Sponsors Link

3 Contoh Konflik Rasial Di Indonesia yang Pernah Terjadi

Sponsors Link

Konflik memang sesuatu hal yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan bermasyarakat, contoh konflik ditengah-tengah masyakat memang bermacam-macam. Mulai dari contoh konflik individu yang kerap terjadi, konflik antar kelas sosial, contoh konflik politik, konflik antar kelompok sosial, hingga contoh konflik rasial.

ads

Konflik rasial sendiri terjadi akibat adanya benturan diantara dua ras yang mempunyai perbedaan pada suatu isu atau permasalahan. Secara umum faktor penyebab konflik sara ialah terjadinya ketegangan antar dua ras ini dikarenakan adanya ketimpangan di berbagai kondisi, baik itu sosial maupun ekonomi yang berdampak pada ketimpangan sosial di tengah-tengah masyarakat.

Contoh Konflik Rasial Di Indonesia

Konflik rasial ini biasanya bermuatan suku, agama ras, atar golongan atau lebih akrab disebut dengan SARA. Di Indonesia sendiri konflik satu ini cukup sering terjadi, dan mulai marak terjadi semenjak masa orde reformasi (1998). Konflik rasila memang tidak bisa dipisahkan dari adanya ketimpangan yang ada di masyarakat, tak perlu panjang lebar lagi berikut merupakan contoh konflik rasial di Indonesi, antara lain :

  1. Konflik Entnis Tionghoa dan Jawa Di Surakarta

Meskipun Indonesia dikenal sebagai negara yang dikenal kaya akan suku, bahasa, budaya, dan agama tak bisa dilepaskan dari konflik ras dan juga etnis. Pada tahun 1998 tercatat sejarah semapt terjadi contoh konflik rasial antara etnis Tionghoa dan suku Jawa asli yang berada diwilayah Surakarta.

Penyebab konflik antara golongan ini dikarenakan adanya anggapan jika etnis Tionghoa tidak masuk sebagai bagian warga negara Indonesia. Situasi tersebut menjadi kian parah dengan krisis moneter yang terjadi pada masa itu. Konflik antar dua ras dan etnis tersebut akhirnya menyebabkan kerusuhan yang meluas hingga menyebabkan penjarahan berbagai took dan juga pembakaran fasilitas umum.

  1. Konflik Etnis Sampit dan Madura

Konflik rasial yang pernah terjadi di Indonesia selanjutnya adalah pertikaian antara etnis dan etnis mandura di Kota Sampit, Kalimantan Tengah. Penyebab pasti konflik ini memang belum dapat dipastikan, konflik ini muncul dari rentetan insiden yang sebelumnya pernah muncuk antara warga Dayak dan Madura. Akhirnya, konflik pun pecah Februari 2001 saat dua warga Madura diserang oleh sejumlah warga Dayak, konflik sampit ini semakin parah dan berlangsung sepanjang tahun.

Cerita awal, konflik ini muncul pertama kali di Kota Sampit Kalimatan Tengah pada tanggal 18 Februari 2001 yang akhirnya meluas ke seluruh provinsi, tak terkecuali Palangka Raya. Konflik yang melibatkan antara Suku Dayak asli dan warga Madur yang tinggal di kawasan Kota Sampit ini memakan korban kurang lebih 500 orang meninggal dunia. Bukan itu saja, lebih dari 100 ribu warga Madura kehilanggan tempat tinggal. Dari peristiwa tersebut juga ditemukan banyak warga Mandura yang dipenggal kepalanya oleh suku Dayak.

Terdapat berbagai cerita tentan penyebab konflik sampit ini, salah satu versi menjelaskan bila konflik ini muncul dikarenakan sebuah peristiwa pembakaran sebuah rumah warga Dayak. Dan rumor yang beredar waktu itu pun menyebutkan jika kebakaran itu dilakukan oleh salah satu warga Madura. Mendengar berita itu, kemudian menjadikan anggota suku Dayak belas dendam dengan cara yang sama yaitu membakar rumah-rumah di pemukiman Madura.

Versi lain penyebab konflik sampit menjelaskan, peristiwa ini muncul dari seorang warga Dayak yang disiska lalu dibunuh oleh sekelompok warga Madura pasca terjadi sengketa judi di Desa Kerengpagi pada 17 Desember tahun 2000.

  1. Konflik Aceh

Contoh konflk antar ras selanjutnya adalah konflik aceh, konflik ini dikobarkan dan digaungkan oleh Gerakan Aceh Merdeka atau GAM. Latar belakang terjadinya pemberontakan ini dikarenakan, secara luas wilayah Aceh menganut agama Islam yang masih konservatif. Hal tersebut sangat bertentangan dengan penerpan ajaran Islam yang lebih moderat di sebagian besar wialayh nusantara.

Adanya perbedaan budaya sekaligus penerapan agama Islam antara wilayah Aceh dan diberbagai wilayah lain di Indonesia merupakan faktor penyebab konflik ini terjadi. Bukan itu saja, adanya kebijkan-kebijakan sekuler dibidang administrasi pada masa Orde Baru pimpinan Presiden Soeharto tahun  1965 hingga 1998 sangat tidak dikenal di wilayah Aceh. Kebijakan tersebut lantas banyak tokoh-tokoh Aceh membenci kebijakan pemerintah waktu itu yang mengkampanyekan satu ‘budaya Indonesia’.

Tak sampai disitu saja, lokasi provinsi Aceh yang berada di ujung Barat Indonesiia juga menimbulkan sentiment meluas di wialayah tersebut dan beranggapan jika para pimpinan di pemerintah pusat yang berada di Jakarta tak mengerti ihwal permasalahan yang dimilki Aceh dan tak bersimpati kepada kebutuhan masyarakat Aceh sekaligus adat istiadat setempat.

GAM atau Gerakan Aceh Merdeka berlangsung pada tanggal 4 Desember 1976 hingga 15 Agustus 2005. Gerakan ini banyak dipimpin oleh pemuda dan profesional berpendidikan tinggi yang tergolong kedalam anggota kelas ekonomi menengah keatas masyarakat Aceh. Dari konflik berkepanjangan tersebut akhirnya perjanjuan perdamaian pun disepakati. Dan berikut merupakan beberapa point kesepakatan tersebut, antara lain :

  • Adanya otonomi khusus untuk Aceh
  • Pelucuran GAM
  • Ditariknya tentara Indonesia
  • Misi Pemantau Aceh
  • Diadakannya Pilkada

Nah, demikian merupakan penjelasan tentang contoh konflik rasilan yang pernah terjadi di Indonesia. Semoga Bermanfaat.

, , , ,
Post Date: Wednesday 11th, September 2019 / 08:30 Oleh :
Kategori : Pro Kontra