Dampak Demokrasi Terpimpin di Negara Indonesia

Pada beberapa tahun lalu, setelah beberapa lama mengalami fase pergantian jenis Demokrasi, Presiden Ri kala itu mengeluarkan kebijakan baru untuk mengaplikasikan suatu sistem demokrasi yang baru bagi negara Indonesia setelah mengalami kekecewaan pada masa demokrasi Parlementer. Terlepas dari adanya dampak Demokrasi Liberal, Indonesia sempat mengalami kerugian yang besar dalam hal ekonomi dan sosial akibat dari adanya kabinet-kabinet yang dianggap  kurang anda dalam menjalankan tugas. Karena mayoritas kabinet terdapat suatu hal yang mencegah mereka untuk bertahan, maka Indonsia pada saat itu sempat mengalami beberapa kali pergantian kabinet pada masa Demokrasi Liberal, dari Kabinet Natsir sampai dengan Kabinet Djuanda. Tak lama setelah itu Presiden mengeluarkan dekrit presiden yang salah satu isinya ialah membubarkan konstituante, atau sistem kabinet tadi. Sehingga, Indonesia masuk ke dalam era baru dalam Demokrasi Terpimpin. Namun, apakah pada perubahan sistem demokrasi tadi juga ada beberapa dampak yang bisa membawa bangsa Indonesia pada kemajuan?

Ditemukan dalam beberapa tahun setelahnya, terdapat banyak sekali penyimpangan pada masa Demokrasi Terpimpin yang ditemukan pada era ini. Hal ini sempat mengundang banyak opini mengenai betapa bagusnya demokrasi sebelumnya, yang mempunyai kelebihan Sistem Parlementer. Namun mereka tidak sadar bahwa sistem tersebut juga memiliki kelemahan Sistem Parlementer yang sebetlunya juga fatal apabila kekuasaan Indonesia jatuh ke tangan orang yang tidak tepat. Oleh karena itu, kita akan temukan sesuatu dibalik Demokrasi ini, apakah ada dampak demokrasi terpimpin yang baik untuk rakyat Indonesia, dan disamping itu, apa sajakah dampak negatif yang bisa didapatkan dari adanya sistem demokrasi terpimpin ini? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini :

Positif :

1. Bisa mencegah krisis berkepanjangan akibat dari perpecahan

Dampak demokrasi terpimpin yang pertama ialah dapat mencegah terjadinya krisis yang berkepanjangan. Seperti yang kita tahu, krisis ekonomi dapat membawa masyarakat menuju kehancuran karena adanya perebutan dan rasa tidak terima dari adanya kebijakan yang semakin membuat ekonomi Indonesia hancur. Dari hancurnya ekonomi tersebut, masyarakat dapat lebih mudah untuk diadu domba, seperti contoh-contoh konflik yang juga terdapat faktor ekonomi di dalamnya, seperti penyebab perang Aceh, penyebab konflik Ambon, dan penyebab konflik Maluku.

Krisis ekonomi selain itu juga bisa berdampak kepada kesehatan masyarakat, karena daya beli makanan untuk mendapatkan gizi yang lebih baik akan berkurang. Karena hal itulah, masyarakat bisa menjadi sumber daya yang tidak berguna karena kekuarangan segalanya. Namun hal tersebut berhasil diatasi oleh adanya demokrasi terpimpin. Pada demokrasi ini suara berpusat kepada Presiden, sehingga tidak adanya bias antara satu lembaga dengan lembaga lainnya. Dengn begitu Presiden bisa memanfaatkan momen ini untuk bisa meningkatkan ekonomi Indonesia dengan melakukan perbaikan infrastruktur sehingga bisa meningkatkan ekonomi pada suatu daerah dengan mudahnya jalur transportasi.

2. Lahirnya pedoman untuk hidup yang jelas pada UUD 1945

Untuk juga memudahkan dibentuknya suatu aturan hukum, maka diperlukan suatu pedoman untuk menyesuaikan antara kebijakan tersebut dengan masyarakat Indonesia sendiri. Juga sebagai langkah awal sebagai pelaksaan demokrasi di Indonesia saat ini yang baik, maka akhirnya UUD 1945 berhasil diciptakan. Penciptaan aturan tersebut merupakan hal yang sangat penting, karena dari sanalah segala aturan hukum dibuat. Pada saat ini, kita dapat melihat sendiri bahwa segala hukum di Indonesia diatur dalam Undang-Undang yang berlaku, dan aturan dalam UU tersebut bersifat mutlak. Jadi, dengan adanya pedoman tersebut, maka masyarakat Indonesia bisa lebih disiplin untuk menaati aturan-aturan lain yang ada. Karena, hukum dalam pedoman tersebut sifatnya sangat kuat dan mengikat.

3. Mengawali pembentukan dari lembaga negara seperti DPAS dan MPRS

Demokrasi terpimpin juga merupakan awal dari dibentuknya lembaga-lembaga negara, yang bertugas untuk membantu Presiden dalam menjalankan tugasnya. Sebagai contoh saja, pada saat ini ada beberapa lembaga negara yang juga cukup kontroversial, seperti MPR dan juga DPR. Kedua lembaga tadi juga bukan merupakan lembaga yang original, melainkan perkembangan atau revisi dari lembaga yang dahulu dibuat pada masa demokrasi terpimpin, yaitu MPRS dan juga DPAS.

4. Adanya penguatan negara yang dilakukan oleh Presiden

Selain itu, setelah mendapatkan bantuan dari lembaga-lembaga yang terkait, presiden dapat melakukan pembaharuan kembali mengenai sistem ekonomi, politik, dan sosial yang ada di negara Indonesia. Meskipun efek yang terlihta hampir sama dengan yang ada pada perkembangan politik masa Demokrasi Liberal, namun dengan dibekali cikal bakal dari prinsip-prinsip Demokrasi Pancasila, maka Presiden bisa mengembangkan negara Indonesia menjadi semakin baik lagi.

[AdSense-B]

Efek dari segi ekonomi terasa pada demokrasi terpimpin ini, dimana harga-harga dari barang juga sedikit mengalami penurunan. Dan lagi banyak lagi kemudian pembangunan negara yang bergerak pada berbagai bidang, terutama infrastruktural nya.

Negatif :

1. Kekuasaan Presiden yang bisa terlalu besar

Nah, terlepas pada berbagai hal positif yang bisa didapatkan dari adanya demokrasi terpimpin ini, tentunya ada beberapa dampak Demokrasi Terpimpin yang negatif yang bisa mempengaruhi kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah kekuasaan Presiden. Pada demokrasi terpimpin ini, kekuasaan Presiden seolah-olah tidak memiliki batasan dan seringkali diklaim sebagai orang yang tidak bisa dijatuhkan. Presiden juga berhak untuk membuata kebijakan-kebijakan baru yang menyangkut tentang aspek apapun, termasuk ekonomi di dalamnya.

Untuk rakyat yang mendapatkan pemimpin yang baik dan bijaksana, itu merupakan hal yang baik tentunya, karena dengan kekuasaan penuh, pemimpin mereka bisa memajukan negara dengan sangat baik dibandingkan dengan negara lainnya. Namun keadaan berubah bila skenarionya dirubah, jika rakyat mendapatkan pemimpin yang buruk, maka mereka harus bertahan atas kebijakan-kebijakan tidak masuk akal yang dibuatnya.

2. Militer bisa masuk kedalam politik

Salah satu dampak yang paling mencengangkan adalah masuknay militer dalam politik. Militer dan politik tidak akan pernah bisa akur bila digabungkan pada satu ruang lingkup. Dan akhirnya timbul bebeberapa perselisihan antara politikus dengan militer. Pada akhirnya mereka bisa menyadari bahwa masuknya militer dalam dunia politik bukanlah pengendalian konflik sosial yang baik, justru sebaliknya.

[AdSense-C]

3. Presiden menjabat seumur hidup

Hampir sama seperti diktator paling kejam di dunia, Presiden yang menjabat pada era demokrasi terpimpin seringkali mendapatkan mandat untuk memimpin rakyat sampai akhir hayatnya. Namun bila ada protes dari masyarakat yang besar-besaran seperti pada era Presiden Soeharto, maka seorang pemimpin bisa saja meninggalkan mandatnya.

Itulah tadi beberapa dampak demokrasi terpimpin yang pernah dirasakan oleh bangsa Indonesia. Setelah menemukan adanya kejanggalan dari sistem ini, kemudian demokrasi kita diganti kembali menjadi sesuatu yang lebih sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia, yaitu demokrasi Pancasila.

Meskipun dari demokrasi terpimpin ini ada beberapa kelemahan yang bisa dinilai sebagai suatu resiko yang amat besar bagi bangsa Indonesia, dari sana kita dapat mengambil beberapa poin penting yang akhirnya diterapkan dalam demokrasi Pancasila kita ini, seperti lahirnya sumber hukum di Indonesia, UUD 1945.