Sponsors Link

Efek Merugikan Dari Dampak Negatif Perang Dingin

Sponsors Link

Berbicara kembali mengenai salah satu peperangan yang fenomenal di jagat raya ini, kita tidak akan ada habisnya mengenai dampak yang ada. Anda bisa lihat beberapa dari contohnya pada dampak perang nuklir bagi kehidupan manusia dan juga dampak perang nuklir bagi Indonesia. Dari dua artikel tersebut saja anda sudah bisa membayangkan betapa berbahayanya akibat dari perang dingin tersebut, bagi rakyat Jerman sendiri dan juga bagi masyarakat luas. Belum lagi akibat yang diderita oleh kedua negara yang berperang tadi, yang kemudian  melihat kembali pada perang tersebut sebagai cerminan kebodohan mereka sendiri agar dapat digunakan sebagai pelajaran di masa yang akan datang. Tentunya kita pada masa sekarang ini juga dapat menjadikan perang tersebut menjadi lahan untuk introspeksi diri kita sendiri, serta menanyakan pada diri kita sendiri, indahkah sebuah pertempuran dan luka? Tentu saja tidak.

ads

Oleh karena itu, cerminan tadi dapat kita gunakan sebagai wadah untuk melakukan pengendalian konflik sosial yang efektif, meskipun untuk diri kita sendiri pada awalnya. Nantinya kita akan bisa menyebarkan perdamaian, walaupun dengan cara mulut ke mulut saja. Dari sana saja, kita bisa mencegah sejumlah konflik untuk bisa terjadi. Mengingat, sudah banyak kejadian yang menimpa negara kita seperti konflik penyebab konflik Aceh dan penyebab konflik Ambon, mestinya kita bisa berubah.

Untuk itulah, bila membahas kembali mengenai perang dingin ini, perlunya kita tahu dampak negatif yang didapat dikala pasca peperangan. Sebenarnya banyak sekali dampak buruk yang telah terjadi setelah beberapa lama selang waktu perang berakhir. Dampak tersebut menyebar ke sagala bidang di pemerintahan dunia. Agara anda bisa paham lebih lanjut, kami akan membahas beberapa dampak buruk dari pernag dingin ini kepada anda :

1. Ketakutan yang Luas Biasa Akan Perang Nuklir

Seperti yang bisa kita tebak, salah satu dampak mengerikan dari perang dingin ini adalah lahirnya desas desus mengenai adanya perang nuklir. Hal ini menyebabkan masyarakat was-was dan akhirnya mengembalikan pertanyaan tersebut kepada pemerintah, apakah hal tersebut benar adanya. Namun hasilnya sama saja, tidak ada masyarakat yang bisa tahu, karena strategi perang merupakan hal yang sangat rahasia. Ketidak transparanan ini menyebabkan adanya penyebab pelanggaran HAM vertikal yang timbul di dalm kehidupan bermasyarakat entah itu pada Jerman Barat, Jerman Timur, maupun bangsa lainnya.

Belum lagi, segala prasangka muncul di tengah-tengah masyarakat, seperti Soviet yang meletakkan persenjataan nuklirnya di daerah Kuba, yang mana cukup berdekatan dengan negara Amerika. Hal itu sontak menimbulkan adanya perbedaan pendapat di masyarakat, yang seringkali beruujung pada penyebab konflik horizontal dan penyebab konflik antar ras. Padahal kabar tersebut belum tentu benar adanya. Namun, Amerika tidak tinggal diam begitu saja mendengar kabar buruk tersebut. Akhirnya dibentuklah NATO sebagai salah satu badan pertahanan utama di Amerika Serikat. Namun tanpa disangka, terdapat kabar bahwa Soviet menarik kembali rudal yang mereka miliki di Kuba.

Sponsors Link

Melihat dari situ saja kita bisa berasumsi bahwa kabar yang telah meluas tadi merupakan kebenaran. Tidak hanya berhenti pada itu saja, kini kedua negara pun saling mencurigai gerak-gerik aneh dari negara lawannya, walaupun dalam langkah sekecil apapun. Karena terkadang, langkah kecil tanpa disangka-sangka bisa memberikan efek kehancuran yang besar.

2. Terbaginya Negara Jerman Menjadi Dua

Kehancuran fisikal yang bisa diliat dengan mata telanjang adalh adanya pemecahan daerah Jerman menjadi dua bagian, yakni Barat dan Timur. Kedua negara tadi dikuasai oleh dua negara besar, yang mempunyai ideologi mereka sendiri-sendiri. Kita bisa menelaah bahwa dengan adanya perbedaan ideologi ini, pastinya dapat menimbulkan konflik seperti penyebab konflik antar agama dan juga dampak konflik agama juga hampir serupa dengan apa yang dialami oleh warga Jerman ini.

ads
  Adanya diskriminasi, tekanan dari negara, menyebabkan warga Jerman Timur yang merasa tertekan akan pemerintahan komunisme memutuskan untuk kabur dari wilayahnya menuju ke Jerman Barat. Namun dalam perjalanan mereka berhasil dibunuh oleh agen-agen penjaga perbatasan yang diperintah oleh pemetintah Jerman Timur sendiri.

Walaupun kedua negara yang berkuasa tadi memiliki beberapa kemajuan dalam hal militer seperti predikat negara dengan militer terkuat dan juga angkatan bersenjata terbaik di dunia, ideologi yang menjadi sumber dari pemerintahan kedua negara tadi sangatlah berbeda. Jerman Barat yang menganut liberalisme merasa lebih bebas dan berkembang di dalam ekonomi dan pendidikan, tanpa adanya tekanan berarti dari pemerintah. Hal ini sangat berlawanan dengan kondisi masyarakat pada Jerman Timur. Mereka amat tertekan dengan perintah serta aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Walaupun begitu, mereka tidak bisa begitu saja lari dari kampung halamannya.

3. Perekonomian yang Tidak Seimbang

Kita bisa melihat pada dampak Perang Dingin bahwa salah satu efek yang merugikan masyarakat dunia dalah merosotnya ekonomi negara. Kita bisa menerka bahwa sebuah negara akan kehabisan sumber daya apabila negara tersebut menghabiskan banyak sekali sumber daya untuk mendanai perang. Tentunya banyak negara yang juga jatuh ekonominya, dan terpaksa untuk meminta pinjaman uang pada negara lain untuk menyambung pemerintahan. Pandangan tertju pada Amerika, yang menjadi kreditur nomor 1 kala itu. Berkat kemenangan perang bertubi-tubi, negara tersebut mendapat kekayaan yang cukup melimpah, jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya, yang juga ikut berperang. Ketidak seimbangan ekonomi ini menyebabkan banyak negara berpandangan sinis kepada Amerika, yang memiliki kekayaan jauh diatas mereka. Dengan kondisi seperti ini, seakan-akan Amerika duduk pada singgasana yang telah disiapkan oleh negara-negara pembayar kreditnya.

4. Hubungan Paham Liberal dan Komunis yang Semakin Buruk

Salah satu penyebab dari penyebab khusus Perang Dunia 1 adalah ideologi. Dan kasus tersebut terulang kembali pada perang dunia ke dua, yang mana mempertandingkan dua kekuatan besat yang memiliki perbedaan ideologi untuk menunjukkan siapa yang sebenarnya pantas untuk menjadi penguasa. Jauh sebelum perang ini terjadi, pihak Amerika memang tidak menginginkan bila Komunisme berkembang di dunia, karena sangat bertolak belakang pada ideologi mereka. Perkembangan komunisme juga bisa menghambat liberalisme untuk berkembang, terutama dalam bidang ekonomi. Dengan berakhirnya perang ini, permusuhan antara liberal dan komunis tidak berakhir pada titik itu saja. Sampai saat ini pun, pemerintah Amerika masih sangat berhati-hati pada masyarakat Komunis yang masuk ke negaranya.

Itulah tadi dampak buruk atau dampak negatif dari perang dingin yang bisa kita pelajari bersama saat ini. Seperti yang sudah anda lihat, banyak sekali efek negatif yang harus ditimpakan kepada negara. Tentunya hal tersebut merupakan tanggung jawab negara, sekaligus pelaku dari peristiwa perang dingin tersebut. Terlepas dari dampak positif senjata nuklir, kita juga bisa melihat bahwa efek negatif yang diberikan oleh perang tadi sama sekali tidak worth it. Dengan sejumlah pengeluaran yang besar, jumlah kerusakan yang ada ternyata jauh lebih besar.

Sponsors Link

Seandainya biaya yang besar tadi dikeluarkan juga untuk perkembangan negara, pastinya jumlah kerusakan yang terjadi bisa ditutupi dengan baiknya infrastruktur yang ada, yang bisa membuat negara merestorasi kondisinya dengan waktu yang cukup singkat.

, ,
Post Date: Sunday 28th, January 2018 / 02:56 Oleh :
Kategori : Internasional