Sponsors Link

Gaya Kepemimpinan Otoriter yang Terkenal

Sponsors Link

Dengan adanya gaya kepemimpinan yang ada di dunia, setiap negara berhak menentukan manakah jenis yang terbaik yang dapat diaplikasikan di negara mereka. Tidak heran, banyak sekali negara yang sangat kontras karena ideologi yang dimiliki masing-masing negara yang sangat berbeda satu sama lain. Sebagai contoh Indonesia, yang mempunyai beberapsa sistem demokrasi dari ciri ciri Demokrasi Terpimpin sampai dampak Demokrasi Liberal.

ads

Setelah mengalami beberapa perubahan, akhirnya Indonesia bisa memiliki sistem demokrasi yang amat cocok untuk bangsa dan negara Indonesia yaitu Demokrasi Pancasila seperti pada kelebihan Demokrasi Pancasila. Kecocokan itu tadi membuat sistem pemerintahan di suatu negara dapat berjalan dengan baik dalam waktu yang amat lama.

Meskipun menurut masyarakat di luar negara tersebut sistem pemerintahan yang berjalan dirasa tidak sesuai, namun apabila antara sistem pemerintahan ini dengan masyarakatnya terdapat suatu kecocokan, maka akan tetap digunakan.

Adanya beberapa macam macam ideologi dalam pemerintahan yang berbeda pada tiap negara juga akhirnya membuat mereka berusaha untuk membangun suatu sistem pemerintahan negara yang sesuai dengan keadaan rakyat dan negara pada saat itu. Contoh-contoh seperti diktator paling kejam di dunia yang selalu mengaplikasikan gaya kepemimpinan mereka masing-masing.

Tentunya tidak semua masyarakat merasa puas dengan adanya sistem pemerintahan yang berlaku pada suatu negara, namun apabila suara mereka asih kalah dengan suara masyarakat mayoritas, maka hal tersebut hanya seperti suara yang dibungkam dan dilupakan. Meskipun pengaplikasian gaya kepemimpinan mereka yang disebut sebagai otoriterisme dirasa tidak manusiawi, hal tersebut dilakukan demi tercapainya tujuan negara.

Lalu seperti apakah gaya kepemimpinan Otoriter tersebut? Mari kita lihat beberapa fakta mengenai hal tersebut di bawah ini !

1. Lebih berorientasi kepada tugas

Salah satu sikap yang dapat kita lihat dari sebuah negara dengan gaya kepemimpinan otoriter adalah adanya orientasi kepada tugas. Apa maksudnya? Sikap dari lembaga atau organisasi yang berada pada pemerintahan diproyeksikan melakuai bagaimana tingkah mereka pada saat memberikan suatu tugas kepada bawahan-bawahannya. Yang jelas, tujuan tadi jelas, memiliki deadline tertentu yang harus dicukupi.

Oleh karena itu, karena sangat berorientasi kepada tugas, maka segala tugas-tugas negara dapat dengan cepat ditelusuri dan diatasi, sehingga masalah pada negara seolah-olah ditutupi dengan kinerja yang baik dari tiap lembaga dan organisasi yang berada pada pemerintahan. Hal ini juga dapat melatih rakyatnya untuk bisa hidup sedisiplin mungkin, karena pemerintahan dengan gaya ini sangat tidak suka dengan adanya pembangkangan.

2. Pemimpin merangkap sebagai boss

Pada sistem pemerintahan seperti ini, kita tidak dapat melihat adanya hubungan yang bisa dikatakan baik antara bawahan dengan atasan. Arah kerja selalu mengalir dari atas ke bawah, dari pemimpin menuju lembaga, kemudian lembaga menuju ke anggota atau bawahannya. Hal ini terus menerus terulang hingga suatu tujuan dapat tercapai dengan baik, tanpa memperahatikan segala problem yang berada di bawah.

Dengan begitu kita dapat mencotohkan hal ini seperti seorang supir yaitu pemimpin, yang ingin mengendarai sebuah mobil. Pemimpin di sini hanya tinggal mengaktifkan mobil tersebut sementara mesin-mesin yang merupakan representasi dari bawahan-bawahan bekerja keras untuk menggerakkan serangkaian parts mobil agar mobil bisa menyala dan dikendarai. Seperti itulah kira-kira pergerakan kerja dari gaya otoriter ini.

3. Tidak ada apresiasi untuk bawahan

Secara tidak langsung dengan melihat contoh yang diberikan tadi, hal ini merupakan penyebab pelanggaran HAM vertikal langsung yang berasal dari atasan kepada bawahan. Meskipun dipekerjakan dengan gaji yang sesuai dengan deskripsi pekerjaan yang mereka lakukan, namun di sini kita tidak dapat menemukan komunikasi aktif antara atasan dengan bawahan untuk membahas mengenai efektifitas kerja yang sedang berlaku.

Sponsors Link

Pekerja disini dilanggar jenis-jenis Hak Asasi Manusia nya, meskipun tidak terlalu bentuknya, namun dapat memberikan dampak berkelanjutan di masa yang akan datang. Tidak didengarkannya apresiasi dari bawahan seperti tidak menghargai mereka sebagai manusia. Yang ada hanya kerja, kerja, dan kerja untuk bisa mendapatkan tujuan yang sudah ditetapkan di awal. Meskipun sebenarnya hal serupa dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, hal tersebut sebenarnya bukanlah hal yang tepat.

4. Tipe kepemimpinan otoriter sangat sulit untuk dihalangi

Gaya kepemimpinan otoriter selanjutnya adalah suatu bentuk kepemimpinan yang sangat sulit untuk dihalangi. Apa maskudnya dihalangi? Jadi setiap kebijakan yang dibuat oleh pemerintahan tentunya pernah mendapatkan protes dari masyarakat. Terlepas dari adanya pengertian analisa politik  dalam pemerintahan ini, apabila kebijakan tersbut dianggap baik untuk negara dan pemerintahan, maka hal tersebut akan tetap dijalankan.

Hal ini umumnya dapat ditemukan sebagai ciri-ciri negara Otoriter , seolah-olah pemimpin negara adalah orang yang invicible, yang tidak bisa dijatuhkan dengan langkah apapun. Tentunya hal ini sudah mendapatkan protes dari pihak oposisi. Namun langkah pemerintah pastinya akan menghancurkan gerakan oposisi tersebut dengan sekejap karena dianggap sebagai penghianat negara. Hal ini tentunya bertentangan dengan demokrasi lainnya seperti kelebihan sistem Parlementer .

5. Pemimpin yang sangat berfokus kepada tujuan

Seperti yang sudah ditetapkan pada penjelasan nomor satu di atas, dalam pemerintahan dengan bentuk otoriter ini, pemimpin beserta lembaganya akan selalu memiliki fokus untuk bisa mencapai tujuan-tujuan negara yang sudah disetujui dan ditetapkan. Meskipun hal tersebut tidak disukai oleh masyarakat, pemerintah akan tetap menjalankannya. Halangan apapun yang berada di depan mata akan dterobos.

Protes apapun akan diabaikan, dan apabila ada pihak oposisi yang akan menjatuhkan, pastinya akan dihancurkan balik oleh pemerintah. Seperti itulah kira-kira gambaran mengenai titik fokus dari negara dengan sistem pemerintahan orotiter, yang mana pemimpinnya seolah-olah bertindak sebagai raja pada negaranya. Jadi, kemajuan negara tersebut sangat tergantung dari sifat asli sang pemimpin negara.

Sponsors Link

6. Suasana pemerintahan yang kaku

Dengan adanya ketetapan pemerintah yang bersifadt mutalk itu, akhirnya masyarakat tidka bisa menyampaikan ide atau gagasan yang mereka miliki. Mereka hanya perlu taat kepada pemerintah, dan diyakinkan oleh pemerintah untuk bisa tetap percaya karena segala kebijakan mereka ciptakan untuk kemakmuran rakyat. Meskipun begitu, adanya kekakuan dalam negara ini dapat menimbulkan beberapa konflik penyebab konflik horizontal

Konflik yang lainnya juga dapat masuk ke dalam hal ini seperti penyebab konflik antar agama, penyebab konflik antar suku, ataupun penyebab konflik antar ras, meskipun sebenarnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan permasalahan ini. Namun, hal tersebut faktanya dapat kita jumpai pada negara-negara otoriter yang ada d dunia, walaupun hal tersebut dapat dengan cepat diredam oleh pemerintah.

Itulah tadi beberapa fakta mengenai adanya gaya kepemimpinan otoriter yang dianut oleh beberapa negara di dunia ini. Yang jelas, hal yang perlu kita tahu adalah seluruh tipe atau gaya kepemimpinan sebenarnya tidak ada yang salah.

Karena tidak ada gaya kepemimpinan yang betul-betul sempurna. Semuanya pasti mempunyai kelemahan, dan juga kelebihan yang tidak dipunyai oleh gaya kepemimpinan lainnya. Yang pasti, dengan dukungan rakyat yang pro aktif dan positif, maka negara dapat dibangun dengan baik dan bisa menjadi lebih sejahtera.

 

 

, ,
Post Date: Thursday 12th, April 2018 / 02:26 Oleh :
Kategori : Internasional