9 Contoh Pelanggaran Kewajiban Warga Negara

Kewajiban adalah segala sesuatu yang seharusnya dilaksanakan oleh setiap warga negara terhadap penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurut Prof. Dr. Notonagoro, kewajiban adalah beban untuk memberikan sesuatu yang seharusnya diberikan oleh pihak tertentu yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa oleh yang berkepentingan.Sebagai warga Negara yang baik, sudah semestinya kita mengetahui kewajiban kita sebagai warga Negara sebagaimana contoh pelanggaran ham di masyarakat .

Kewajiban menurut pendapat Curzon dikelompokan menjadi 5, yaitu :

  • Kewajiban mutlak, tertuju kepada diri sendiri maka tidak berpasangan dengan hak dan nisbi melibatkan hak di lain pihak;
  • Kewajiban publik, dakam hukum publik yang berkorelasi dengan hak publik ialah wajib mematuhi hak publik dan kewajiban perdata timbul dari perjanjian berkorelasi dengan hak perdata;
  • Kewajiban positif, menghendaki dilakukan sesuatu dan kewajiban negatif, tidak melakukan sesuatu;
  • Kewajiban universal atau umum, ditujukan kepada semua warga negara atau secara umum, ditujukan kepada golongan tertentu dan kewajiban khusus, timbul dari bidang hukum tertentu, perjanjian;
  • Kewajiban primer, tidak timbul dari perbuatan melawan hukum, misal kewajiban untuk tidak mencemarkan nama baik dan kewajiban yang bersifat memberi sanksi, timbul dari perbuatan melawan hukum misal membayar kerugian dalam hukum perdata.

Berikut 9 Contoh Pelanggaran Kewajiban Warga Negara.

  1. Tidak Taat Pajak

Pengingkaran terhadap pajak hampir dilakukan oleh seluruh warga negara, mulai dari pajak kendaraan, pajak bumi dan bangunan, pajak penghasilan, pajak penjualan, dan lain-lain. Mengapa kita wajib membayar pajak? Karena pajak merupakan salah satu sumber baya pembangunan dan kita menikmati hasilnya. Misalnya, jalan raya yang dibuat dengan segala fasilitasnya, itu dibiayai salah satunya oleh pajak kendaraan . Padahal kewajiban warga negara untuk membayar pajak sudah termuat pada pasal 23 ayat 2 UUD 1945 yang berbunyi segala pajak untuk keperluan negara berdasar undang-undang sebagimana perbedaan pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban .

2.  Tidak Taat Hukum

Pelanggaran hukum adalah suatu tindakan yang tidak sesuai dengan norma dan aturan yang telah ditetapkan oleh sebuah Negara atau pemerintah, atasan dsb. Yang apabila melanggar akan diberi sanksi atau hukuman ringan maupun berat lainnya. Hukum dan peraturan dibuat untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan kita bersama. Setiap orang diharapkan mematuhi hukum dan peraturan tersebut agar keadilan tetap terjaga. Namun, ada-ada saja alasan manusia untuk tidak menaati hukum dan peraturan seperti pada ciri ciri masyarakat hukum adat .

[AdSense-B]

3. Pelanggaran Kewajiban Bela Negara

 .Setiap warga negara diwajibkan untuk melakukan pembelaan terhadap negaranya seperti bunyi pasal 30 ayat 1 UUD 1945 yang berbunyi “tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara” . Contoh: seorang siswa tidak bersungguh-sungguh dalam melaksanakan tugasnya sebagai siswa sebagaimana ciri ciri hukum anglo saxon.

4. Melanggar HAM

Melanggar hak asasi manusia lain pada pasal 28j ayat 1 UUD 1945 yang berbunyi “Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia”. Namun tidak semua orang dapat mematuhi aturan tersebut. Nyatanya masih banyak orang yang melanggar hak asasi manusia lain contohnya membunuh, melukai, mencemarkan nama baik dan masih banyak lagi. Oleh karena itu agar tercipta suasana yang kondusif, seharusnya setiap warga negara wajib menghormati dan menghargai hak asasi manusia lain. Salah satu contoh pelanggaran hak asasi manusia adalah membunuh orang lain, ini pelanggaran terhadap hak hidup seperti pada jenis jenis cyber crime .

5. Tidak Melaksanakan Pembangunan Nasional

Tujuan pembangunan nasional Indonesia terdapat dalam pokok pikiran dalam Pembukaan UUD 1945 alinea 4, yaitu memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, melindungi segenap Bangsa Indonesia, dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia. Kewajiban untuk ikut serta mencapai tujuan pembangunan nasional tersebut terdapat dalam UU Nomor 20 tahun 2003 tentang kewajiban warga negara. Contoh pengingkaran kewajiban yang tergolong hal ini adalah warga negara yang tidak peduli dengan pendidikan di lingkungan (terutama keluarganya), warga negara yang ikut membuat kerusuhan di negara lain, dan warga negara yang mengambil hak warga negara lain.

6. Merusak Fasilitas Umum

Membuang sampah sembarangan dan merusak fasilitas umum berarti pengingkaran terhadap kewajiban warga negara terhadap lingkungan dan alam sekitar. Padahal, lingkungan dan alam sekitar tersebut bermanfaat bagi manusia. Contoh fasilitas umum yang sering kali dirusak, telepon umum, mencoret-coret halte, merusak kendaraan umum, padahal kalau rusak akan merugikan diri sendiri yang menggunakan fasilitas tersebut. Sedangkan membuang sampah sembarangan, akibatnya kalau lingkungan kotor dan bau, bahkan sampai banjir, maka kita sendiri yang rugi dan merugikan orang lain. Merugikan orang lain juga artinya mengingkari kewajiban warga negara terhadap orang lain dalam contoh kasus pelanggaran hak warga negara .

[AdSense-C]

7. Melakukan Tindakan Korupsi

Korupsi atau rasuah (bahasa Latin: corruptiodari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok) adalah tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak berbeda dengan tujuan hukum bisnis .

Dampak korupsi bagi negara sebenarnya merupakan salah satu perilaku yang mencerminkan ketidakjujuran. Perilaku ini, dapat merugikan rakyat dan negara hingga trilyunan rupiah. Itu artinya seseorang mengingkari banyak kewajibannya sebagai warga negara. Kewajiban tersebut antara lain kewajiban menghormati orang lain, membela negara, dan ikut serta dalam mencapai tujuan pembangunan nasional. Dengan demikian, sungguh banyak kesalahan dan dosa orang yang melakukan korupsi.

8. Pelanggaran terhadap Kewajiban Pendidikan Dasar

Dalam UUD 1945 pasal 31 ayat 1 amandemen, menyebutkan pentingnya pendidikan bagi manusia sebagai sebuah kewajiban bagi setiap warga negara. Pasal tersebut berbunyi,”setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya”, sebuah kewajiban yang tidak banyak diketahui. Pendidikan dasar yang dimaksud adalah pendidikan formal sampai jenjang SMP. Siapapun warga negara yang tidak memberikan keleluasaan tersebut, berarti telah melanggarnya. Contoh pelanggaran ini, yaitu anak-anak jalanan yang tidak sekolah, maka orangtua dan lingkungan terdekatnya telah melanggar kewajiban sebgaimana tujuan hukum ketenagakerjaan .

9. Pelanggaran Lalu Lintas

Setiap warga negara mempunyai kewajiban menaati peraturan lalu lintas, baik sebagai pejalan kaki, pengendara bermotor, dan pengguna jalan lain. Contoh perbuatan yang tidak menaati peraturan lalu lintas adalah tidak mempunyai surat kendaraan yang lengkap, parkir di sembarang tempat, melanggar lampu merah, dan lain-lain. Perbuatan-perbuatan tersebut selain melanggar UU Lalu Lintas juga melanggar kewajiban menghormati hak orang lain. Apalagi bila pelanggaran diikuti dengan membahayakan orang lain, maka seseorang melanggar hak asasi orang lain.

Itulah tadi, 9 Contoh Pelanggaran Kewajiban Warga Negara. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.