Contoh Pelanggaran Iklan Di Televisi

Contoh pelanggaran iklan di televisi, menjadi topik yang kali ini akan kita bahas. Bicara mengenai iklan televisi, tentu bagi anda selaku peniat siaran tivi bukanlah menjadi satu hal yang asing. Iklan merupakan sebuah sarana dalam mempromosikan sebuah produk. Pilihan memasang iklan di televisi sangatlah tepat, sebab saat ini hampir semua masyarakat menggunakan televisi sebagai sarana hiburan. Oleh sebab itu maka iklan di televisi menjadi salah satu sarana promosi yang paling efektif dan efisien untuk memperkenalkan sebuah produk.

Iklan di buat dengan tujuan antara lain sebagai berikut ini :
– Memberi tahu masyarakat
-Mengajak masyarakat supaya membeli produk tersebut
-Mempengaruhi masyarakat supaya ingin membeli produk tersebut
Selain iklan mengenai produk iklan yang tayang di televisi juga dapat berupa iklan layanan masyarakat dan iklan bermuatan politik. Seperti misalnya iklan partai politik atau juga iklan mengenai calon kandidat legislatif dan capres cawapres.

Tujuan iklan adalah agar masyarakat tertarik untuk membeli atau menggunakan barang atau jasa atau juga memilih kandidat yang diiklankan serta mematuhi himbauan yang terdapat dalam iklan. Iklan yang ditampilkan ditelevisi juga tidak boleh sembarang, sebab harus mengandung muatan muatan dan nilai positif. Namun pada kenyataannya justru, malah terdapat beberapa iklan yang dianggap tidak layak untuk ditayangkan . Iklan iklan inilah yang kemudian masuk kedalam daftar 6 Contoh pelanggaran iklan di televisi berikut ini :

1. Iklan Mie Instan

Terlihat jelas dalam iklan televisi di atas, iklan Mie Sedaap mengajarkan anak kecil untuk berbohong kepada orang lain dengan alasan yang sangat tidak masuk akal. Si anak bersandiwara dengan meraung-raung seolah-olah ia sedang menangisi ayahnya yang sudah tiada. Parahnya lagi, perbuatan itu dilakukan anak demi kepentingan orang tuanya dalam hal ini sang ayah yang pemalas karena tidak mau ikut kerja bakti. Tentu saja, perbuatan ayah dan anak dalam iklan itu telah melanggar susila dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.

Merespon penayangan iklan Mie Sedaap yang disiarkan pada tahun 2010, KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) mendesak semua stasiun televisi untuk tidak menayangan iklan yang sangat tidak mendidik tersebut. Iklan Mie Sedaap versi Papa Hidup Lagi telah melanggar Pasal 49 ayat (1) Standar Program Siaran (SPS) KPI yang menyatakan soal kewajiban berpedoman pada Etika Pariwara Indonesia (EPI). Dalam EPI Bab III, A. 3.1.2 menyebutkan bahwa “iklan tidak boleh memperlihatkan anak-anak dalam adegan-adegan yang menyesatkan atau tidak pantas dilakukan oleh mereka”.

2. Iklan Lifeboy

Pada tahun 2013, Lifebuoy meluncurkan iklan berjudul “5 Tahun Bisa Untuk NTT” yang dibintangi oleh Pandji Pragiwaksono. Iklan itu bercerita tentang kebiasaan warga Desa Bitobe, NTT yang masih kurang memiliki kesadaran dalam menjaga kesehatan. Kurangnya kesadaran warga dalam menjaga kebersihan memunculkan berbagai macam penyakit seperti diare yang mengakibatkan meninggalnya satu dari empat balita di NTT. Kemudian, iklan itu mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dengan memberikan donasi untuk mengajarkan pola hidup bersih kepada warga Desa Bitobe, NTT.

Beberapa pihak melayangkan protes dan mendesak Lifebuoy untuk mencabut penayangan iklan di stasiun televisi. Iklan itu dinilai telah mengeksploitasi kemiskinan di NTT dan tidak mencerminkan kondisi yang sesungguhnya. Di lain pihak, PT Unilever yang membawahi brand Lifebuoy tidak bermaksud merendahkan warga NTT, sebaliknya mereka ingin membantu anak-anak di Desa Bitobe, NTT agar kualitas kesehatannya meningkat. Yang jadi persoalan dalam iklan Lifebuoy yaitu pemilihan kata dalam copywriting yang tidak tepat sehingga memunculkan perbedaan persepsi dan memicu kontroversi.

[AdSense-B]

3. Iklan New Era

Apa hubungannya sepatu boots dengan cewek sexy berpakaian minim yang sedang mempertontonkan goyangan erotis? Hal itu tambah aneh lagi dan makin membingungkan saat seorang lelaki bertelanjang dada dan memamerkan ototnya yang kekar. Pertanyaan dan keheranan itu bakalan muncul saat kamu melihat tayangan iklan sepatu boots New Era yang pernah tayang di televisi pada tahun 2015.

Melihat iklan yang cenderung tak senonoh itu, KPI tidak tinggal diam dan menegur stasiun televisi yang menayangan iklan New Era. Iklan yang menampilkan tarian erotis dinilai telah mengabaikan norma-norma kesopanan dan kesusilaan serta tidak mengindahkan ketentuan Etika Pariwara Indonesia. Ketentuan EPI huruf A poin 1.7 menyebutkan, “Iklan harus menghormati dan melestarikan nilai-nilai budaya Indonesia”.

4. Iklan Cat Avian

Iklan ini bermula saat seorang tukang cat yang sedang mencat bangku taman dengan cat Avian berwarna biru. Untuk mencegah orang duduk di kursi dengan cat yang masih basah, ia menampilkan kalimat “Awas Cat Basah” di atas kertas. Namun apa daya, angin kencang menerbangkan kertas yang dipegangnya dan ia pun lari terbirit-birit untuk mengejar kertas tersebut. Pada saat bersamaan, datanglah seorang wanita cantik dengan gaun serba putih duduk di atas kursi yang baru saja dicat.

Tukang cat yang sudah kembali ke posisi semula, melihat seorang wanita duduk di atas kursi dengan raut muka yang panik. Ia lalu menunjukkan kertas bertuliskan “Awas Cat Basah” kepada si wanita. Dan, wanita itu pun terkejut lalu berdiri untuk melihat apakah pakaiannya yang bersih terkena cat atau tidak. Iklan itu sebenarnya ingin menonjolkan kelebihan Cat Kayu dan Besi Avian yang cepat kering.

Yang jadi kontroversi dan mengakibatkan iklan cat Avian ini mendapat teguran KPI yaitu adegan saat wanita sedang berdiri sambil mengibaskan dan mengangkat roknya agak ke atas. Adegan itu ditampilkan secara close up dan menyorot secara jelas bagian paha wanita yang tentu saja membuat pemirsa gagal fokus. Iklan Cat Avian versi Awas Cat Basah telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia tahun 2012 Pasal 9, Pasal 16, dan Pasal 43 serta Standar Program Siaran Pasal 9 ayat (2), Pasal 18 huruf h, dan Pasal 58 ayat (1).

[AdSense-C]

5. Iklan Kondom Sutera

Tempat permainan billiard menjadi setting utama dalam iklan kondom Sutra OK. Adegan iklan menampilkan tiga cewek semok berpakaian seksi dengan seorang lelaki yang sedang bermain billiard. Si lelaki menanyakan kepada ketiga cewek, “Masih mau lagi?”. Salah satu cewek menimpali dengan desahan yang membangkitkan nafsu, “.. Pengin maen lebih lama”. Sesekali terdengar suara bola billiard yang terkena sodokan stick dan masuk ke lubang meja.

Iklan kondom Sutra OK mendapat peringatan dari KPI karena pemeran iklan memakai pakaian minim sehingga terlihat bagian-bagian tubuhnya yang mulus. Setelah ketiga cewek merapikan bola billiard, kamera menyorot bagian dada wanita sehingga belahan dadanya kelihatan. KPI meminta sensor atau melakukan editing pada iklan kondom Sutra OK yang mengeksploitasi tubuh wanita.

6. Iklan Pompa Air Shimizu

Iklan pompa air Shimizu yang sarat dengan bumbu seksual ini dimulai dengan seorang wanita yang mengenakan pakaian tidur dan memperlihatkan belahan dadanya sembari berkata pada seorang lelaki di dekatnya, ““Kalo nggak mancur terus kapan enaknya..”. Lalu si wanita sexy itu berjalan di pertokoan dengan pakaian minim yang seronok dan mampir di sebuah toko pompa air. Dalam percakapan antara wanita itu dengan penjual pompa air, terdengar kalimat-kalimat yang menjurus ke hal-hal yang tidak senonoh.

Tidak berhenti sampai di situ, iklan Shimizu masih memperlihatkan wanita dengan tank top dan celana gemes yang seksi. Sambil bergoyang erotis memperlihatkan kemolekan tubuhnya, si wanita mengucapkan kalimat-kalimat berbau seks seperti, “… Sedotannya kuat, semburannya kenceng”. Dan puncaknya, iklan pompa air Shimizu diakhiri dengan adegan wanita yang basah kuyup dan terdengar kata-kata “Basah, deh..”.

Pantas saja iklan itu mendapat teguran dari KPI karena telah melanggar larangan adegan , ketentuan siaran iklan, perlindungan anak, dan tidak mematuhi.

Itulah tadi, 6 contoh pelanggaran iklam di televisi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.