivitas mereka yang tinggi. Jika mereka merasa tidak ada sosok pemimpin yang sesuai dengan kriteria dan idealisme mereka, mereka akan cenderung memilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya.

, , , , , ,
Post Date: Friday 13th, September 2019 / 08:29 Oleh :
Kategori : Politik