Sponsors Link

3 Hukum Kartu Kredit Syariah Tanpa Bunga

Sponsors Link

Layanan perbankan syariah kini kian berkembang di masyarakat dengan menawarkan produk perbankan syariah yang variatif. Perkembangan produk perbankan syariah menunjukkan hasil positif. Lambat laun produk perbankan syariah pun mulai diminati, salah satunya adalah kartu kredit syariah.

ads

Kartu kredit syariah juga disebut sebagai bithaqah al-I’timan. Pada dasarnya kartu kredit ini juga memiliki fungsi seperti kartu kredit konvensional yang lain, hanya saja hubungan hukum antara para pihak didasarkan pada prinsip syariah. Apa saja kriteria kartu kredit sehingga dapat disebut sebagai kartu kredit syariah? Benarkah kartu kredit syariah tidak mengenal bunga? Mari kita simak pemaparan mengenai hukum kartu kredit syariah berikut.

1.Tidak Mengenakan Bunga

Bagi si pemilik kartu kredit tidak di kenakan bunga, akan tetapi dikenakan fee sebagai penjamin bank. Untuk kewajiban bagi nasabah terhadap merchant, fee membership,  donasi sosial, dan juga sebagai ganti rugi untuk keterlambatan dalam pembayaran.

  • Kafalah (Penjaminan)

Transaksi yang berlaku dalam kartu kredit syariah antara lain pinjaman, penjaminan dan ijarah. Penerbit kartu adalah sebagai penjamin bagi pemegang kartu terhadap merchant atas semua kewajiban bayar yang timbul dari transaksi antara pemegang kartu dengan merchant, dan/atau penarikan tunai dari selain bank atau ATM bank penerbit kartu. Sebagai penerbit kartu yang dapat fee jika penerbit kartu mendapatkan penjamin. Dengan kata lain, penerbit kartu ini sendiri berperan sebagai pemberi pinjaman kepada si pemiliki kartu lewat penarikan tunai dari bank atau ATM bank penerbit kartu.

  • Membership Fee, Merchant Fee dan Fee Penarikan Tunai

Sebagai penerbit kartu wajib menerima iuran anggota membership fee dari pemilik kartu sebagai imbalan dengan izin penggunan fasilitas dari kartu kredit tersebut. Selain itu, sebagai penerbit kartu bisa menerima fee yang diambil dari harga objek transaksi atau pelayanan sebagai upah atau imbalan atas perantara, pemasaran dan penagihan. Penerbit kartu juga bisa menerima fee dengan penarikan uang secara tunai untuk imbalan atas pelayanan dan penggunaan fasilitas kartu, tetapi besaran fee tidak dikaitkan dengan jumlah penarikan.

Nah, ketiga bentuk fee tersebut menggunakan konsep ijarah dimana penerbit kartu berlaku sebagai penyedia jasa sistem pembayaran dan pelayanan terhadap pemegang kartu. Atas dasar ijarah tersebut, pemilik kartu dikenakan annual membership fee atau iuran tahunan. Dari semua bentuk fee kecuali merchant fee tidak berubah dan sesuai dengan pada akad aplikasi kartu tersebut.

  • Denda Keterlambatan dan Ganti Rugi

Penerbit kartu dapat menggunakan denda keterlambatan, dimana denda ini untuk pembayarannya sebagai dana sosial. Penerbit kartu akan mengenakan ganti rugi terhadap biaya-biaya yang telah dikeluarkan oleh penerbit kartu yang diakibatkan oleh keterlambatan pemegang kartu dalam membayar kewajiban yang sudah jatuh tempo.

2. Tidak Digunakan untuk Transaksi yang Tidak Sesuai Syariah

Kartu kredit syariah tidak boleh digunakan sebagai transaksi yang tertolak belakang atau tidak sesuai dengan syariah. Penerbit kartu juga tidak boleh memberikan fasilitas atau memfasilitasi transaksi yang tidak sesuai dengan syariah. Dalam islam,transaksi yang tidak ada pada kartu kredit syariah ini adalah haram transaksi, haram zat, dan akad yang tidak sah. Haram zat merupakan haram dari sisi objek transaksi seperti daging babi, alkohol dan lain-lain. Haram transaksi adalah transaksi yang terdiri dari unsur penipuan, ketidakpastian, suap, manipulasi permintaan, manipulasi penawaran, riba, dan zero sum game. Sedangkan akad yang tidak sah berarti rukun dan syarat akad tidak terpenuhi.

3. Tidak Mendorong Pengeluaran Berlebihan

Kartu kredit syariah dimaksudkan untuk ngehandle pengeluaran yang berlebihan. Caranya menetapkan pagu maksimal pembelanjaan dan pemegang kartu harus memiliki kemampuan finansial untuk melunasi tagihan tepat waktu.

Berdasarkan pemaparan di atas, Bank Syariah dipandang perlu untuk mengeluarkan produk berupa kartu kredit syariah. Kredit syariah sendiri merupakan produk yang mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan untuk nasabah dalam melakukan transaksi dan penarikan tunai sesuai prinsip syariah. Maka dari itu, fatwa-fatwa mengenai kartu kredit syariah dikeluarkan untuk menetapkan hukum dan prinsip syariah dalam penggunaan kartu kredit syariah. Penerapan riba pada penggunaan kartu kredit syariah diharamkan dan harus dihindari, tetapi yang diperbolehkan adalah fee penjaminan bank yang sesuai dengan syariah.

Dengan menerapkan prinsip syariah, bukan berarti kartu kredit syariah tidak memiliki keuntungan seperti kartu kredit konvensional. Selain tidak menerapkan sistem bunga, biaya administrasi yang dikenakan lebih kecil dan ternyata kartu kredit syariah juga memiliki jangkauan yang luas. Anda dapat menggunakannya untuk membayar tagihan bulanan seperti listrik, air, telepon hingga memesan tiket pesawat. Bagi Anda yang suka traveling, kartu kredit syariah juga dapat Anda gunakan di luar negeri pada mesin ATM berlogo Cirrus dan Mastercard karena sudah didukung oleh Mastercard Internasional.

, , , , ,
Post Date: Thursday 05th, September 2019 / 03:55 Oleh :
Kategori : Hukum