3 Contoh Penerapan Hukum Bisnis Di Indonesia

Hukum bisnis atau biasa disebut business law bagi anda sebagai seorang pelaku usaha memahami, mengerti dan mengetahui tentang apa saja hukum berbisnis di Indoensia adalah suatu hal yang wajib. Bagaimanapun juga anda akan membuka usaha, di sini penting bagi anda untuk mengetahui apa saja aturan yang harus anda ikuti. Pada dasarnya hukum dagang atau perniagaan adalah cakupan yang sangat kecil. Kedua istilah tadi hanya melingkupi undang-undang hukum dagang (KUHD).

Dalam memberikan pendapat tentang arti dan pengertian hukum bisnis, tidak ada kesamaan pendapat dari para ahli atau pakar hukum yang bisa dijadikan rujukan resmi tentang penjelasan apa itu hukum bisnis sebagaimana juga  contoh kejahatan kemanusiaancontoh kejahatan korporasi, maupun contoh kejahatan kerah putih. Namun, meskipun demikian pengertian hukum bisnis menurut:

  1. Bestuur Rechts (Bld), hukum bisnis adalah keseluruhan dari peraturan-peraturan hukum, baik yang tertulis maupun tidak tertulis, yang mengatur hak dan kewajiban yang timbul dari suatu perjanjian-perjanjian maupun perikatan-perikatan yang terjadi dalam praktek bisnis;
  2. Munir Fuady, adalah suatu perangkat atau kaidah hukum termasuk upaya penegakannya yang mengatur mengenai tata cara pelaksanaan urusan atau kegiatan dagang, industri atau keuangan yang dihubungkan dengan produksi atau pertukaran barang atau jasa dengan menempatkan uang dari para enterpreneur dalam risiko tertentu dengan usaha tertentu dengan motif untuk mendapatkan keuntungan, dan
  3. Johannes Ibrahim, SH, M.Hum, dalam persepsi manusia modern,pengertian hukum bisnis adalah seperangkat kaidah hukum yang diadakan untuk mengatur serta menyelesaikan berbagai persoalan yang timbul dalam aktivitas antar manusia, khususnya dalam bidang perdagangan;

Dari pengertian hukum bisnis diatas, dapat ditarik satu kesimpulan bahwa “Hukum Bisnis” adalah merupakan suatu perangkat hukum yang mengatur tata cara dan pelaksanaan suatu urusan atau kegiatan perdagangan, industri, ataupun keuangan yang berhubungan dengan pertukaran barang dan jasa, kegiatan produksi maupun kegiatan menempatkan uang yang dilakukan oleh para entrepeneur dengan usaha dan motif tertentu dimana sudah mempertimbangkan terlebih dahulu segala resiko yang mungkin timbul atau terjadi.

Berikut ini telah penulis rangkum mengenai contoh penerapan hukum bisnis di Indonesia diantaranya adalah :

Kepailitan

Kata pailit berasal dari bahasa Prancis “failite” yang berarti kemacetan pembayaran. Dalam Ensiklopedi Ekonomi Keeuangan dan Perdagangan sebagaimana dikutip Munir Fuady, disebutkan bahwa yang dimaksud dengan pailit atau bangkrut, antara lain adalah seseorang yang oleh pengadilan dinyatakan bangkrut dan yang aktivanya atau warisannya telah diperuntukkan untuk membayar utang-utangnya.

Kepailitan merupakan suatu proses yang di mana seorang debitor yang mempunyai kesulitan keuangan untuk membayar utangnya dinyatakan pailit oleh pengadilan, dalam hal ini pengadilan niaga, dikarenakan debitor tersebut tidak dapat membayar utangnya. Harta debitor dapat dibagikan kepada para kreditor sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dalam Ensiklopedia Ekonomi Perdagangan di sebutkan bahwa yang dimaksudkan dengan pailit ataubangkrut antara lain adalah seseorang yang oleh suatu pengadilan dinyatakan bangkrut, dan yang aktivanya atau warisannya telah diperuntukkan untuk membayar hutang-hutangnya.

[AdSense-B]

Likuidasi

Likuidasi adalah pembubaran perusahaan oleh likuidator dan sekaligus pemberesan dengan cara melakukan penjualan harta perusahaan, penagihan piutang, pelunasan utang, dan penyelesaian sisa harta atau utang di antara para pemilik. Dalam hal syarat pembubaran perusahaan telah terpenuhi, maka proses likuidasi diawali dengan ditunjuknya seorang atau lebih likuidator. Jika tidak ditentukan likuidator dalam proses likuidasi tersebut maka direksi bertindak sebagai likuidator.

Dalam praktiknya likuidator yang ditunjuk bisa orang profesional yang ahli di bidangnya (dalam arti seseorang di luar struktur manajemen perusahaan), tetapi banyak juga likuidator yang ditunjuk adalah direksi dari perusahaan tersebut. Dalam melakukan tugasnya likuidator diberikan kewenangan luas termasuk membentuk tim likuidator dan menunjuk konsultan-konsultan lainnya guna membantu proses likuidasi.

Merger

Merger adalah proses difusi atau penggabungan dua perseroan dengan salah satu di antaranya tetap berdiri dengan nama perseroannya sementara yang lain lenyap dengan segala nama dan kekayaannya dimasukan dalam perseroan yang tetap berdiri tersebut sebagaimana  penyebab konflik antar agama dan akibat konflik antar agama dalam masyarakat majemuk, ataupun penyebab konflik sosial. Merger terbagi menjadi tiga, yaitu :

  • Merger horizontal, adalah merger yang dilakukan oleh usaha sejenis (usahanya sama), misalnya merger antara dua perusahaan roti, perusahaan sepatu.
  • Merger vertikal, adalah merger yang terjadi antara perusahaan-perusahaan yang saling berhubungan, misalnya dalam alur produksi yang berurutan. Contohnya: perusahaan pemintalan benang merger dengan perusahaan kain, perusahaan ban merger dengan perusahaan mobil.
  • Konglomerat ialah merger antara berbagai perusahaan yang menghasilkan berbagai produk yang berbeda-beda dan tidak ada kaitannya, misalnya perusahaan sepatu merger dengan perusahaan elektronik atau perusahaan mobil merger dengan perusahaan makanan. Tujuan utama konglomerat ialah untuk mencapai pertumbuhan badan usaha dengan cepat dan mendapatkan hasil yang lebih baik. Caranya ialah dengan saling bertukar saham antara kedua perusahaan yang disatukan.
  • Merger Kon Generik adalah merger diantara dua atau lebih perusahaan yang saling berhubungan, tetapi bukan terhadap produk yang sama. Contoh merger antara bank dengan perusahaan leasing.

Itulah tadi, contoh penerapan hukum bisnis di Indonesia, semog dapat bermanfaat.