Sponsors Link

5 Dampak negatif Bullying dan Hukumnya

Sponsors Link

Bullying atau bully akhir-akhir ini menjadi buah bibir yang sering kali terdengar disekitar kita. Hukum Bullying pun tak luput menjadi sorotan bagi banyak orang yang ingin mengetahui tentang hal tersebut. Bullying sendiri adalah suatu tindakan atau serangkaian aksi kurang baik, cenderung negatife yang tak jarang bersifat menyerang, agresif, serta manipulatif.

ads

Bullying ini bisa dilakukan oleh satu orang atau lebih terhadap orang lain selama jangka waktu tertentu. Tindakan ini bermuatan kekerasan, baik secara verbal maupun non-verbal. Para pelaku biasanya melancarkan aksi dengan cara mencuri-curi kesempatan, dengan tujuan menjadikan targetnya merasa tak nyaman dan juga terganggu. Pada umumnya, aksi bullying ini akan dilancarkan berulang kali kepada para korbannya. Kasus bullying juga tergolong sebagai salah satu penyebab konflik sosial, untuk itu perlu dihindari agar tak menimbulkan situasi tak menyenangkan.

Hukum Bullying Di Indonesia

Bullying ini memang sering kali menyasar kepada anak-anak, namun tak sedikit juga orang dewasa mengalami hal kurang menyenangkan tersebut. Agar terhindar dari hukum Bullying sebaiknya mengetahui peraturan yang berlaku di Indonesia supaya tidak tersandung kasus hukum. Berikut merupakan macam-macam hukum bullying di Indonesia, antara lain :

  1. Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014

Adanya Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 merupakan hasil perubahan dari Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Inti dari peraturan ini adalah, setiap warga negara Indonesia dilarang membiarkan, menempatkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau ikut andil dalam kekerasan terhadap anak. Bagi para pelaku yang melanggar peraturan tersebut akan dipidanakan paling lama 3 tahun 6 bulan dan denda maksimal sebanyak 72 juta rupiah.

  1. Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008

Di Indonesia, Bullying melalui media online atau bahasa kepolisian menyebutnya dengan cyberbullying sudah diatur oleh peraturan perundang-undangan dan sudah cukup untuk menjerat para pelakunya.Untuk dasar hukumnya ialah Undang-Undang No. 11 tahuh 2008 mengenai Informasi dan Tranaksi Elektronik (ITE).

Melalui, undang-undang tersebut tak sedikit para pelaku yang sudah dikandangkan. Untuk ancaman hukuman ITE sendiri terbilang berat dan masuk kedalam katagori pidana tingkat tinggi. Para pelaku yang dapat dikenakan kasus cyberbullying ialah mereka yang sudah melanggar Undang-Undang No. 11 tahuh 2008 mengenai Informasi dan Tranaksi Elektronik Pasal 45 ayat 1, dan bisa masuk penjara paling lama 6 tahun dan dengan maksimal 1 milyar rupiah.

Seiring berjalannya waktu, peraturan tersebut pun sudah dirubah dengan Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016, salah satu dalam perubahan peraturan ini yaitu mengatur tentang penghinaan melalui media daring dapat dikenakan kurungan penjara paling lama 4 tahun dan denda maksimal sebear 750 juta rupiah.

Dampak Negatif Bullying

Seberapa bahayanya sih aksi bullying hingga hukum bullying pun diatur sedemikian rupa untuk melindungi para korbannya. Untuk mengetahuinya, berikut merupakan daftar dampak negatif dari adanya aksi bullying, antara lain sebagai berikut :

  1. Menyebabkan Turunnya Kepercayaan Diri

Salah satu aksi perundungan ialah body shaming, hal ini kerap kali menjadikan korbannya kehilangan rasa kepecayaan diri, ragu melakukan sesuatu, bahkan minder bila bertemu dengan orang lain di tempat umum.

  1. Menyebabkan Trauma yang Membekas

Tindakan atau aksi bullying serta tindakan kasar sering kali menyakiti perasaan dan juga hati para korbannya. Hal tersebut cenderung lebih sukar untuk dihapus dari benak dan juga ingatan bagi kabanyakan orang. Oleh karena itu, bukan tak mungkin jika para korban bullying mengalami trauma yang membekas hingga waktu cukup lama.

Trauma yang membekas dalam tempo waktu lama ini biasanya lebih ke psikologis. Trauma psikologis memang cenderung lebih lama disembuhkan dibadingkan dengan trauma fisik, dan bisa mempengaruhi keberlangsungan hidup korban bullying.

  1. Menimbulkan Rasa Putus Asa

Beberapa kasus yang terjadi pada korban perundungan  menyebabkan persaaan tertekan, bahkan dapat menjadi alasan korban dalam menjalankan aksi nekat hingga bunuh diri. Bukan hanya itu saja, aksi kurang menyenangkan secara fiik bisa juga menyebabkan nyawa seseorang menghilang secara percuma.

Hilangnya nyawa seseorang karena bullying ini tentunya sangat merugikan banyak pihak, mulai dari korban, keluarga korban, pelaku, dan juga keluarga pelaku itu sendiri. Kejadiaan hilangnya nyawa ini pun akan menjadikan pelakunya dihantui rasa bersalah dan ketakutan.

  1. Menjadikan Pelaku Bully Berpotensi Masuk Penjara

Para pelaku perundungan berpotensi menginap di balik jeruji besi bila mana melakukan tindakan merugikan tersebut hingga menyebabkan korbannya kehilangan nyawa. Bukan hanya melalui kekerasan fisik yang menyebabkan korbannya meregang nyawa, di Indonesia jenis cyberbullying atau tindakan bullying lewat media daring pun dapat dimasukkan ke dalam penjara.

  1. Pelaku Bullying Juga Akan Digentayangi Rasa Penyesalan

Penyesalan memang timbulnya diakhir, hal ini sering timbul dan terjadi pada pelaku pembullyan. Seiring berjalannya waktu penyesalan dan rasa bersalah pun akan muncul pada saat korban perundungan mulai menjauh atau lebih baik dari sebelumnya. Bahkan penyesalan ini tak dapat dibendung jika pelaku masuk penjara karena ulahnya sendiri.

Demikian merupakan penjelasan mengenai hukum bullying sekaligus dampak negatif perudungan, baik bagi korban serta pelakunya. Semoga bermanfaat.

, , , ,
Post Date: Monday 12th, August 2019 / 06:46 Oleh :
Kategori : Hukum