8 Jenis Cyberbullying Paling Sering Terjadi

Jenis Cyberbullying adalah kejadian dimana seorang anak ataupun remaja diejek, dihina, diintimidasi atau bahkan dipermalukan oleh anak-anak atau remaja lainnya melalui media internet, teknologi digital atau telepon seluler. Cyberbullying dianggap valid jika pelaku dan korban berusia dibawah 18 tahun dan secara hukum belum dianggap dewasa. Bila salah satu pihak yang terlibat (ataupun keduanya) sudah berusia diatas 18 tahun, maka kasus yang terjadi akan dikategorikan sebagai cybercrime atau cyberstalking (sering juga disebut cyber harassment)

Bentuk dan metode tindakan cyberbullying amat beragam. Bisa berupa pesan ancaman melalui e-mail, mengunggah foto yang mempermalukan korban, membuat situs web untuk menyebar fitnah dan mengolok-olok korban hingga mengakses akun jejaring sosial orang lain untuk mengancam korban dan membuat masalah. Motivasi pelakunya juga beragam.Ada yang melakukannya karena marah dan ingin balas dendam, frustrasi, ingin mencari perhatian bahkan ada pula yang menjadikannya sekedar hiburan pengisi waktu luang. Tidak jarang, motivasinya kadang-kadang hanya ingin bercanda.

Cyberbullying yang berkepanjangan bisa mematikan rasa percaya diri anak, membuat anak menjadi murung, khawatir, selalu merasa bersalah atau gagal karena tidak mampu mengatasi sendiri gangguan yang menimpanya. Bahkan ada pula korban cyberbullying yang berpikir untuk mengakhiri hidupnya karena tak tahan lagi diganggu. Korban cyberbullying akan mengalami stres yang bisa
memicunya melakukan tindakan-tindakan rawan masalah seperti mencontek, membolos, lari dari rumah, dan bahkan minum minuman keras atau menggunakan narkoba.

Berikut merupakan jenis cyberbulliying yang kerap terjadi.

1. Flaming (Terbakar)

Merupakan tindakan seperti mengirimkan pesan teks yang isinya berupa kata-kata yang penuh amarah dan frontal. Biasanya hal ini dilakukan ketika kita sedang terpancing amarah dan emosi yang tidak terkontrol sehingga cenderung melakukam tondakan berupa mengirimkan pesan teks yang didalamnya berisi umpatan umpatan yang cenderung kasar dan menyinggung pribadi seseorang seperti juga  contoh kejahatan kemanusiaancontoh kejahatan korporasi, maupun contoh kejahatan kerah putih..

2. Harassment (Gangguan)

Merupakan tindakan yang dilakukan seperti mengirimkan pesan- pesan gangguan pada e-mail, sms maupun pesan teks di jejaring sosial yang dilakukan secara terus menerus. Hal ini tentu akan sangat menganggu penerimanya belum lagi hal ini juga dapat membuat seseorang menjadi tidak nyaman dan merasa terteror.

3. Denigration (Pencemaran Nama Baik)

Yaitu mengumbar keburukan seseorang di internet dengan maksud merusak reputasi dan nama baik orang tersebut. Sudah banyak kasus yang terjadi dan bahkan kerap melibaykan anak anak dibawah umur, hal ini merupakan salah satu akibat dari semakin mudahnya akses internet dan juga penggunaan media sosial yang tidak sebagaimana mestinya.

4. Impersonation (Peniruan)

Yaitu pelaku berpura-pura menjadi orang lain dan mengirimkanpesan-pesan atau status yang tidak baik, agar teman korban mengira bahwa status atau pesan tersebut adalah hasil asli dari si korban. Hal ini ternyata dikategorikan sebagai cyberbullying, padahal banyak sekali yang menganggap hal ini sepele dimana membajak status atau akun pribadi seseorang hanyalah sebuah bentuk candaan dan keisengan belaka akan tetapi justru hal ini merupakan bentuk kejahatan cyber yang tidak kita sadari.

5. Outing

Menyebarkan rahasia orang lain, atau foto-foto pribadi orang lain dengan maksud mengumbar keburukan atau privasi orang tersebut. Masih banyak orang yang yidak menghargai privasi seseorang dan cenderung mengabaikannya begitu saja. padahan hal ini merupakan bentuk kejahatan yang tidak bisa dipandang sepele sebagaimana  penyebab konflik antar agama dan akibat konflik antar agama dalam masyarakat majemuk, ataupun penyebab konflik sosial.

[AdSense-B]

6. Rickery (Tipu Daya)

Yaitu membujuk seseorang dengan tipu daya agar mendapatkan rahasia atau foto pribadinya, yang suatu saat bias dijadikan senjata untuk memeras atau mengancam. Pada akhirnya kita harus berhati hayi kepada siapapun termasuk juga orang terdekat karena sudah banyak kasus yang bermodus demikian. Paling banyak adalah dilakukan pasangan kekasih dimana si pria terkadang meminta foto foto pribadi yang sifatnya vulgar untuk menjadi koleksi pribadi, usai putus si pria kemudian menyebarluaskan foto sang mantan pacar melalui jaringan media sosial karena tidak terima hubungannya berakhir. Ini contoh nyata dan merupakan realita yang terjadi saat ini dinegeri kita.

7. Exclusion (Pengeluaran)

Merupakan tindakan secara sengaja dan kejam mengeluarkan seseorang di grup on-line. Ternyata tindakan ini merupakan salah satu bentuk cyberbulliying yang tidak kita sadari. Padahal jika memang merasa tak nyaman dengan salah satu anggota kita dapat mengeluarkannya dari grup obrolan, faktanya hal ini malah merupakan bentuk kejahatan bulli yang pastinya kita sensdiri tidak sadar dan baru mengetahuinya.

8. Cyberstalking

Yaitu mengganggu dan mencemarkan nama baik seseorang secara intens sehingga membuat ketakutan besar pada korbannya. Para pelaku cenderung melakukan tindakannya terus menerus kepada korbannya melalui berbagau media yang ada, bahkan mereka juga kadang menggunakan akun akun palsu agar dapat secara intens melakukan stalking kepada para korbannya.

Itulah tadi, 8 jenis cyberbullying yang kerap terjadi, semoga dapat bermanfaat.