Dampak Positif dan Negatif Pemilu yang Dirasakan Masyarakat

Indonesia yang telah lama menganut demokrasi sejak lama tentunya tidak asing lagi dengan nama Pemilu. Pemilu, pemilihan umum untuk memilih presiden yang biasanya dijalankan serentak di seluruh wilayah Indonesia. Terlepas dari presiden kita yang memiliki kecerdasan politik Jokowidan juga kehebatan politik Jokowi, Pemilu yang telah dijalani bisa menimbulan berbagai efek yang positif, seperti yang telah kita lakukan untuk memilih presiden kita sekarang. Namun meskipn begitu, Pemilu bisa menjaidi sesuatu yang berdampak negatif bila diberi bumbu kecurangan di dalamnya.

Menurut pengertian analisa politik, politik seperti pedang bermata dua. Menguntungkan di sisi lain, namun juga merugikan di sisi yang lainnya. Itulah fakta yang bisa kita temukan dalam Pemilu ini. Di lain sisi kita bisa memperoleh pemimpin yang sangat ideal dengan kondisi rakyat dan wilayah Indonsia, namun di sisi lainnya, kita harus menerima resiko adanya penyelewengan jabatan dan juga adanya resiko kehilangan makna dari demokrasi itu sendiri. Berkembangnya hal itu justru dikhawatirkan akan mementuk konflik-konflik baru seperti penyebab konflik antar agama, penyebab konflik antar suku, dan juga penyebab konflik antar ras. Menyedihkan memang, namun itulah yang namanya suatu program, tidak ada program yang memag menguntungkan 100%.

Terlepas dari demokrasi itu sendiri, kita akan bahas apa sajakah efek atau dampak positif yang bisa diperoleh dari adanya Pemilu di Indonesia ini. Memang kita tidak serta merta harus mendapatkan pemimpin yang kita sukai, namun dengan memahami efek negatif dari Pemilu itu sendiri, semoga anda bisa legowo dari kondisi tersebut. Mari kita bahas mulai dari dampak positif terlebih dahulu

1. Probabilitas Untuk Mendapatkan Pemimpin yang Sesuai

Tentunya dengan adanya Pemilihan Umum ini, kita bisa berharap untuk memilih calon pemimpin. Dengan didasari hati nurani yang  tulus dan harapan agara calon itu nanti bisa memenuhi janjinya, maka pemilihan pun bisa berjalan dengan bersih dan tanpa kecurangan apapun. Meskipun kecil kemungkinannya, suatu saat kita pasti bisa menemukan sosok pemimpin di dalam suatu calon. Sulit memang, pada jaman yang serba uang ini untuk menemukan seorang peimpin yang ikhlas berjuang demi rakyatnya sendiri. Namun kita sepatutnya tidak perlu berkecil hati, kemungkinan untuk merubah Indonesia lebih baik masih ada.

2. Tersampaikannya Aspirasi Rakyat

Jika kita bisa mendapatkan pemimpin yang pas, maka tidak adalagi border di antara pihak eksekutif pemerintahan denga rakyat. Dengan begitu, segala problema masyarakat bisa disampaikan dengan baik, dan dapat dipenuhi dengan semestinya. Bukankah itulah hal yang utama dalam Pemilu ini. Itu semua terjadi bila skenarionya kita mendapat peimpin yang cukup bijak untk bisa melakukan itu semua. Seorang pemimpin yang hanya ingin mengunakan kekuasaannya sepenuhnya untuk penetingan pribadi bahkan tidak akan menoleh sama sekali pada rakyatnya.

[AdSense-B]

Paling tidak, kita tidak akan mendapatkan soerang peimpin otoriter yang menindas. Masih ada kemungkinan bahwa pendapat dari rakyat akan seratus persen didengarkan pada akhirnya. Semua ada di tangan kita, penggerak sekaligus aktor utama dari Pemilu ini. Dengan keadaan Indonesia yang semakin terpuruk ini duah saatnya masyarakat melakukan perubahan yang positif, dimulai dari dirinya masing-masing.  Sudah saatnya kita mengatakan tidak pada suap yang dilakukan oleh calon pemimpin. Uang hanya sementara, namun aspirasi rakyat di atas segala-galanya. Jangan sampai konflik serupa seperti penyebab perang Aceh kembali terjadi lagi.

[AdSense-A] 3. Jalannya Program Pembangunan Dengan Baik

Alangkah baiknya bila dari Pemilu tesebut lahir seorang peimpin yang sanggup untuk menampung pendapat masyarakat dan akhirna bisa memberikan bantuan seara nyata dengan berbagai pembangunan yang diselenggarakan untuk keamanan dan kenyamanan bersama. Kita bisa lihat sekarang, berbagain infrastruktur di berbagai kota sudah mengalami kemajuan yang signifikanterutama untuk menangangi maslah jalan yang berlubang dan juga peningkatan mobilitas masyarakat dengan dibangunnya jalan tol. Pelebaran jalan juga merupakan salah satu program baik yang pernah dilakukan oleh pemerintahan Surabaya. Dengan begitu, arus kemacetanbisa teurai, dan akhirnya jalanan yang tadinya selalu padat, kini menjadi lebih lengang.

4. Persebaran Surat Suara Tidak Merata Bisa Menyebabkan Kekacauan

Seperti yang rada pada daerah daerah pelosok Indonesia, seperti konflik yang pernah terjadi pada penyebab konflik Ambon dan juga penyebab konflik Poso, konflik kecil juga pernah terjadi dikarenakan oleh Pemilu.bagaimana bisa? Ya, persebaran suart suara yang sangat sulit pada daerah-daerah terpencil menyebabkan masyarakat di sana merasa tidak dihargi suaranya dan diperlakukan tidak adil. Padahal, kendaan untuk mengantar suart suara tadi sedang mengalami hambatan, terutama pada medan jalan yang sangat tidak sesuai dengan tipe kendaraan, yang biasanya dapat dengan mudah berlalu begitu saja di perkotaan.

Oleh karena itu, diterjunkan kendaraan lainnya, yakni kendaraan terbang untuk membantu persebarans suara ini bisa lebih merata. Bila dipikirkan kembali, apakah cara ini menurut anda efektif? Melihat dari pengertian Pemilu itu sendiri, berati seluruh masyarakat yang sudah memenuhi aturan untuk bisa melakukan pemilhan suar berhak untuk menyampaikan pilihannya untuk menentukan siapa pemimpn negara selanjutnya. Apabila menggunakan alternatif seperti internet, mungkin waktu pengiriman bisa dipangkas. Namun untuk mewujudkan itu, diperlukan biaya yang tidak sedikit untuk mengembangkan jaringan internet pada daerah-daerah terpencil tersebut.

5. Semakin Banyak Partai Justru Membuat Bingung

Semakin tahun, semakin banyak saja partai politik yang bermunculan. Sampai-sapai membuat masyarakat bingung, siapa yang akan dipilih mereka. Itulah mengapa banyak juga dari masyarakat Indoensia yang juga memilih untuk menikmati dampak positif golput itu sendiri. Semakin banyaknya parpol, bukan serta merta menunjukkan bahwa demokrasi telah berjlan lebih maju. Justru, dengan adanya fakta seperti itu, dikhawatirkan, rasa demokrasi yang sesungguhnya bisa pudar, mengingat kebanyakan parpol tersebut berasal dari pengusaha yang ingin memajukan perusahaannya. Merupakan langkah yang salah untuk menggunakan jalur politik untuk memajukan ekonomi pribadi, karena yang menjadi korban lagi-lagi adalah rakyat Indonesia sendiri.

6. Adanya Fanatisme Berpotensi Konflik

Seperti yang kita ketahui sebelumnya, aksi fanatisme tentu saja bisa memicu terjadinya konflik, bahkan konflik sesama bangsa pun juga sering terjadi karena hal tersebut. Fanatisme tersebut sayangnya tidak didasari dengan rasa hormat yang natural, namun karena adanya suntikan dana yang dikeluarkan sebelum pemilian berlangsung. Oleh karena itu,kita bisa melihat contoh siapa saja yang sangat mendukung parpol nya untuk menang, walau dengan menggunakn jala kekerasn sekalipun. Mungkin itulah sebabny masih ada masyarakat yang ingin menikmati keuntungan dan kerugian golput, untuk paling tidak bisa terhindar dari konflik dengan kelompok fanatis yang berbahaya tersebut.

Itulah tadi keenam dampak positif dan negatif dari Pemilu yang telah kami sampaikan di atas. Semoga dari membaca artikelini anda bisa berpikir jernih soal Pemilu yang masih abu-abu ini. Dengan menyadari adanya dampak-dampak negatif tersebut, paling tidak kita bisa melakukan pengendalian konflik sosial yang baik untuk bisa menghindari berbagai potensi konflik seperti penyebab konflik sara dan penyebab konflik sosial paling umum.

[AdSense-C]

Dampak dari konflik-konflik tersebut seperti akibat konflik sara bisa diminimalisir secara efektif dengan cara tersebut. Tinggal kita lah yang haurs mulai melakukannya.