Sponsors Link

3 Faktor Penyebab Ancaman di Bidang Politik

Sponsors Link

Faktor Penyebab Ancaman di Bidang Politik, Ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, yang dinilai membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman politik termasuk kedalam kategori ancaman nonmiliter. tidak bersifat fisik serta bentuknya tidak terlihat seperti ancaman militer, karena ancaman ini berdimensi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi, informasi serta keselamatan umum.

ads

Politik merupakan instrumen utama untuk menggerakkan perang. Ini membuktikan bahwa ancaman politik dapat menumbangkan suatu rezim pemerintahan bahkan dapat menghancurkan suatu negara. Masyarakat Internasional mengintervensi suatu negara melalui politik seperti Hak Asasi Manusia (HAM), demokratisasi, penanganan lingkungan hidup, dan penyeleggaraan pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Melihat betapa berbahayanya ancaman politik maka tentu akan sangat membantu kita untuk mengetahui apa saja faktor yang menyebabkan terjadinya ancaman tersebut. Jika kita mengetahui sejak awal maka bibit ancaman dapat ditekan sehingga tidak menimbulkan dampak yang luas. Nah berikut penulis telah merangkum Faktor Penyebab Ancaman di Bidang Politik berikut ini.

Pemilu yang Penuh kecurangan

Pemilu merupakan kontelasi politik yang membuktikan demokrasi dan bagian dari pesta rakyat. Salah satu tahapan politik yang harus dilewati dan direalisasikan secara jujur dan adil. Namun pemilu sendiri dapat menjadi sebuah boomerang serta juga menjadi faktor penyebab datangnya ancaman polirik.

Pemilu yang dinilai terdapat unsure kecurangan akan menyebabkan masyarakat menjadi tidak percaya lagi kepada lembaga penyelenggara pemilu. Tidak hanya sampai disitu saja, rakyat akan merasa marah serta juga geram karena sapirasi dan susra mereke disalahgunakan sehingga kemudian akan bisa memunculkan pihak pihak yang melakukan provokasi.

Akibatnya maka sudah pasti akan banyak pro dan kontra serta issue yang berkembang dimasyarakat. Alhasil revolusi hingga people power menjaadi pilihan yang tak terhindarkan. Jika sudah demikian maka pasti akan menimbulkan kekacauan dan juga tidak menutup kemungkinan terjadinya kerusuhan yang berdampak pada k=stabilitas kemanan nasional sebagaimana  penyebab konflik antar agama dan akibat konflik antar agama dalam masyarakat majemuk, ataupun penyebab konflik sosial.

Politik Identitas

Politik identitas adalah sebuah alat politik suatu kelompok seperti etnis, suku, budaya, agama atau yang lainnya untuk tujuan tertentu, misalnya sebagai bentuk perlawanan atau sebagai alat untuk menunjukan jati diri suatu kelompok tersebut. Identitas dipolitisasi melalui interpretasi secara ekstrim, yang bertujuan untuk mendapat dukungan dari orang-orang yang merasa ‘sama’, baik secara ras, etnisitas, agama, maupun elemen perekat lainnya.

Puritanisme atau ajaran kemurnian atau ortodoksi juga berandil besar dalam memproduksi dan mendistribusikan ide ‘kebaikan’ terhadap anggota secara satu sisi, sambil di sisi lain menutup nalar perlawanan atau kritis anggota kelompok identitas tertentu. Politik identitas menjadi hal yang amat berbahaya karena dapat menyebakan munculnya ancaman politik seperti juga  contoh kejahatan kemanusiaancontoh kejahatan korporasi, maupun contoh kejahatan kerah putih.

Sponsors Link

Terlebih lagi Negara Indonesia lahir dan tumbuh dengan anekan keberagaman baik suku, bangsa, etnis, dan bahasa. Sehingga bisa dibayangkan bagaimna berbahayanya bentuk ancaman politik jika politik identitas dibiarkan tumbuhn dan berkembangn dengan bebas. Karena ini bisa menjadi salah satu hal yang sangat berbahay bahkan banyak bukti yang menunjukkan kehancuran sebuah Negara akibat dari adanya politik identitas.

Adanya Politik SARA

Politik sara menjadi faktor dari timbulnya ancaman politik, anda sudah digambarkan dengan jelas bagaimana dampak politik SARA dalam konstelasi pilkada DKI. Betapa kita lihat dampak nyata dari pengerahan massa yang berlandaskan kepada satu agama saja. Politik SARA terjadi karena adanya Gerakan-gerakan intoleran, gerakan radikalisme, paham khilafah islamiah juga ikut menumpang dalam proses pemilu.

Bahaya politik identitas atau SARA dalam setiap berlangsungnya kontestasi politik. i dapat melahirkan konflik di tengah masyarakat. Tidak hanya itu, penggunaan politik SARA bertentangan dengan sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Tujuan dari politik SARA sendiri adalah sangat bertentangan dengan dasar konstitusi Negara ini yakni pancasila dan UUD 1945.

Jika orang berbicara tentang agama, ini adalah SARA dalam arti negatif. Agama seharusnya diartikan bagaimana menjadikan berpolitik yang tidak menakutkan, tidak membohongi, tidak mengingkari janji, tidak menghadirkan konflik pembelahan. Dan berlomba dalam konteks bagaimana menjadikan suku, agama, ras kita itu justru faktor yang menguatkan keindonesiaan, mengokohkan Bhinneka Tunggal Ika kita, menguatkan Pancasila.

Jika setiap orang berpolitik dengan berpedoman pada Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila, maka politik akan menjadi santun. Maka tidaka aka nada ancaman politik yng dapat mengancam keutuhan NKRI. Dengan semikian maka tentu kita kan hidup dalam suasana yang aman dan damai sebagaimana apa yang dicita citakan dan diharapkan selama ini.

Itulah tadi. 3 Faktor Penyebab Ancaman di Bidang Politik, semoga dapat bermanfaat.

, , ,
Post Date: Thursday 09th, May 2019 / 13:49 Oleh :
Kategori : Politik