Sponsors Link

3 Contoh Konflik Horizontal Di Indonesia

Sponsors Link

Kata konflik memang kerap kali kita dengar di dalam kehidupan sehari-hari. Umumnya konflik bersinggungan dengan hal-hal yang kurang baik dan munculnya dikarenakan adanya perbedaan, baik itu antara individu maupun antar kelompok. Konflik sendiri memang tak dapat dipisahkan dalam kehidupan bermasyarakat. Terdapat 2 macam jenis konflik yang sering terjadi ditengah masyarakat, keduanya yaitu contoh konflik vertikal dan contoh konflik horizontal.

ads

Konflik vertikal adalah konflik yang dapat timbul diantara individu maupun kelompok yang mempunyai kewenangan, kekuasaan, serta status sosial berbeda. Sedangkan, konflik horizontal sendiri memiliki arti sebagai konflik yang terjadi antara individu ataupun kelompok yang mempunyai status sosial sama. Kali ini yang akan kita bahas adalah tentang konflik horizontal yang sering terjadi di Indonesia.

Munculnya konflik sendiri memang dipicu dari adanya perbedaan yang terdapat diantara dua pihak, dan pemicunya pun beraneka ragam. Seperti yang sudah diutaran tadi konflik yang umum terjadi dimasyarakat ada dua jenis, yaitu konflik vertikal dan konflik horizontal. Pada pembahasan kali ini, akan dibahas khusus tentang contoh konflik horizontal yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Sebelum membahas contohnya, sebagai masyarakat jika kita dapat melihat keadaan disekitar dengan sensitive, maka kita akan dengan mudah menemukan konflik tersebut, mulai dari sesuatu yang sederhana hingga sesuatu yang rumit. Agar lebih jelasnya kan dijelaskan tentang contoh konflik horizontal ditengah-tengah masyarakat, antara lain yaitu :

  1. Bentrok antar Supporter Bola

Contoh konflik horizontal yang sering terdengar di telinga ialah bentrok antar supporter bola. Supporter bola merupakan salah satu penggemar sepakvola yang terkenal setia dan loyal terdap klub kebanggaanya masing-masing. Kelompok ini biasanya di isi oleh ratusan hingga ribuan bahkan jutaan orang dan berasal dari berbagai macam latar belakang.

Adanya kelompok pendukung tersebut tentunya mempunyai sisi positif dan negatifnya, di sisi positif, supporter bola dikenal mempunyai, loyalitas, rasa kekompakan dan juga pesatuan yang tak perlu diragukan lagi. Akan tetapi rasa persatuan, loyalitas dan fanatisme tekadang muncu secara berlebihan, dan tak memandang tempat. Maka tak heran, di Indonesia bahakan di dunia belum mampu membendung amarahnya pada saat tim yang didukung bertanding.

Hal tersebut menjadi semakin panas, bila pertandingan yang disajikan mempertemukan dua klub yang sudah dikenal sebagai rival sejati sejak lama. Alhasil, tak jarang bentrokan antar supporter pun tak dapat dihindari. Alih-alih tentang harga diri, bentrokan tersebut paling sering dipicu karena tim kebanggannya kalah dari rival sejati tersebut.

Parahnya, oknum-oknum yang menjadi provokator tak segan untuk melakukan serangan kepada pihak tim lawan, saling hantam, saling leper batu, saling melukai, merusak fasilitas umum bahkan di beberapa kasus terdapat korban meninggal dunia.

  1. Konflik Sampit

Konflik sampit merupakan contoh pertikaian horizontal yang sempat terjadi di Indonesia. Konflik sampit terjadi karena pecahnya kerusuhan antar etnis, bermula pada Februari 2001 dan berlangsung sepanjang tahun tersebut.

Mulanyanya, konflik ini pertama kali muncul di Kota Sampit Kalimatan Tengah hingga meluas ke seluruh provinsi, tak terkecuali Palangka Raya. Konflik ini terjadi antara Suku Dayak asli dan warga Madur yang tinggal di kawasan Kota Sampit. Konflik pun pecah pada tanggal 18 Februari 2001 saat dua warga Madura diserang oleh sejumlah warga Dayak.

Dari adanya konflik tersebut, 500 orang meninggal dunia, dan lebih dari 100 ribu warga Madura kehilanggan tempat tinggal. Dari peristiwa tersebut, juga ditemukan banyak warga Mandura yang dipenggal kepalanya oleh suku Dayak. Konflik ini muncul dari rentetan insiden yang sebelumnya pernah muncuk antara warga Dayak dan Madura.

Terdapat sejumlah cerita yang menjelaskan pemicu peristiwa tersebut bisa muncul. Salah satu versi mengklaim jika konflik tersebut muncul karena terjadi pembakaran sebuah rumah warga Dayak, rumor yang beredar pun mengatakan bahawasannya kebakran itu dilakukan oleh salah satu warga Madura. Mendengar kabar tersebut, lantas anggota suku Dayak membalas dengan membakar rumah-rumah di pemukiman Madura.

Versi lain pun mengatakan, jika peristiwa tersebut muncul karena seorang warga Dayak disiska lalu dibunuh oleh sekelompok warga Madura setelah terjadi sengketa judi di Desa Kerengpagi pada 17 Desember tahun 2000.

  1. Konflik Horizontal dari Konflik Agama

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang kaya akan budaya, suku, dan agama. Kekayaan tersebut dibuktikan dengan kepemilikian lebih dari 300 suku bangsa dan terdapat lebih dari 200 bahasa daerah. Selain itu Negara kepuluan ini mengakui 6 agama resmi antara lain Islam, Kristen, Khatolik, Hindu, Budha, dan Khonghucu.

Dari keberagaman dan kekayaan tersebut, Indonesia memiliki julukan sebagai salah satu negara pluralisme dengan berbagai macam agama, budaya, dan bahasa yang disatukan dengan semboyan bernama “Bhineka Tunggal Ika” atau memiliki makna berbeda-beda tapi tetapi satu.

Kendati demikian, keberagaman tersebut juga dapat berpotensi terjadinya konflik antar kelompok maupun antar individu. Hal tersebut bisa terjadi tak lain dan tak bukan karena adanya latar belakang serta sudut pandang berbeda, maka tak heran adanya ketidak samaan dan kesalah pahaman kerap kali muncul dan menyebabkan pemicu konflik terjadi.

Dari keragaman tersebut, salah satu konflik yang terjadi adalah konflik antar agama. Dan beriikut merupakan contoh-contohnya :

  • Konflik di Poso, Sulawesi Tengah tahun 1998. Saat itu, tak sedikit masjid dan gereja dibakar. Puncaknya, pada tahun 2000 hingga 2001 konflik agama sudah mengerucut menjadi perang saudara.
  • Tak jauh berbeda dengan konflik Poso, Konflik Ambon pun memliki kasus yang kurang lebih sama. Konflik Ambon sendiri terjadi pada tahun 1999 hingga 2002.
  • Tak hanya dua kasus tersebut, kasus penyegelan, perusakan rumah ibadah, hingga aksi peledakan, dan bom bunuh diri di dalam rumah ibadah pun sempat terjadi di Indonesia.

Nah, demikian merupakan penjelasan tentang contoh konflik horizontal yang sempat terjadi di Indonesia. Semoga Bermanfaat.

, ,
Post Date: Monday 02nd, September 2019 / 10:00 Oleh :
Kategori : Pro Kontra