Inilah 3 Faktor Penyebab Pelanggaran Lalu Lintas yang Sering Terjadi

Sekarang ini sering kali kita temua berbagai jenis pelanggaran lalu lintas, mulai dari menerobos lampu merah, terlalu kencang hingga yang sering kita temua seperti tidak adanya surat-surat lengkap. Menurut undang-undang republik indoneisa peraturan lalu lintas dibuat untuk kenyamanan dan keselamatan setiap pengguna jalan. Faktor penyebab pelanggaran lalu lintas tersebutlah yang membuat peraturan semakin dipertegas, namun apa yang terjadi malah sebaliknya, masih banyak pengendara yang tetap melanggar lalu lintas. Padahal, pelanggaran lalu lintas merupakan salah satu dari contoh pelanggaran kewajiban warga negara.

Pelanggar selalu terjadi setiap harinya meskipun sudah dikenanakan denda tinggi dan peraturan sidang yang seabrek tidak membuat pengendara yang melanggar menjadi jera. Meskipun kota besar sekalipun yang sering diadakaan razia masih banyak saja yang nekat melanggar lalu lintas. Berbeda dengan di daerah pedesaan yang begitu  sedikit razia, sehingga masih banyak pengendara yang tidak melanggar lalu lintas bukan karena nekad, tetapi meremehkan aturan.

Kota besar selalu menjadi percontohan, sehingga untuk penggunaan helm mereka akan selalu membawanya, apalagi jika terjadi persaingan dijalan yang menuntut untuk selalu ngebut meskkipun dalam keadaan macet parah. Mereka sadar akan keselamatan yang lebih terjamin jika menggunakan helm ber-SNI. Sedangkan dimasyarakat pedesaan hal itu kurang mendapat perhatian dikarenakan terlalu lenggangnya jalanan pedesaan. Padahal, jika terjadi bentrok atau kecelakaan hal ini akan bisa menjadi bagian dari contoh pelanggaran norma sosial.

Masyarakat desa meremehkan akan berbagai kemungkinan yang terjadi dijalan raya, sehingga tidak banyak dari mereka yang begitu peduli dengan keselamatan dijalan raya. Sayangnya, apabila terkadi tabrak lari atau tindak kriminalitas lainnya maka mereka akan menutup mata. Sebenarnya ada banyak referensi contoh kasus pelanggaran hak warga negara serta penyebabnya. Namun kesadaran untuk menaati lalu lintas memang masih minim. Berikut adalah faktor penyebab pelanggaran lalu lintas di jalan raya.

  1. Meremehkan Peraturan yang Sudah Dibuat

Faktor penyebab pelanggaran lalu lintas  yang pertama adalah meremehkan peraturan atau hukum. Masyarakat sendiri sebenarnya takut jika terkena tilang namun berbagai alasan dilontarkan, seperti sudah terlambat kerja atau terlalu meremehkan peraturan yang sudah dibuat. Pelajarilah macam macam hukum di Indonesia yang berlaku saat ini agar tidak mudah meremehkan akibat berupa sanksi serta bahayanya.

Pada tahun 2017 tercatat sebanyak 6.272.375 juta surat tilang dikeluarkan oleh direktorat lalu lintas polda metro jaya. Jumlah yang fantastis, pasalnya pada tahun itu jumlah pelanggaran lalu lintas bertambah sekitar 15 persen dari tahun sebelumnya. Adakalanya, masyarakat menganggap bahwa aturan itu terlalu mengikat. Hal ini bisa jadi merupakan salah satu dari dampak positif dan negatif demokrasi.

Ada banyak spekulasi tentang hal ini, pertama adalah kurangnya pembelajaran atas sistem hukum Indonesia saat ini dan kemungkinan kedua adalah kurangnya sosialisasi serta edukasi. Masyarakat pastinya sudah tahu konsekuensi dari melanggar lalu lintas, namun kenapa masih banyak pelanggar, meskipun sudah ditetepkan nominal tilang yang sudah ditingkatkan.

  1. Aturan Tidak Dipahami Urgensinya

Faktor penyebab pelanggaran lalu lintas yang kedua adalah tidak memahami pentingnya aturan lalu lintas. Dalam masyarakat sendiri terbagi dalam dua kubu, satu masyarakat yang selalu taat aturan dan percaya bahwa aturan dibuat untuk melindunginya ketika dijalan raya, dan masyarakat yang mementingkan kepentingannya sendiri sehingga meremehkan peraturan lalu lintas. Bahkan ada anak-anak kecil yang belum 17 tahun nekad menyetir tanpa SIM ke sekolah.  contoh pelanggaran sila ke 2 di sekolah dan berhubungan dengan keselamatan banyak orang. [AdSense-B]

Seperti anekdot yang sering kita dengar bahwa peraturan dibuat untuk dilanggar. Anekdot tersebut oleh  pelanggar selalu digunakan sebagai candaan sekaligus prinsip dalam hidup. Pasalnya da yang bilang “jika semua orang mematuhi peraturan, maka dunia ini tidak akan seru kali”. Banyak sekali anekdot yang berkembang dalam masyarakat mengenai peraturan lalu lintas yang seringkali dilanggar. Padahal jika menaati aturan maka hal ini merupakan salah satu contoh dari perilaku yang mendukung tegaknya nilai nilai demokrasi.

  1. Melanggar Aturan Karena Alasan Keperluan Mendesak

Faktor penyebab pelanggaran lalu lintas yang ketiga adalah alasan keperluan mendesak. Apabila terdapat keseriusan sekaligus guyonan yang jika sudah terjadi kecelakaan pastinya mereka tidak akan mampu mengucapkan anekdot tersebut lagi. Lalu bagaimana nasip masyarakat yang selalu menaati peraturan? Mereka tidak dihina oleh masyarakat yang selalu melanggar karena masyarakat pelanggarpun juga membutuhkan mereka.

Hal itu dikarenakan jika dalam lalu lintas semua orang melanggar pastinya sudah tidak ada harapan lagi dijalan raya, jalanan hanya akan menjadi medan pertempuran yang bahaya untuk semua orang. Dalam lalu lintas sendiri sebenrnya juga tidak banyak masyarakat yang menerobos lalu lintas di jalan  raya. Itulah yang menjadi kebiasaan dan akhirnya disebut-sebut sebagai salah satu dari penyebab pelanggaran lalu lintas yang marak terjadi di Indonesia.

Apakah masyarakat sudah sadar jika pelanggran yang mereka lakukan merugikan diri sendiri dan dan orang orang? Kesadaran tersebutlah yang seharusnya dibangun sejak dini, bahwa lalu lintas bukan dibuat untuk satu orang saja, melainnkan untuk semua orang, jadi semua orang berhak untuk menikmati fasilitas umum yang aman, nyaman, dan sesuai aturan. Memang tida semua kesalahan ada pada pengendara, pemerintahpun berperan aktif dalam menciptakan keamanan di jalan raya.