Sponsors Link

Hukuman Koruptor di China yang Mengerikan

Sponsors Link

Berbicara mengenai korupsi, kegiatan busuk ini tidak hanya terjadi kepada negara dengan ciri ciri demokrasi liberal saja, namun negara dengan demokrasi rakyat maupun negara ciri-ciri Negara Otoriter juga dapat ditemukan beberapa tindak pidana korupsi. Mengapa ini bisa terjadi? Karena tindakan korupsi merupakan tindakan yang berasal dari dalam diri manusia sendiri. Tentunya anda tahu bahwa keinginan manusia tidak ada batasnya.

ads

Apabila suatu tingkat kekayaan terpenuhi, maka akan ingin sekali mendapatkan kekayaan lagi dan lagi. Hal tersebut memang tidak bisa kita hindari, namun dapat kita cegah agar tidak semakin berkembang dalaym diri kita. Bagi sebagian orang yang tidak dapat mengendalikan kerakusannya, maka dengan posisi yang ia dapatkan, ia dapat mengambil sebagian kekayaan yang bukan seharusnya ia dapatkan ke dalam dompetnya. Lalu siapa yang dirugikan di sini? Tentu orang-orang yang memiliki harta tersebut, yang harta mereka telah diambil dan dimanfaatkan oleh koruptor.

Tindak pidana korupsi juga tentunya mendapatkan hukuman yang setimpal di berbagai negara di dunia, seperti Indonesia dengan adanya hukuman seumur hidup menurut Pasal 10 KUHP yang mana jauh lebih berat tentunya daripada hukuman yang lainnya seperti hukuman bagi penuduh zina. Meskipun begitu, masih saja ada oknum-oknum yang tega melakukan tindakan korupsi pada kesempatan-kesempatan tertentu. Lalu bagaimana bisa, korupsi di Indonesia bukannya semakin rendah justru semakin meningkat.

Mungkin kita bisa mencontoh hal serupa pada hukuman yang diberikan oleh negara Cina kepada koruptor-koruptor nya. Negara komunis yang juga merupakan sekutu dari PKI yang mempunyai sejarah terbentuknya PKI ini menghukum koruptornya dengan cara yang amat sadis, sehingga berhasil memberikan peringatan keras bagi para petinggi negara agar tidak melakukan kegiatan tercela itu dikemudian hari. Lalu bagaimanakah hukuman koruptor di China?

Hukuman di Indonesia

Korupsi, yang mana merupakan suatu tindakan yang cukup pantas untuk bisa mendapatkan penyebab hukuman mati di Indonesia  yang lebih dari pengertian Hukum Empiris tentunya harus mendapatkan hukuman yang setimpal dengan berapa nilai uang yang ia korupsi. Sayangnya, hukum di Indonesia tidak bekerja seperti itu. Mungkin karena banyaknya koneksi atau “suntikan” yang diberikan oleh pelaku, justru hukum yang berlaku bagi para koruptor ini masih terkesan amat ringan.

Ada pembagian beberapa kelas dalam kasus korupsi ini, mulai dari yang paling ringan kelas garem yang mengkorupsi kurang dari 10 juta, hingga sampai pada kelas kelas besar, yang nilai korupsinya bisa mencapai 1 sampai 25 miliar. Apabila itu kurang cukup, masih ada koruptor kelas kakap  yang nilainya lebih dari 25 miliar rupiah. Yang menarik di sini adalah, nilai hukuman yang diberikan kepada kelas-kelas tadi cenderung tajam ke bawah. Sangat disayangkan memang, tapi itulah yang terjadi di negara kita.

Sponsors Link

Aturan korupsi seolah-olah masih tidak begitu kuat hukumannya, menjadikan korupsi ajang untuk mencari kekayaan dengan cara kotor, namun masih belum mendapatkan hukuman yang setimpal. Mungkin itu yang menjadikan nilai koruptor di Indonesia semakin besar. Ketua DPR mengkorupsi banyak sekali uang rakyat, dan anda bisa lihat sendiri bagaimana proes hukum yang berlaku. Sangat terkesan bertele-tele dan membuang waktu dengan berbagai sangkalan yang dikeluarkan oleh pelaku yang mana sudah jelas bahwa ia bersalah.

Padahal, korupsi ini bisa menjadi biang dari berbagai macam konflik seperti penyebab konflik antar raspenyebab konflik antar suku. Dan menurut analisa politik yang pengertiannya dapat anda lihat pada pengertian analisa politik, suatu tindakan korupsi bisa mencemari seluruh nama organisasi atau lembaga negara. Ironisnya, justru sekarang bermunculan pelaku-pelaku dari lembaga yang seharusnya melayani rakyatnya.

Hukuman di China

Hukuman koruptor di China tentunya jauh berbeda dengan di Indonesia. Mengerikannya hukuman yang dilakukan oleh pemerintah China kepada pejabat-pejabatnya sampai-sampai membuat mereka semua ketakutan. Banyak dari mereka bahkan rela mengakhiri hidupnya karena dilanda rasa khawtir luar biasa akan hukuman yang akan mereka dapatkan dari negara. Pada tahun 2013, sudah tercatat ada sekitar 23 kematian pejabat yang mayoritas dikarenakan oleh kematian yang tidak wajar, seperti bunuh diri.

Presiden Xi Jinping mengatakan bahwa ia telah menyatakan perang kepada korupsi. Hal tersebut tentunya bukan isapan jempol belaka. Tercatat sudah ribuan pejabat yang namanya tercatat dalam daftar hitam, dan hanya perlu siap-siap menghadapi regu tembak yang akan mengakhiri hidup mereka. Tidak hanya di dalam negeri saja, bahkan pelaku korupsi yang melarikan diri ke luar negeri hanya seperti tikus saja yang lari dari kejaran elang.

Operasi Perburuan Rubah dijalankan, untuk bisa melacak keberadaan pejabat-pejabat yang bersembunyi. Dan hasilnya cukup memuaskan, ada sekitar 180 orang yang berhasil tertangkap. Dikarenakan kejamnya hukuman yang diberikan, pada tahun 2002 China dinobatkan sebagai negara yang paling sering menjatuhkan hukuman mati, terhitung sudah ada 12.000 orang pelaku tewas karena hal tersebut.

Contoh Hukuman Koruptor di Negara Lainnya

Korea Utara

Selain dari kedua negara China dan Indoensia,kita juga akan melihat bagaimana hukuman koruptor di negara lainnya, contohnya adalah negara Korea Utara ini. Tentunya banyak dari kita yang sudah tahu mengenai negara ini, sebuah negara yang mempunyai kisah menarik dalam konflik Korea Utara dan Korea Selatan dan juga latar belakang Perang Korea. Korea Utara ternyata juga melakukan hukuman yang tegas bagi siapa saja yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Namun tidak hanya korupsi saja, tindakan-tindakan yang berujung pada ketidak sukaan Kim Jong Un juga bisa berujung kepada eksekusi. Pada tahun 2013, Jang Song Thaek  yang merupakan paman dari Kim Jong Un dieksekusi karena terbukti melakukan korupsi dan rencana untuk membentuk kudeta kepada Kim Jong Un. Hukumannya? Setelah tewas ditembak, jasadnya kemudian dijadikan makanan anjing yang dipertontonkan kepada pejabat lainnya. Mungkin ini bisa dibilang sebagai cara eksekusi paling sadis di era sekarang ini.

Amerika

Hal berbeda dilakukan oleh Amerika Serikat, yang terkenal akan beberapa persitiwa seperti kekejaman Perang Vietnam. Negara ini sangat menjunjung tinggi hak asasi manusia. Oleh karena itu,hukuman yang kejam seperti hukuman mati tidak diadakan. Hukuman untuk para pelaku koruptor diganti dengan hukuman penjara paling sedikit lima tahun dan juga pidana sebesar dua juta dolar. Apakah hukumanya hanya dua itu saja? Tentu tidak. Ada satu lagi hukuman yang diberikan, yakni deportasi.

Deportasi ini merupakan tindakan untuk mengirim pelaku ke negara lainnya. Mungkin karena hukuman yang masih tergolong kurang membuat jera, tingkat korupsi di Amerika juga masih tergolong cukup banyak.

Sponsors Link

Jerman

Mungkin hukum yang seharusnya seperti di Jerman inilah yang seharusnya bisa diterapkan di negara Indonesia. Meski mempunyai pengalaman yang buruk, Jerman justru membuat dunia kagum dengan tipe hukuman yang bisa dibilang sangat adil untuk semuanya. Pelaku korupsi akan dihukum dengan membayar denda, yang nilainya sama dengan berapa jumlah yang ia korupsi. Setelah itu, ia akan menghabiskan sisa umurnya di dalam penjara.

Itulah tadi hukuman koruptor di China yang juga dibandingkan dengan negara –negara lainnya. Setujukah anda apabila hukuman para koruptor ini dipertegas dengan tujuan untuk sebagai salah satu metode pengendalian konflik sosial dan memberikan efek jera bagi pelakunya?

, ,
Post Date: Wednesday 02nd, May 2018 / 04:41 Oleh :
Kategori : Hukum