Pengertian Demokrasi Material Beserta Ciri-cirinya

Demokrasi menjadi istilah yang paling sering kita dengar. Mengingat bahwa istilah ini sangat familiar untuk mengambarkan mengenai kondisi beberapa negara penganutnya terutama Indonesia. Konsep pemikiran demokrasi sudah muncul sejak abad ke-16 dan mulai berkembang pada abad ke 19-20 an. Demokrasi sendiri berasal dari bahasa Yunani yakni “Demos” yang berarti rakyat dan “Kratos” yang berarti rakyat. Mengutip  sebuah sumber Demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka.

Demokrasi mengizinkan warga negara berpartisipasi baik secara langsung atau melalui perwakilan dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum. Demokrasi mencakup kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang memungkinkan adanya praktik kebebasan secara bebas dan setara. Jika dikaitkan dengan demokrasi rakyat dan  material yang akan dibahas dalam topik artikel ini maka sebagaimana pelaksanaan demokrasi di indonesia saat ini , paparan demokrasi diatas akan dikhusukan pada kegiatan sosial dan perekonomian. Untuk lebih memahaminya maka berikut akan diuraikan mengenai pengertian demokrasi material berikut ciri-cirinya.

Pengertian Demokrasi Material 

Demokrasi material merupakan jenis demokrasi yang berdasarkan prioritas atau titik perhatian. Dalam sebuah sumber Demokrasi material memiliki pengertian yakni demokrasi yang terjadi pada negara sosialis-komunis. Demokrasi ini lebih mengedepankan kesamaan hak oleh warganya dalam bidang sosial-ekonomi dibandingkan bidang politik sebagaimana jenis hak asasi manusia . Dalam hal ini fokus demokrasi lebih ditekankan pada nilai materiil atau material. Penganut jenis demokrasi ini ialah negara RRC (Republik Rakyat China), Kuba dan Korea Utara. Simak juga dampak positif reformasi dan dampak positif kebebasan pers .

Dalam demokrasi material titi berat atau pusat perhatian berada pada sektor sosial dan ekonomi. Rakyat diberikan hak yang sama dan setara dalam bidang ekonomi dan tingkatam sosialnya. Sehingga dalam negara tersebut tidak akan ditemuai adanya perbedaan strata yang cukup mencolok. Misalnya saja orang yang kaya sekali dan yang miskin sekali. Kedua contoj sederhana pengelompokkan masyarakat berdasarkan penghasilannya tersebut tidak akan dapat kita temui.

Tentunya ini memberikan sebuah persamaan hak sehingga masyarakat tidak akan terbagi dalam kasta-kasta atau kelas yang akan mengungkung mereka. Negara penganut sistem ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat pada semua kegiatan perekonomiaannya. Sedangkan kegiatan politik lebih diatur sendiri oleh parlemen. Masyarakat akan fokus untuk memajukan ekonomj sedangkan pemerintah berfokus menggenjot perekonomian. [AdSense-B]

Namun, mengingat kekebasan masyarakat telah begitu penuh dalam bidang ekonomi maka dalam bidang politik keikutsertaan mereka dibatasi. Sebab dalam demokrasi material negara lebih membebaskan masyarakatnya untuk berpartisipasi dalam bidang sosial dan ekonomi dibanding bidang politik. Dampak positif dari demokrasi ini ialah negara akan cenderung stabil perekonomiannya serta pertumbuhan ekonominya cukup mantap dan selalu mengalami pertumbuhan tinggi. Simak juga penyebab konflik antar golongan  dan prinsip-prinsip demokrasi pancasila serta contoh demokrasi pancasila   .

Sebut saja negara China yang menganut demokrasi ini, sebagai penganut demokrasi sosialis China tumbuh menjadi negara yang mampu menguasai perekonomian dunia dan pasar global. Berbagai produk dari negara tirai bambu ini dapat dengan mudah kita temui dibelahan bumi manapun. China juga memberikan dampak saat krisis global yang membuat perekonomian seluruh dunia goyah. Tentu saja demokrasi material yang digunakan China mampu membuatnya menjadi negara yang paling mempengaruhi perekonomian global.

Ciri-ciri Demokrasi Material 

Demokrasi material yang dianut oleh negara dengan paham demokrasi Komunis-Sosial memiliki ciri-ciri antara lain sebagai berikut :

  • Pemerintah Menguasai Perekonomian Negara

Sebagai negara komunis-sosilai maka sudah pasti segala sumber produksi dan alat dikuasai penuh oleh pemerintah. Demokrasi material ini memberikan kekuasaan yang besar bagi pemerintah untuk menggerakkan segala aspek perekonomian. Mulai dari produksi dan menentukan jenis barang yang akan diproduksi, jumlah produksi sampai dengan harga semua merupakan tanggung jawab dan menjadi kekuasaan pemerintah. Sehingga pihak swasta dan individu tidak dapat mengembangkan industrinya sendiri.

Negara paham betul bahwa dengan pemberian kekuasaan penuh ini maka tentu perekonomian akan berkembang ada tidaknya berada di tangan para penguasa dan parlemen. Meskipun begitu ada faktanya negara penganut sistem ini memiliki perekonomian yang cukup kuat meski telah di terpa krisis. Rata-rata setiap tahunnya pun perekonomian mengalami pertumbuhan yang signifikan. China dan Korea Utara juga menunjukkan bahwa betapa dominasi pemerintah tentu dapat memberikan kemakmuran baginseluruh bangsanya.

  • Rakyat Diberikan Kebebasan untuk Berkontribusi pada Sektor Ekonomi

Meskipun sektor perekonomian dikuasai pemerintah, namun rakyat diberikan kekuasaan sebebas-bebasnya untuk dapat berkontribusi. Rata-rata tingkat pengangguran dinegara penganut sistem ini cukup minim. Mengingat  banyak sekali pabrik miliki pemerintah berskala besar yang kemudian memnuka lowongan terbuka bagi masyarakatnya . Setiap tingkatan dan jenjang pendidikan memiliki proporsi dan jenjang jabatan yang berbeda-beda. Meskipun anda hanya lulusan sekolah dasar maka peluang kerja masih sangat luas dan terbuka.

Berbeda tentunya dengan di Indonesia, bahwa tingkat pendidikan sangat berpengaruh pada jemis pekerjaan dan jumlah penghasilan. Itupun persaingan dari sesalam lulusan di jenjang yang sama sudah sangat tinggi. Di negara oenganut demikrasi material.anda tidak perlu mengkhawatirkan mengenai pekerjaan dan penghasilan. Karena pemerintah disana  memberikan kemudahan bagi setiap masyarakatnya dari jenjang pendidikan apapun untuk dapat memiliki penghasilan yang menggiurkan. [AdSense-C]

  • Peran Rakyat Dibatasi dalam Bidang Politik

Mengingat peran dan kontribusi rakyat sudah sangat tetbuka di bidang politik. Maka kontribusi rakyat dibidang politik sangat dibatasi. Dalam hal ini setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah tanpa harus melalui pendapat rakyat. Karena memang pemerintahlah yang mengatur seluruh aspek penyelenggaraan negara. Muali dari aspek politik, sosial, ekonomi, pendidikan hingga kebudayaan. Pendapat rakyat bukan menjadi hal mutlah yang menjadi dasar pengambilan keputusan. Sebab, rakyat tidak.memiliki kekebabasa suara dalam berpolitik.

  • Negara Cenderung Stabil Perekonomiannya

Kehebatan dari negara penganut sistem ini ialah, petekonomian yang dimilikinya cenderung stabil. Mengingat bahwa negara dengan sistem ini termasuk negara yang memiliki perekonomian kuat dan memiliki jumlah produksi skala global. Mereka banhak membanjiri pasar global dengan produk yang ada. Sebut saja barang-barang China yang memang memiliki kualitas media tapi harganya sangat ekonomis.

  • Tidak Ada Kesenjangan Sosial di Masyarakat 

Ciri terakhir dari demokrasi material adalah bahwa tidak ada kesenjangan sosial yang dapat dilihat dari negara penganutnya. Masyarakat cenderung memiliki penghasilan dan taraf hidup yang sama. Sebab mereka banyak bekerja pada sektor yang sama. Sehingga akan sulit menemukan masyarakat yang kaya sekali atau yang miskin sekali. Para penduduknya cenderung memiliki tingkatan sosial dan ekonomi yang setara, tanpa adayang mendominasi dan terdiskriminasi karena pendapatan dan tingkat perekonomiannya.

Itulah tadi pengertian demokrasi material beserta ciri-cirinya. Telah dijelaskan secara lengkap. Semoga dapay menambah referensi dan pengetauan anda untuk lebih memahami makna demokrasi yang ternyata terbagi dalam beberapa jenis. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.