Sponsors Link

Hubungan SBY dan Prabowo dari Masa Ke Masa

Sponsors Link

SBY dan Prabowo merupakan dua figur yang sangat di kenal masyarakat Indonesia. Keduanya sama-sama seorang mantan Jenderal yang memiliki pangkat tinggi dalam kemiliteran. Bedanya antara SBY dan Prabowo yang paling dapat ditebak adalah, SBY merupakam presiden ke-5 dan ke-6 republik Indonesia yang mampu menjabat selama 2 periode. Sedangkan Prabowo adalah Calon presiden yang sudah mencalonkam diri selama dua kali namun gagal. Meskipun begitu keduanya memiliki karis yang dibilang sangat moncer dalam bidang kemiliteran simak juga kecerdasan politik jokowi .

ads

Baik SBY dan Prabowo merupakan satu angkatan AKABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) saat ini berubah nama menjadi Akmil. Mereka sama-sama masuk pada tahun yang sama yakni pada tahun 1970. SBY merupakan taruna yang berjuang dan bekerja keras dengan baik. Setidaknya ia memulai awal karirnya sebagai letnan  dua, pangkat ini lebih tinggi dibandingkan dengan pangkat ayahnya Raden Soekotjo pensiunan pembantu letnan satu dan petingi koramil di Pacitan, hinga ke puncak karir simak juga pengertian analisa politik . Pada saat itu masuk AKABRI merupakan salah satu cara yang dipilih para pemuda untuk memperbaiki nasib.

Prabowo Subianto Djojohadikusumo merupakan cucu dari Margono Djojohadikusumo yang merupakan pendiri dari Bank Negara Indonesia (BNI). Ia juga merupakan putra dari Menteri Soemitro Djojohadikusumo. Bersamaan dengan Prabowo masuk AKABRI saat itu sang ayah sedang menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Perindustrian. Sebagai mantan anggota militer dan sekaligus satu angkatam tentu saja hubungan antara keduanya cukup dekat. Lalu bagaimanakan hubungan SBY dan Prabowo dari masa ke masa. Untuk mengetahuinya simak uraiannya sebagai berikut .

1. Pada Masa Pemilu 2009

Pemilu 2009 dan pengertian pilkada serentak menjadi ajang pemilu pertama bagi Prabowo dan pemilu kedua bagi SBY. Meskipun prabowo memiliki partai sendiri yang mengusungnya, namun karena jumlah kursi yang kurang. Prabowo kembali gagal mencalonkan diri menjadi capres pada tahun 2009. Kejutan kemudian datang ketika Gerindra memutuskan untuk berkoalisi dengan PDI-Perjuangan. Namun, Prabowo harus legowo dan melenggang ke pemilu 2009 sebagai wakil dan Megawati Soekarnoputri.

SBY sendiri yang diusung oleh partai demokrat mengandeng Boediono yang merupakan tokoh non-partai. Publik lebih mengenal sosok Boediono sebagai mantan Gubernur Bank Indonesia. Pilpres 2009 yang dilaksanakan pada tanggal 8 Juli 2009 berhasil memenangkan pasangan SBY-Boediono dalam sekali putaran melalui strategi pemenangan pemilu . Dengan perolehan suara mutlak yakni 60.80%. SBY-Boediono kemudian di lantik menjadi presiden dan wakil presiden periode 2009-2014 pada tanggal 20 Oktober 2009.

Pada masa tersebut tentu sebagai rival politik hubungan keduanya bisa dibilang tidak romantis. Hal itu, cukup wajar tentunya melihat setiap kandidat capres dan cawapres tentu memiliki hasrat untuk memenangkan pemilu. Imbas dari pemilu 2009 ini tidak serta merta mempengaruhi hubungan SBY dan Prabowo. Keduanya masih terlihat bertegur sapa dan mengadakan pertemuan di era setelah pemilu 2009 berlangsung simak juga tipe-tipe pemilihan umum .

Sponsors Link

2. Masa Pemilu 2014

Piplres 2014  tidak mempertemukan SBY dan Prabowo sebagai rival. Sebagaimana peraturan perundang undangan SBY yang telah terpilih dalam dua periode maka ia tidak lagi diperkenankam untuk mencalonkan diri kembali. Masa pemilu 2014 bisa dibilang menjadi pemilu terpanas. Saat itu Prabowo menggandeng Hatta Rajasa yang merupakan mantan menteri perekonomian era SBY (2009-2014). Menghadapi rival berat yaitu Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Prabowo diusung oleh partai Gerindra yang merupakan partai yang didirikannya bersama dengan beberapa partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP). Jika melihat daftar partai koalisi pedukung Prabowo maka ada ada nama partai demokrat didalamnya bersama dengan Golkar, PPP, PKS, dan PAN. Kombinasi koalisi ini mengisi 63,54% kursi di DPR simak juga metode pemenangan pilkada . Kemenangan dalam pilpres ini tentu akan memudahkan kinerja Prabowo, notabene ia didukug oleh lebih dari separo kursi partai di DPR. Tentu hal ini akan memudahkan kinerja beliau dalam meruskan kebijakam bersama DPR.

Meskipun berlangsung dengan cukup panas, namun Pilpres 2014 berjalan cukup aman dan kondusif. Hasil Pilpres 2014 cukup mengejutkan karena pemenang dari pemilu ini ialah Jokowi-JK dengan perolehan suara 53,15%. Sedangkan pasangan Prabowo-Hatta dengan perolehan suara 46,85%. Kemenangan ini mengantarkan Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia Periode 2014-2019 simak juga kehebatan politik jokowi . Dan kembali Prabowo harus menelah kekalahan meskipun mendapat dukungan cukup banyak di kursi DPR.

Dengan masuknya Partai Demokrat yang notabene ialah partai yang dipimpin oleh SBY tentu hal ini menyiratkan adanya hubungan spesial yang terjalin antara SBY dan Prabowo. Jika 2009 mereka adalah rival namun, 2014 demokrat memberikan dukungan penuh dalam mengusung Prabowo di pilpres 2014. Meskipun kembali gagal siapa tahu 2019 nanti SBY kembali memberikan dukungam lewat partainya kepada Prabowo simak juga dampak positif golput .

Sponsors Link

3. Setelah 2014 Hingga Kini

Pasca Pilpres 2014, situasi politik relatif stabil. Sebagai pihak yang gagal Prabowo memilih menjadi pihak oposisi dari pemerintah. Meskipun begitu, hubungan yang harmonis antara Jokowi dan Prabowo terlihat dengan jelas. Beberapa kali Jokowi kerap berkunjung ke kediaman Prabowo di Hambalang. Dan dibalas dengan kunjungan Prabowo ke istana Negara. Tentu saja hal ini membuat hubungan antar keduanya terjalin dengan baik simak juga sistem pemilu distrik .

Mendekati pemilu 2019, hubungan SBY dan Prabowo terlihat biasa saja. Namun, mereka masih terlihat cukup sering melakukan pertemuan untuk membahas situasi pemerintahan terkini. Jalinan hubungan antara SBY dan Prabowo bisa dikatakan sebagai sebuah manuver politik menghadapi Pilpres mendatang simak juga sistem pemilu proporsional . Karena seperti yang kita tahu bahwa Prabowo telah mendeklarasikan diri untuk kembali mencalonkan diri menjadi Presiden pada pemilu 2019 mendatang.

Pertemuan terakhir keduanya tertangkap kamera pada tanggal 27 Juli 2017 silam. Saat itu Prabowo berkunjung kekediaman SBY di Cikeas, Bogor. Pertemuan keduanya digelar secara tertutup. Namun, dari mimik keduanya terlihat tawa dan senyum yang mengembang, pertemuan juga digelar cukup santai, kurang lebih selama 1.5 jam SBY dan Prabowo melakukan perbincangan. Usai pertemuan digelar, SBY kemudian memaparkan hasil pertemuan kepada awak media. Dimana beliat dan Prabowo sepakat untuk mendukung pemerintahan dengan gerakan moral dan politik yang beradab.

Hubungan SBY dan Prabowo dari masa ke masa tentu saja menyiratkan hubungan yang terjalin cukup intens. Sama-sama pernah mengenyam pendidikan militer dan memiliki posisi yang strategis di kemiliteran tentu juga semakin mempererat hubungan antar kedua. Meski sempat menjadi rival keduanya tampil cukup mesra di mata publik. Memasuki tahun 2018 belum ada tanda-tanda sinyal pertemuan keduanya. Namun, kita harapkan bahwa hubungan antar keduanya akan semakin mesra dan harmonis menjelang pemilu 2019 mendatang. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

 

, , ,
Post Date: Sunday 28th, January 2018 / 06:36 Oleh :
Kategori : Politik