Dampak Negatif Dari Golput yang Perlu Dihindari

Pilkada dan juga Pemilu sudah tidak terdengar asing lagi di telinga kita, rakyat Indonesia yang selalu menggunakan metode tersebut guna untuk memilih calon legislatif yang terbaik. Namun, kesempata berharga guna untuk memperbaiki pemerintahan di Indonesia ini masih beum dimanfaatkan dengan baik, dan justru dibiarkan begitu saja oleh para pelaku golput. Memang, mereka mungkin tidak memiliki waktu banyak atau  termasuk dalm golongan individualis, yang mengejar dampak positif golput dan juga masih mempertimbangkan adanya keuntungan dan kerugian golput. Namun ada satu hal yang mungkin mereka tidak tahu, yaitu bentuk pemilihan ini juga merupakan salah satu pelaksaan demokrasi di Indonesia saat ini yang harus ditaati oleh rakyat demokrasi seperti rakyat Indonesia, seperti kita.

Bentuk pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah sebenarnya juga merupakan contoh untuk para generasi muda untuk bisa melihat secara langsung pelaksanaan dari contoh Demokrasi Pancasila di sekitar mereka. Padahal kita bisa mengajarkan mereka dengan prinsip-prinsip Demokrasi Pancasila yang diterapkan pada pemilihan ini, meskipun masih terdapat dampak positif dan negatif Pemilu di sana-sini. Namun, golput bukanlah suatu hal untuk memperbaiki dampak negatif tersebut. Justru, golput tadi akan memperburuk situasi politik yang ada di negara kita ini, tanpa memberikan efek positif sekecil apapun juga pada masyarakat. Oleh karena itu, kita akan membahas apa saja dampak-dampak negatif yang terlahir dari golput ini, yang digunakan sebagai pembanding dar dampak positif yang didapatkan bila mengaplikasikan golput pada kehidupan bernegara. Mari kita mulai dengan yang pertama dari artikel dampak negatif golput ini.

1. Pudarnya Demokrasi

Seperti yang telah ditekankan pada paragraf di atas bahwa pemilihan umum meruakan salah satu bentuk dari demokrasi itu sendiri. Rakyat diberi kebebasan untuk memilih sesuai denga hati nurani mereka masing-masing, untuk bisa memilih siapa saja calon yang menurut mereka layak untuk memimpin negeri ini. Anda bisabayangkan, apabila golput semakin berkembang dan malah mengakar, sudah dipastikan rkayat Indonesia akan megalami krisis identitas. Maksudnya apa? Rayat Indonesia tidak menerapkan lai yang namanya demokrasi pada kehidupan mereka, padahal mereka dalah rakya demorkasi.

Akan terjadi konflik di mana-mana akibat adanya perbedaan kubu, seperti yang dapat kita temukan pada penyebab perang Aceh dan juga penyebab konflik Ambon. Akibatnya, politi digunakan sebagai alat untuk penghancur bukan lagi sebagai alat untuk pemersatu bangsa atau peningkatan negara. Sungguh miris memang bila demokrasi sudah tidak ada lagi di negeri ini.

2. Kehilangan Hak Untuk Memilih

Dampak negatif golput selanjutnya adalah kehilangan hak untuk memilih. Hak untuk memilih sebenarnya merupakan bentuk penghargaan yang diberikan kepada rakyat Indonesia sendiri. Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu, seperti cukup umur,sehat jasmani dan rohani, dan sebagainya. Namun, apabila mereka menyia-nyiakan pemberian tersebut, maka hak pilih mereka tentunya otomatis akan menghilang begitu saja tergerus waktu. Mereka menghilangkan hal mereka sendiri, dna itu bukanlah bentuk dari penyebab pelanggaran HAM vertikal. Pemerintah menyediakan ruang dan waktu untuk melakukan pemilihan, namun tidak digunakan dengan baik, justru malah dibiarkan.

[AdSense-B]

3. Membiarkan Uang Terbuang Sia-sia

Salah satu sebab mengapa kita dilarang untuk melakukan golput, adalah untuk menghindari mubadzir. Apa  maksudnya? Dalam pemilihan umum sendiri, biaya yang dikeluarkan tidaklah sedikit. Jumlah kotak, bahkan jumlah kertas pemilu bukanlah hal yang sedikit. Panitia pusat haus menyiapkan beratus juta lembar beserta back up nya untuk menghindari adanya suatu masyarakat yang belum sempat melakukan pemilihan saat waktu pemilihan udah berakhir. Belum lagi biaya distribusi dan biaya pendukung lainnya yang memiliki peran penting dalam hal ini.

Sebagai rakyat Indonesia, maukan anda untuk menyia-nyiakan miliaran uang yang hanya ditukar untuk bersantai-santai di rumah dan menghirauka pemilu begitu saja? Saya rasa tidak.

4. Tidak Ikut Serta Menjadi Bagian Dari Negara Indonesia

Mengikuti pemilu brarti kita secara langsung berkontribusi pada kemajuan bangsa. Kita turut ikutserta menjalankan kewajiban kita sebagai warga yang berdemorkrasi tanpa mengeluarkan jerih payah yang  berarti. Dengan melakukan pemilu, kita bisa melakukan penggantian pemimpin yang baru untuk memperbaiki keadaan saat pemerintahan yang lama. Namun apabila kita membiarkan saja pemilu ini terjadi tanpa adanya peran serta secara langsung, yaitu ikut serta mengikuti pemilihan umum, berarti kita bisa dibilang bukanlah bagian dari negara lagi.

Dengan rasa individualis yang pekat, maka seseorang yang melakukan golput bukanlah bagian dari negara Indonesia. Ia tidak memiliki hak untuk menuntut apapun dari pemerintahan yang baru, meskipun keburukan telah terjadi di mana-mana.Mengikuti pemilu brarti kita secara langsung berkontribusi pada kemajuan bangsa. Kita turut ikutserta menjalankan kewajiban kita sebagai warga yang berdemorkrasi tanpa mengeluarkan jerih payah yang  berarti. Dengan melakukan pemilu, kita bisa melakukan penggantian pemimpin yang baru untuk memperbaiki keadaan saat pemerintahan yang lama.

[AdSense-C]

Namun apabila kita membiarkan saja pemilu ini terjadi tanpa adanya peran serta secara langsung, yaitu ikut serta mengikuti pemilihan umum, berarti kita bisa dibilang bukanlah bagian dari negara lagi. Dengan rasa individualis yang pekat, maka seseorang yang melakukan golput bukanlah bagian dari negara Indonesia. Ia tidak memiliki hak untuk menuntut apapun dari pemerintahan yang baru, meskipun keburukan telah terjadi di mana-mana.

5. Program Pemerintah yang Potensial Bisa Gagal Dicapai

Terlepas dari adanya pengertian analisa politik yang ada, golput juga ternyata bisa memberikan efek yang sangat fatal bagi pembangunan. Sebagi contoh saja, pemerintah menawarkan program tertentu seperti pembangunan infrastruktur yang memadai, namun apabila jumlah peminat atau wagra masyarakat yang antusias akan program tersebut sedikir, makan sudah dipastikan program tadi akan dihapuskan. Begitulah yang terjadi di negar kita ini.

Banyak sekali orang yang melontarkan permintaan, memekikkan ketidak adilan, dan mengkritik kinerja dan program pemerintah namun ternyata mereka sama sekali tidak melakukan pemilihan umum dan hanya ikut mengomentari saja. Dan itu merupakan dampak negatif golput yang sangat nyata.

6. Menimbulkan Aksi Gerakan Pemberontak / Radikal

Apabila negara kita sudah tidak ada lagi demokrasi, masyakat akan mulai membentuk kelompok sendiri-sendiri. Ada kelompok yang memegang teguh paham tertentu, dan menentang dengan keras suatu pemahaman yang lainnya. Inilah yang dikhawatirkan dari gerakan golput, yaitu menimbulkan potensi adanya pembentukan organisasi-organisasi tertentu yang memang bertujuan untuk memecah belah bangsa dan Pancasila. Apabila hal ini terjadi, maka penyebab konflik horizontal dan juga penyebab konflik antar agama tidak bisa dihindarkan.

Itulah tadi beberapa efek negatif dari adanya golput. Namun semoga saja, tindakan golput ini dapat diminimalisir dengan adanya pengendalian Konflik Sosial yang baik, sehinga pelaksanaan berbagai pemilihan seperti pengertian Pilkada serentak bisa berjalan dengan lancar.

Dan untuk para calon, di luar sana banyak sekali pembelajaran untuk bisa mengaplikasikan metode pemenangan Pilkada yang fair dan efektif, dan jujur sehingga masyarakat bisa tertarik kembali dengan berbagai program yang akan dicangkan dan dijanjikan. Namun untuk membentuk kembali demokrasi yang tela terkikis, maka diperlukan juga adanya peran serta masyarakat untuk ikut serta menjada dan melestarikan tindakan non golput.